Minta Tolong KJRI Dubai, Malah Disuruh Kabur

Author

Hafidzin tampak sangat geregetan ketika menjelaskan tentang usahanya untuk memulangkan isterinya yang bekerja di Oman. Minggu (11/03/12), Ajizah (28) isterinya Warga Kiajaran Indramayu Jawa Barat yang bekerja di Oman mendapatkan perlakuan yang kurang baik oleh sang majikan, bahkan menjurus ke arah pelecehan seksual.

Mendapat informasi tersebut, Hafidzin berusaha segera menghubungi beberapa pihak terkait yang bisa dimintai bantuan, terutama perwakilan pemerintah Indonesia di wilayah Oman dan Abu Dhabi.

Ajizah awalnya tercatat sebagai TKW yang bekerja di Abu Dhabi, namun selepas majikan di Abu Dhabi tidak membutuhkannya lagi, Ajizah secara sepihak dipindahkan oleh agen ke Oman. Perpindahan ini membuat Hafidzin kesal, karena semuanya tanpa sepengetahuan dirinya sebagai suami. Kekesalan Hafidzin lebih bertambah ketika Ajizah mengabarkan dirinya mendapatkan perlakuan kurang baik dari majikan di Oman.

Sebagai antisipasi hal-hal buruk akan terjadi, Sabtu (17/3) Hafidzin menghubungi KJRI Dubai negara tempat dimana Ajizah bekerja pertama. Namun karena Oman bukan wilayah Dubai, staf KJRI Dubai memberi nomor Staf KBRI Abu Dhabi atas nama Haryo. Ketika dihubungi pada Minggu (18/3), Haryo memberikan nomor atas nama Darusman untuk bisa membantu Ajizah. Namun Haryo menyarakan agar isterinya kabur terlebih dahulu dari majikan dan nanti baru mengubungi Darusman. Usulan aneh dari Staff KBRI Abu Dabi ini tentu ditolak mentah-mentah oleh Hafidzin.

Masa minta tolong malah disuruh kabur, kalau kabur kan isteri saya tidak bawa paspor atau pengenal lainnya yang masih ada di majikan. Itu malah akan membahayakan isteri saya,”ujar Hafidzin.

Usaha yang dilakukan oleh hafidzin sampai saat ini belum menemukan kejelasan, karena nomor telepon Darusman yang bertugas sebagai Staf KBRI Oman tidak pernah diangkat ketika dihubungi.

Nomornya Pak Darusman tidak pernah diangkat, padahal saya sms dulu kalau saya mau ada keperluan penting. Tapi tetap saja tidak diangkat, saya pengen isteri saya dipulangkan saja, daripada nanti terjadi sesuatu yang lebih fatal lagi,” beber Hafidzin

2 komentar untuk “Minta Tolong KJRI Dubai, Malah Disuruh Kabur

  1. apakan Deplu tidak punya SOP untuk menangani kasus seperti ini sampai-sampai WNI yang meminta pertolongan malah diminta kabur seperti ini??

  2. Disinilah kesulitannya ketika pihak keluarga mengharapkan bantuan untuk kepulangan sang istri tidak adanya ketransparan,bahkan tidak ada yang membantu malah mempersulit yang ada .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.