MAFTUHA, Pulang Penuh Luka

Author

BNP2TKI, Jumhur Hidayat, Muhaimin Iskandar, Indramayu, SBMI Indramayu, Bupati IndramayuIndramayu – Pada tanggal 22 Maret 2013 Maftuha (33) dipulangkan setelah sebelumnya dipekerjakan selama lima tahun di Kuwait. Kepulangannya menyedot perhatian masyarakat sekitar karena ia dipulangkan dalam kondisi penuh luka disekujur tubuhnya, tulang hidungnya patah dan masih mengeluarkan darah. Ia terlihat lemah dan mengalami trauma.

Menurut Juwarih ketua cabang SBMI Indramayu mengatakan bahwa selain mengalami persoalan kekerasan pisik, ia juga tidak pernah melakukan hubungan komunikasi dengan keluarganya selama 5 tahun tersebut. “berdasarkan info dari Maftuha, ia tidak diperbolehkan menghubungi orangtuanya baik lewat telepon maupun surat, majikan yang bernama Khlaf Mator Mupdi Najimil Samri dan istrinya Maha Royan merampas buku berisi catatan alamat dan nomor-nomor telepon penting” Jelasnya

Diteruskan bahwa selama masa kerjanya, ia diperlakukan tidak manusiawi, Maha Royan majikan perempuannya yang sering melakukan penyiksaan dengan dengan cara dipukul dengan tangan kosong maupun dengan benda keras dan tajam seperti tongkat besi, setriska, perabotan dapur hingga pisau.

TKI, TKI Indramayu, BNP2TKI, Kemenakertrans, Jumhur Hidayat, SBY, Muhaimin Iskandar, NULebih lanjut Juwarih meneruskan berdasar penjelasan Suparyono bapak kandung Maftuha, berbagai upaya telah dilakukan agar bisa komunikasi dengan anaknya. Pada tahun pertama ia berkali-kali mendatangi sponsor perekrut bernama Masanah, namun ia hanya menerima janji-janji saja, tahun berikutnya ia mengadukan kepada PPTKIS yang memberangkatkannya yaitu PT Trisula Bintang Mandiri, namun tetap saja tidak bisa komunikasi dengan Maftuha.

Pada tanggal 17 November tahun kemarin, atas pengaduan orangtuanya SBMI Indramayu meneruskan persoalan ini ke BNP2TKI dan Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementrian Luar Negeri, atas nama keluarga kami mengucapkan terimakasih atas upaya yang telah dilakukan pemerintah, namun kami juga berharap agar pemerintah dan PPTKIS yang memberangkatkannya membantu melakukan rehabilitasi atas kondisi Maftuha” Tegas Juwarih

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *