Info Negara Tujuan

Memahami Hak TKI di Taiwan

Author

Pertemuan rutin ATKI Taiwan
Pertemuan rutin ATKI Taiwan

Keberadaan undang-undang yang mengatur hak buruh di Taiwan, belum tentu membuat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bekerja tanpa risiko. TKI Taiwan masih saja dihadapkan dengan pelbagai persoalan hak dalam bekerja. Tindakan agensi yang semena-semena menahan gaji TKI, tanda tangan secara paksa untuk dipulangkan saat TKI datang mengadu, dan pelbagai tindak pelanggaran masih dilakukan agensi di Taiwan.

Banyak terjadi TKI dipulangkan secara paksa sebelum kontrak kerja mereka selama 2 tahun habis. Jika TKI dipulangkan dari Taiwan, mereka harus mendapat pelayanan konseling untuk dilaporkan dan melakukan prosedur tanda tangan pelepasan kontrak, serta penyelesaian hak TKI yang belum dibayarkan. Agensi dalam hal ini tidak berhak memulangkan TKI tanpa alasan, karena keputusan kepulangan TKI harus disepakati keduabelah pihak.

Pemerintah Taiwan sendiri melalui departemen tenaga kerja mereka telah membuka layanan telepon pengaduan 24 jam (call center) di nomor 1955. TKI Taiwan bisa mengadukan persoalan pelanggaran hak yang mereka alami. Setiap pengaduan akan diteruskan ke bagian konseling yang akan terjun di lapangan. Layanan konseling departemen tenaga kerja Taiwan sendiri, buka dari hari Senin sampai Jum’at.

“ATKI harus terus menyosialisasikan hak-hak TKI, bagaimana cara menghadapi agensi, dan pengetahuan penting lainnya. Karena banyak TKI di Taiwan yang masih belum sadar akan hak mereka, sehingga posisi tawar mereka lemah, hingga akhirnya terpaksa menuruti kemauan majikan atau agensi yang sejatinya mengarah pada pelanggaran atas hak TKI.” tutur Ito Andika (35), anggota ATKI dalam pertemuan rutin (15/07/2012).

Menurut Undang-Undang di Taiwan, tentang gaji, majikan wajib memberikannya kepada TKI setiap bulan dengan tunai dam harus diterima oleh TKI sendiri. Apabila majikan atau agensi menahan gaji TKI, maka mereka akan dikenakan denda Nt.60.000 sampai Nt.300.000 atau sekitar 18 sampai 94 juta rupiah. Tidak hanya itu, surat ijin penggunakan pekerja dari pemerintah Taiwan juga akan dicabut dan mereka tidak boleh mengajukan permohonan pemakaian pekerja selama 2 tahun.

Terkait jaminan sosial, TKI Taiwan di sektor formal (pabrik) maupun informal (Pekerja Rumah Tangga) sama-sama memiliki asuransi. TKI sektor formal membayar dua polis asuransi yakni Askes dan Astek. Sementara TKI di sektor pekerja rumah tangga hanya menggunakan askes.

Askes dibayar oleh TKI sebesar Nt.256 (sekitar Rp.80.000,-) perbulan, sementara Astek sebesar Nt.262 (sekitar Rp.83.000,-) perbulan. TKI pengguna Askes hanya membayar 15 % dari biaya pengobatan ketika sakit, sementara jika Astek dapat diklaim sesuai nilai pertanggungan ketikan TKI mengalami kecelakaan kerja (rincian cara mengurus klaim Asuransi TKI Taiwan akan dibahas dalam tulisan berikutnya).

Selain asuransi yang dibayar TKI Taiwan tersebut, melalui Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN), TKI masih diwajibkan membayar asuransi saat masih di Indonesia. Alih-alih dijadikan salah satu prasyarat keberangkatan TKI, KTKLN banyak digugat hanya menguntungkan perusahaan asuransi.

Tulisan ini ditandai dengan: asuransi TKI buruh migran hak TKI perlindungan TKI TKI Taiwan 

11 komentar untuk “Memahami Hak TKI di Taiwan

  1. MALAM MBAK….. kaka saya berniat menjadi Tenaga kerja di taiwan.. bagaimana menurut mbak… dan kalau mau tki ke taiwaqn persyaratannya apa saja mbak????

  2. Istri q kabur gara2 cuma d kasih makan 1 x sehari kerja 18jam se hari,lapor agency ga d tanggapin…kaya tai tuh….

  3. saya mau tanya mbak,saya tki yang bekerja di taiwan,permasalahan nya adalah apakah perpanjang paspor itu,harus tki sendiri yang urus atau sudah tanggung jawab nya agenci,??
    makasih

  4. Mbak/ Mas, saya mo nanya disini kontrakku masih 10 bln tapi gak ada alasan yg jelas aku dengar mo ada rencana dipulangin. Klu emang benar dipulangkan, apa aku masih berhak atas gaji sisa kontrak 10bln dan tiket pulang itu tanggungan siapa? Mohon pencerahannya dan apa solosinya? Trimakasih

  5. Mbak saya mau tanya,saya ada masalah di pabrik dan masalah saya udah selesai di pabrik dan saya juga udah nulis surat peryataan sama ejensi saya.dan di surat peryataan itu tidak ada kata gak boleh kelura di waktu saya libur kerja,tapi kenapa saya keluar kok tidak di perbolehkan sama sapam pbrik saya,dan saya tlvon pihak ejensi saya dia bilang kamu ngomong kekantor sendri.

    1. Mba atin saya mau tanya . Saya kerja di taiwan udah 1 thn. Tapi job ku beda sama pejanjian . Kata nya orang yang aku jaga berat nya 65. Eh malah 75 .pinggang saya sering sakit . Tapi pas di periksa ngha ada apa2 udah ngga ada libur, uang bonus tahunan dia ngga mau kasih, Trus istri nya cerewet banget. Aku ngha tahan. Pendapat mba atin sya harus bagai mana mba atin. ??

  6. Mba atin saya mau tanya . Saya kerja di taiwan udah 1 thn. Tapi job ku beda sama pejanjian . Kata nya orang yang aku jaga berat nya 65. Eh malah 75 .pinggang saya sering sakit . Tapi pas di periksa ngha ada apa2 udah ngga ada libur, uang bonus tahunan dia ngga mau kasih, Trus istri nya cerewet banget. Aku ngha tahan. Pendapat mba atin sya harus bagai mana mba atin. ??

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.