News

Pelatihan Wirausaha Bersama Mandiri Sahabatku

Author

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Minggu (31/7/2016), salah satu Tim Serantau menghadiri pelatihan wirausaha yang diadakan oleh Mandiri Intl Remittance My. Pelatihan yang berlangsung di lantai 9 Regency Hotel, Jalan Raja Alang 3, Chow Kit 50300, Kuala Lumpur tersebut rencananya akan diadakan dalam empat sesi pertemuan, yakni 31 Juli, 14 Agustus, 28 Agustus dan sesi terakhir 18 September 2016.

Pelatihan wirausaha yang dimulai pukul 9.00 hingga pukul 17.00 itu dihadiri oleh sekitar 120 peserta. Peserta pelatihan sebagian besar adalah buruh migran di Malaysia. Selain dari pihak Bank Mandiri, hadir juga seorang pengusaha dari Lampung dan Koordinator Fungsi Politik KBRI Kuala Lumpur, Freddy Panggabean dan Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, Ary Purbayanto pada pelatihan sesi pertama, Minggu (31/7).

Dalam kesempatan tersebut, Fredy Pangabean menyampaikan kabar gembira untuk Buruh Migran Indonesia (BMI) bahwa untuk masa yang akan datang, proses pengambilan paspor bagi BMI yang sedang melakukan perpanjangan rencananya bisa dilakukan di kantor cabang Bank Mandiri. Dengan begitu, Buruh Migran Indonesia (BMI) tidak perlu lagi bersusah payah untuk datang dan mengantre di kantor Kedutaan.

Sementara Ary Purbayanto dalam sambutannya berharap agar setelah mengikuti pelatihan ini, kedepannya nanti BMI bisa menjadi pengusaha yang sukses dan juga bisa menjadi bos untuk diri sendiri. Selain itu, Ary juga berharap agar BMI bisa menjadi orang yang berguna untuk orang lain, bukan hanya untuk diri sendiri. Shinta, seorang pengusaha dari lampung dalam paparannya megatakan bahwa ia siap membantu para BMI Malaysia yang ingin belajar menjadi pengusaha setelah pulang ke Indonesia nanti. Shinta juga siap menjadi ibu asuh secara gratis bagi BMI yang ingin belajar padanya.

Ari Sutanto, buruh migran asal Lampung yang menjadi salah satu peserta menganggap pelatihan wirausaha bagi buruh migran seperti ini penting karena dapat membuka pikiran serta keberanian untuk memulai usaha/bisnis setelah buruh migran pulang ke kampung halaman kelak. Senada dengan Ari, Ali Sarbini seorang pekerja toko buku di kawasan Kuala Lumpur yang juga menjadi peserta pelatihan mengatakan bahwa pelatihan wirausaha untuk buruh migran sangatlah penting karena bisa menjadikan BMI termotivasi untuk sukses di negeri sendiri sehingga tidak terpikir untuk kembali bekerja di luar negeri.

“Bagaimanapun, BMI perlu bekal untuk membuka usaha setelah nanti pulang ke Indonesia karena BMI tidak mungkin selamanya berada di negeri orang,” ujar Ali Sarbini.

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.