Guidelines

Panduan untuk Buruh Migran yang Hamil di Hong Kong (1)

Author

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Ilustrasi Perempuan Hamil. Sumber Foto : Pixabay
Ilustrasi Perempuan Hamil. Sumber Foto : Pixabay

Hamil bagi buruh migran yang berada di negara penempatan memang bukan hal sepele, apalagi buruh migran berhadapan dengan majikan yang belum tentu menerima kondisinya. Tanpa tau informasi, buruh migran yang hamil berpeluang membuat bahaya bagi diri mereka sendiri. Seperti melakukan bunuh diri, lari dari majikan, membuang bayi atau berusaha menggugurkan sendiri kandungannya. Dilema seperti ini banyak menimpa perempuan migran.

Jika buruh migran mengalami kehamilan ketika berada di Hong Kong, jangan bersikap panik, tetap tenang dan berpikir hati-hati tentang apa yang akan dilakukan dengan kehamilan Anda. Pikirkan baik-baik apakah buruh migran ingin menjaga kehamilan sampai melahirkan, atau mengakhiri kehamilan?

Buruh migran yang tak tahu bagaimana mengatasi kehamilan bisa menghubungi lembaga atau organisasi yang akan membantu buruh migran. Mereka akan membantu mendaftarkan diri ke rumah sakit untuk memeriksa kehamilan, mengurus pulang cuti hamil dan sebagainya. Lembaga tersebut juga akan membantu buruh migran berbicara pada majikan dan agen tentang kehamilan mereka. Merujuk pada UU Ketenagakerjaan dan UU Anti Diskriminasi Seks, majikan tidak boleh memecat buruh migran yang hamil. Larangan untuk memecat buruh migran yang hamil tidak berlaku jika buruh migran melakukan kesalahan serius.

Jika buruh migran memutuskan untuk menjaga kehamilan tersebut, segera pergi ke dokter dan mencari surat keterangan medis yang menyebutkan kehamilan buruh migran. Surat dari medis harus menyebutkan perkiraan tanggal kelahiran bayi yang dikandung. Bicarakan pada majikan jika Anda akan mengambil cuti hamil dan berikan surat medis pada majikan.

Menurut undang-undang, buruh migran dapat melakukan cuti hamil yang dibayar dalam waktu 10 minggu, biaya periksa kehamilan dan melahirkan adalah tanggung jawab pribadi buruh migran dan bukan majikan. Hak buruh migran tersebut dapat berlaku jika telah bekerja selama 40 minggu pada majikan yang sama. Hukum menetapkan jika cuti hamil pertama dilakukan mulai empat minggu sebelum perkiraan tanggal kelahiran bayi. Setiap hari istirahat atau hari libur resmi yang jatuh selama cuti hamil akan dianggap sebagai bagian dari cuti hamil.

3 komentar untuk “Panduan untuk Buruh Migran yang Hamil di Hong Kong (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.