Berita

Dua Orang Buruh Migran Keracunan Asap di Dubai

Author

Liginingsih, Buruh Migran Dubai yang Mengalami Keracunan Asap
Liginingsih, Buruh Migran Dubai yang Mengalami Keracunan Asap

Dua orang buruh migran Indonesia di Dubai mengalami musibah keracunan asap arang pada Jumat (17/01). Menurut Farida Aini, buruh migran Dubai, korban keracunan asap itu bernama Ligningsih dan Daroyah. Mereka mengalami keracunan setelah membawa tempat pembakaran arang masuk ke dalam kamar karena kondisi cuaca dingin sedang melanda Dubai.

Selain itu kamar yang disediakan majikan untuk kedua buruh migran tersebut dingin dan akhirnya mereka membawa tempat pembakaran arang ke dalam kamar. Kedua buruh migran Indonesia itu menghirup karbon monoksida yang berasal dari arang hasil pembakaran. Keduanya ditemukan tergeletak tak sadarkan diri dalam kamar.

“Semula tempat pembakaran itu digunakan untuk membakar sate, setelah selesai di bawa masuk kamar dan ditambah arang lagi,”ujar Farida dalam status Facebooknya yang datang menjenguk Liginingsih di rumah sakit.

Saat kejadian terjadi kedua korban sedang tidur pulas, ketika bangun korban mengaku sudah tidak bisa lagi bernafas dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Ligningsih dan Daroyah dilarikan ke rumah sakit Alqasimi, Liginingsih selamat namun Daroyah tidak bisa diselamatkan. Hingga berita ini diinformasikan oleh Farida (21/1) jenazah Daroyah belum dikirim ke Indonesia.

Liginingsih korban selamat hingga berita ini diunggah masih dirawat di rumah sakit Alqasimi lantai 2 kamar 8. Keadaannya berangsur membaik namun kakinya belum bisa digerakkan karena bengkak. Liginingsih belum bisa menghubungi keluarganya yang berada di Indonesia mengenai kondisinya. Bagi siapa saja yang mengenal Liginingsih atau suaminya bernama Parjan di Desa Krasak RT 5 RW 6 Mojoagung, Karang Royong, Grobogan, Jawa Tengah bisa menghubungi Farida Aini (Facebook Katia Aini) dan Luluk Munawaroh.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.