Berita

Nasib BMI/TKI di Penjara Breman Saudi

Author

Ilustrasi Penjara
Ilustrasi Penjara

Ada banyak BMI/TKI yang ditahan di penjara Breman, Jeddah, Arab Saudi. Salah satunya adalah Nurhayati, TKI yang pernah bekerja di Saudi menceritakan pengalamannya ketika ditahan di penjara Breman selama 8 bulan. Nurhayati yang tak melakukan kesalahan apapun difitnah dan dipenjara selama 8 bulan.

Nurhayati semula akan dikenai hukuman cambuk karena fitnah yang dituduhkan padanya. Beruntung suaminya orang Yaman berhasil membuktikan bahwa mereka telah menikah. Hal itu dibuktikan dengan surat nikah keduanya, akhirnya Mahkamah pun tak menjatuhkan hukuman cambuk.

Menurut Nurhayati ada banyak BMI/TKI masuk penjara Breman karena tuduhan mencuri, jual diri, tanazul, dan pembunuhan. Padahal tak semua BMI/TKI melakukan kejahatan-kejahatan tersebut karena banyak juga dari mereka yang korban fitnah.

“Sekarang ada banyak kasus BMI/TKI yang masuk penjara Breman karena tanazul,”ujar Nurhayati.

Tanazul ialah pindah majikan, BMI/TKI yang tidak cocok dengan majikan pertama bisa pindah majikan dengan cara tanazul. Majikan yang tak terima dengan cara tanazul sering memperkarakan ke pengadilan dengan tuduhan-tuduhan palsu. Nurhayati juga menceritakan mengenai keluh kesah yang dialami kawan-kawannya dulu di penjara Breman.

“Kita yang berada di dalam penjara juga manusia jangan disia-siakan seenaknya. Jangan dicaci maki seperti orang tolol yang tidak tahu apa-apa. Pemerintah kita harus belajar mengurus kasus pekerja migran yang berada di penjara dari negara Filipina,”ujar Nurhayati.

Nurhayati berharap agar pemerintah Indonesia memantau dengan baik BMI/TKI yang masuk penjara Breman. Menurutnya tak semua BMI/TKI yang masuk masuk penjara di Jeddah tersebut bersalah seluruhnya. Ada kasus BMI/TKI yang dituduh melakukan sihir oleh majikannya, padahal nyatanya tak melakukan apa-apa dan tetap ditahan di penjara Breman.

Kondisi tahanan yang ada di penjara Breman juga luput dari pengawasan pemerintah Indonesia. Nurhayati bercerita mengenai tetangganya yang berada di penjara Breman sakit-sakitan sampai kakinya bengkak. Seorang kenalannya di penjara bernama Rosita binti Idi juga sakit-sakitan karena dijebloskan oleh majikan baru terkait kasus tanazul. Nurhayati berharap agar pemerintah lebih serius dalam mengawal dan membantu mereka yang berkasus di penjara Breman karena tak semuanya bersalah.

“Tolong semaksimal mungkin pemerintah mengawal kasus BMI/TKI yang ada di penjara Breman, karena mereka juga ingin bertemu sanak saudanya kembali di Indonesia,”kata Nurhayati.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.