Diskriminasi terhadap BMI di Causeway Bay Centre

Author

Penjaga Lift di Causwaybay Saat Mendata BMI
Penjaga Lift di Causeway Bay Saat Mendata BMI

Gedung Causeway Bay Centre adalah salah satu tempat favorit yang sering dikunjungi oleh Buruh Migran Indonesia (BMI) di hari minggu dan hari libur lainnya. Causeway Bay Center tepat berada di Sugar street no 15-23. Gedung tersebut berlokasi tak jauh dari taman Victoria sebagai tempat berkumpulnya BMI Hong Kong.

Ada beberapa toko perbelanjaan dan toko Indonesia yang menyediakan berbagai fasilitas seperti Warung Internet (Warnet), tempat karaoke, serta aneka makanan khas Indonesia. Ini menjadi daya tarik lebih bagi BMI untuk berkunjung ke sana.
Memang tak ada hal aneh dengan gedung tersebut. Hanya saja ketika buruh migran atau orang asing hendak berkunjung di hari minggu dan hari libur nasional lain, akan dikenakan tarif naik lift. Sebuah aturan administratif yang tidak ditemukan di tempat umum/gedung perbelanjaan lain.

Saat dikonfirmasi, pengelola Causeway Bay menjelaskan bahwa pada hari Minggu terdapat banyak pengunjung sehingga meningkatkan konsumsi listrik gedung. Demi keamanan dan biaya perawatan lift, pada 15 November 2012 diadakan persetujuan dari para pemilik gedung untuk menetapkan tarif pada lift.

Terhitung sejak 15 Januari 2013 tarif lift yang dulunya HK$3 berubah menjadi HK$5 sekali naik. Mengapa harus dikenakan tarif? Bukankah semakin banyak pengunjung berarti perputaran uang di Causeway Bay semakin meningkat. Secara otomatis ini juga menguntungkan pemilik gedung. Mengapa juga biaya pemeliharaan lift tak dimasukkan dalam pajak/biaya sewa toko?

Belum berhenti sampai disitu, dalam pemberitahuan yang ditempel di dekat lift juga tertulis bahwa tarif lift diterapkan untuk pengunjung asing. Sedangkan pemilik gedung dan karyawan mendapat pengecualian. Lantas bagaimana dengan pengunjung orang Hong Kong sendiri, apa juga akan dikenakan tarif lift?

Pemberitahuan yang Ditempel di Dekat Lift
Pemberitahuan yang Ditempel di Dekat Lift

Disinilah, kembali diskriminasi terhadap buruh migran terasa. Padahal di hari Minggu atau hari libur lain BMI adalah pengunjung terbanyak dan konsumen terbesar yang melancarkan bisnis di Causeway Bay. Buruh migran jelas ikut andil dalam perputaran ekonomi dan bisnis jual beli di gedung Causeway Bay Center.

Kendati banyak keluhan yang telah disampaikan oleh BMI pada pengelola gedung, hingga kini tarif lift tersebut masih langgeng diberlakukan. Padahal buruh migran juga konsumen yang membeli barang memakai uang, sama dengan pengunjung lokal lainnya.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *