Author Archives: Muhammad Irsyadul Ibad
Seruni Sosialisasikan Isu TKI Kepada Aparat Desa
Isu buruh migran atau yang dikenal dengan sebutan tenaga kerja Indonesia (TKI) menjadi isu penting pedesaan. Desa menjadi unit pemerintahan terkecil yang terhubung langsung dengan kelompok pekerja yang rentan ini. Desa secara tidak langsung dilibatkan dalam soal migrasi, seperti amanat Undang-undang No 39 tahun 2004 tentang Tata Laksana penempatan TKI. Continue reading
PSD-BM Sapa BMI Lewat Radio Online
Sejak 17 Desember 2011 atau sehari sebelum Hari Buruh Migran Indonesia, Pusat Sumber Daya Buruh Migran (PSD-BM) mulai mengujicoba penggunaan radio online untuk menyapa buruh migran di luar negeri. Meski masih dalam tahap ujicoba infrastruktur teknologi, radio online Suara Buruh … Continue reading
Keterbukaan Informasi Publik, Peluang Perbaikan Pelayanan Buruh Migran (1)
Salah satu persoalan terbesar dalam pelayanan penempatan dan perlindungan buruh migran Indonesia (BMI) adalah keterbatasan informasi. Minimnya informasi menempatkan BMI, yang lebih dikenal dengan sebutan tenaga erja Indonesia (TKI), pada posisi yang tidak berdaya atau lemah secara struktural. BMI yang … Continue reading
Meraih Kemenangan Informasi Buruh Migran: Refleksi Hari Buruh Migran Dunia
Hari buruh migran dunia telah beberapa tahun dirayakan oleh segenap buruh migran dunia, tak terkecuali buruh migran Indonesia (BMI). Hari ini, 18 Desember 2011, kembali kelompok BMI turut merayakan hari buruh migran. Seperti tahun-tahun sebelumnya, sejumlah protes, seminar, Jambore, pernyataan … Continue reading
Perencanaan Migrasi TKI Harus Melibatkan Keluarga
Persoalan migrasi tidak semata terpaut tenaga kerja Indonesia (TKI) semata. Perencanaan migrasi TKI harus turut melibatkan keluarga, seperti anak dan pasangan. Perencanaan yang matang pada lingkup keluarga ini akan menentukan keberhasilan pengelolaan sumber daya keuangan yang dihasilkan TKI selama bekerja … Continue reading
Pemulangan Lusi, TKI Asal Cianjur, Menemukan Titik Terang
PSD-BM- Persoalan Lusi Area Rispa binti Asep Dahlan, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Pasir Kaderi, RT.02, RW.03, Desa Seganten, Kecamatan Sindang Barang, Cianjur yang mengalami pelanggaran kontrak kerja kini mulai menemukan titik terang. Berdasarkan surat keterangan yang ditandatangani oleh Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh, Lusi dapat segera pulang sekurang-kurangnya pada tanggal 15 September 2011. Continue reading
Ruyati, Elegi Ibu Pertiwi
Sekali lagi kabar sedih datang dari negeri monarki Saudi. Saudara kita sesama anak Indonesia, Rumiyati, meregang nyawa akibat qisas pancung setelah didakwa membunuh majikannya. Berita Rumiyati seolah melengkapi daftar kisah tragedi TKW yang nasibnya sering jauh dari mujur. Continue reading
Desa Kantong TKI Butuh Sistem Informasi dan Administrasi Dijital
Desa kantong tenaga kerja Indonesia (TKI) yang juga dikenal dengan sebutan buruh migran membutuhkan dukungan sistem informasi yang memudahkan pengelolaan dan dokumentasi kependudukan dan migrasi. Itulah salah satu poin yang terungkap dalam Pelatihan Pemberdayaan Kepala Desa Dalam Pelaksanaan Migrasi Aman di Aula Gedung Pusat Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Jendral Soedirman Purwokerto (22/06/2011). Continue reading
Pernyataan Sikap PSD-BM atas Hukuman Mati Ruyati, TKI di Arab Saudi
Ruyati bin Satubi, salah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi dihukum pancung dengan tuduhan membunuh majikannya (18/06/2011). Ironisnya, proses eksekusi dan persidangan yang mendudukkan Ruyati sebagai tersangka dan terpidana tidak diketahui dan didampingi oleh kedutaan sebagai perwalian resmi … Continue reading
