Figures

Apakah Serantau?

Author

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Partisipan dari PERTIMAD, Nasrikah Sarah sedang melakukan presentasi pada diskusi Refleksi Serantau
Partisipan dari PERTIMAD, Nasrikah Sarah, sedang melakukan presentasi pada diskusi Refleksi Serantau

Kuala Lumpur—Sebelumnya Serantau dipahami sebagai media komunitas oleh TKI/BMI di Malaysia. Peranannya yang gemar memproduksi dan menyebarluaskan informasi yang akurat kepada TKI di Malaysia melalui saluran online dan offline, membuat identitas itu melekat kepada Serantau. Apalagi kehadiran Serantau dalam bentuk buletin cetak semakin memperkuat tolok ukurnya sebagai media komunitas. Akan tetapi pada peringatan satu tahun Serantau, peranannya mulai menggeser kepada sebuah komunitas buruh migran. Gejala itu muncul ketika diskusi refleksi Serantau yang dihadiri oleh partisipan lintas buruh migran dan lintas tempat kerja TKI di Malaysia pada Minggu (31/01/2016) di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

Para peserta mengajak untuk senantiasa berpikir atas tindakannya selama ini. Mereka berkesimpulan bahwa kurang relevan juga apabila Serantau hanya sebatas pengelolaan informasi. Peran itu menjadikan partisipan hanya akan disibukkan oleh pengelolaan media. Padahal harapan partisipan lebih jauh dari itu. Mereka ingin menjadikan Serantau sebagai aktivitas bersama lintas komunitas ke arah perlindungan buruh migran. Alasan itu muncul ketika ada beberapa partisipan yang gemar beraktivitas dalam mendampingi kasus-kasus buruh migran di Malaysia.

Kesepakatan pun muncul dengan tujuan besar Serantau sebagai komunitas TKI yang ingin selalu berbagi informasi dan berbagi pengetahuan. Kesimpulan itu muncul ketika mereka merasakan banyak komunitas buruh migran di Malaysia masih kabur gerakannya dan belum terstruktur aktivitas keorganisasiannya. Dominasi primordial di dalam komponen komunitas buruh migran di Malaysia begitu sangat dirasakan semangatnya. Gejalanya begitu nampak kepada komunitas buruh migran yang bersifat kedaerahan, pola yang menunjukkan lebih kepada status atas identitas dari mana buruh migran itu berasal. Padahal dalam konteks TKI/ buruh migran, perlindungan atas keberadaan mereka selama di Malaysia merupakan keniscayaan dan kebutuhan bersama.

Arah dari diskusi itu menunjukkan tentang bagaimanakah peran Serantau semestinya. Pendekatan program kerja dalam setiap enam bulan mengawali refleksi Serantau. Peningkatan kapasitas buruh migran dari segi pendampingan kasus pada periode awal dan pengawasan kepada agensi TKI di Malaysia pada periode kedua pada tahun 2016 ini. Hasil diskusi sudah mulai membentuk Serantau bahwa ingin lebih kepada mendorong perwakilan pemerintah untuk melakukan perbaikan pelayanan. Fokus pelayanan itu kepada dua aspek, yaitu memperkuat fungsi perwakilan pemerintah dalam melindungi TKI dan menyediakan informasi yang akurat kepada TKI di Malaysia. Namun dalam konteks ini, Serantau juga tidak ingin eksklusif di mata perwakilan pemerintah. Serantau ingin perwakilan pemerintah juga melakukan pelayanan yang sama tanpa diskriminasi kepada semua buruh migran.

Partisipan merasa kasus-kasus yang muncul saat ini kurang ada pengawasan dari masyarakat sipil. Bahkan pendamping juga tidak diberitahukan mengenai perkembangan kasus atas buruh migran yang didampinginya. Padahal pendamping juga ingin melihat asas keadilannya yang diberikan perwakilan pemerintah kepada TKI. Di sisi lain, banyak buruh migran tertipu agensi yang memberikan pelayanan dalam hal perpanjangan permit kerja. Sementara perwakilan pemerintah juga belum menyediakan saluran yang akurat mengenai agensi mana saja yang kompeten dan memiliki kategori baik serta tidak menipu TKI.

Meski itu dianggap di luar kewenangan perwakilan pemerintah untuk mengekskusi agensi nakal. Akan tetapi verifikasi semua agensi yang berhubungan dengan buruh migran merupakan salah satu peran perlindungan oleh perwakilan pemerintah. Program kerja ini akan dijalankan oleh Serantau pada periode kedua tahun 2016. Namun muncul kebimbangan pada partisipan ketika diskusi berlangsung. Partisipan yang sudah bergabung kepada komunitas TKI yang telah ada mulai merasakan kegelisahan. Mereka menanyakan bagaimanakah statusnya nanti jika Serantau juga merupakan komunitas TKI? Partisipan juga tidak ingin disebut sebagai TKI yang ‘berdiri di atas dua kaki’, tidak konsisten kepada komunitasnya dan penuh kepentingan.

Semua partisipan mengajak untuk merefleksikan kembali mengenai tujuan yang telah disusun bersama. Dari tujuan di atas, Serantau dengan kata lain ingin mengisi kesenjangan atas pengetahun dan informasi di antara buruh migran di Malaysia. (Baca : Perlu Kerja Sama Organisasi Buruh Migran Dalam dan Luar Negeri). Oleh sebab itu, Serantau merupakan komunitas yang ingin menjembatani semua kepentingan buruh migran melalui sarana belajar dengan semangat perlindungan buruh migran, karena itu adalah kebutuhan bersama mereka di sini.

Situasi Diskusi Refleksi Serantau
Situasi Diskusi Refleksi Serantau

Bagi buruh migran yang sebelumnya telah bergabung dengan komunitas lainnya akan semakin memberikan warna untuk komunitasnya di mana dia telah bernaung sebelumnya. Juga tidak ada istilah saling klaim jika Serantau lebih tinggi derajatnya di antara komunitas TKI/ buruh migran, karena komponennya dari berbagai komunitas. Serantau menginginkan kesetaraan dalam interaksi antara komunitas TKI yang telah ada. Demi kepentingan itu maka Serantau perlu memiliki bentuk dan struktur untuk mewujudkan atas kesepakatan program kerja yang telah didiskusikan bersama.

Diskusi refleksi Serantau dihadiri oleh 18 orang yang berasal dari lintas komunitas buruh migran yang tak hanya berasal dari kawasan Kuala Lumpur saja, akan tetapi komunitas TKI yang berasal dari Johor Bahru dan Pineng. Perwakilan KBRI Kuala Lumpur dihadiri langsung oleh koordinator fungsi kekonsuleran, Dino Nurwahyudin. Beliau meyakinkan komitmen pemerintah bahwa semakin banyak komunitas TKI juga akan semakin memperbaiki perlindungan kepada TKI. Komitmen pemerintah juga akan mendukung pada setiap program Serantau yang telah disepakati bersama.

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.