TKW Cirebon Makan Sampah di Qatar

Author

ilustrasi sampah makanan
ilustrasi sampah makanan

Cirebon – Cita-cita memberikan kehidupan lebih baik pada keluarga kecilnya di Desa Cangkuang Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon dengan bekerja menjadi Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Qatar, menjadi sirna ketika dirinya mengalami perlakuan yag tidak manusiawi oleh majikannya.

Hal tersebut dialami Siti Khotimah (30), Ibu beranak satu ini harus menerima perlakuan tidak manusiawi majikannya  di Qatar selama 1,3 tahun. Tiga bulan pertama bekerja di Qatar, Siti masih mendapatkan perlakuan yang layak dan beban kerja yang sesuai. Namun selepas tiga bulan tersebut, perlakuan tidak manusiawi kerap dirasakan oleh Siti. Dalam satu hari, Ibu yang memiliki satu putra kelas 1 SD ini harus bekerja dari jam 7 pagi hingga jam 12 malam. Tak hanya itu, Siti pun hanya diberikan jatah makan satu kali dalam sehari. Bahkan, untuk mengganjal perutnya agar lebih kenyang, Siti harus makan makanan sisa majikannya yang sudah dibuang di tempat sampah.

“ Kalau mau makan yang kenyang, korban harus makan dari sisa majikannya dan juga diambil dari tempat sampah, “ ujar Castra Aji Sarosa Koordinator Forum Warga Buruh Migran Indonesia (FWBMI) Cirebon yang menerima laporan Siti, Selasa (18/12).

Perlakuan dari majikannya tersebut membuat Siti tak bisa berbuat banyak. Selain karena semua dokumen dipegang oleh sang majikan, Siti juga masih memikirkan tujuannya ke Qatar untuk bisa memberikan kesejahteraan kepada keluarga kecilnya di Cirebon.

Ketika masa kerjanya sudah mencapai 1,3 tahun, Siti akhirnya menyerah dan meminta kepada majikannya untuk dipulangkan. Siti dipaksa, seluruh gajinya yang sebesar 9600 Real Qatar atau sekitar 25 juta rupiah harus diserahkan kepada majikannya sebagai ganti rugi, agar bisa dipulangkan ke Indonesia.

“Siti pulang dengan mengorbankan semua gajinya selama dia bekerja. Ketika dia pulang, kondisinya sangat menyedihkan. Dia terlihat begitu menanggung beban,” kata Castra, pegiat FWBMI Cirebon.

Siti sampai di Indonesia, pada Kamis (13/12) lalu. Ia pun terpaksa menerima kondisi dan kenyataan tersebut. Ia kemudian dibantu FWBMI Cirebon untuk meminta haknya baik melalui PPTKIS yang memberangkatkannya ataupun KBRI Qatar.

“ Siti masuk kategori TKW yang mengalami kekerasan dan tidak mendapatkan gaji. Kami akan mengusahakan hak asuransi siti bisa segera diberikan,” pungkas Castra.

2 komentar untuk “TKW Cirebon Makan Sampah di Qatar

  1. Dengan dibentuk nya kantor perwakilan luar negri, di tiap negara penempatan akan membantu dan mengurangi tingkat pernasalahan tki diluar negeri, dan diperkuat dengan bantuan hukum

  2. MAAF SAYA HANYA INGIN BERBAGI CERITA KEPADA ANDA YANG PENGGILAH TOGEL KALAU , AWALNYA ITU SAYA CUMA PENJUAL KERUPUK KELILIN YANG PENDAPATANNYA TIDAK SEBERAPA., SAYA PUNYA TIGA,ANAK DAN HUTAN KAMI PUN TAMBAH MENUMPUK, ANAK JUGA BUTUH BIAYA SEKOLAH,DAN AKHIRNYA SAYA DIPERTEMUKAN DENGAN NOMOR HP MBAH SURYO , DAN MENCERITAKAN SEMUANYA,AKHIRNYA SAYA DI KASIH ANGKA GHOIB 4D, ALHAMDULILLAH ITU PUN TEMBUS,DAN DENGAN ADANYA BANTUAN DARI MBAH SURYO , SEMUA HUTANG SAHUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARANG INI SAYA SUDAH BUKA USAHA SENDIRI!!! INI KISAH NYATA DARI SAYA DAN SILAHKAN ANDA BUKTIKAN. SENDIRI,BAGI YANG BERMINAT HUB MBAH SURYO DI NOMOR INI ; 082-342-997-888

    MAAF SAYA HANYA INGIN BERBAGI CERITA KEPADA ANDA YANG PENGGILAH TOGEL KALAU , AWALNYA ITU SAYA CUMA PENJUAL KERUPUK KELILIN YANG PENDAPATANNYA TIDAK SEBERAPA., SAYA PUNYA TIGA,ANAK DAN HUTAN KAMI PUN TAMBAH MENUMPUK, ANAK JUGA BUTUH BIAYA SEKOLAH,DAN AKHIRNYA SAYA DIPERTEMUKAN DENGAN NOMOR HP MBAH SURYO , DAN MENCERITAKAN SEMUANYA,AKHIRNYA SAYA DI KASIH ANGKA GHOIB 4D, ALHAMDULILLAH ITU PUN TEMBUS,DAN DENGAN ADANYA BANTUAN DARI MBAH SURYO , SEMUA HUTANG SAHUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARANG INI SAYA SUDAH BUKA USAHA SENDIRI!!! INI KISAH NYATA DARI SAYA DAN SILAHKAN ANDA BUKTIKAN. SENDIRI,BAGI YANG BERMINAT HUB MBAH SURYO DI NOMOR INI ; 082-342-997-888

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.