(Bahasa Indonesia) Tak Tahu Nomor KJRI Hong Kong, BMI Pilih Mengadu ke Bethune House

Author

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Pegiat Bethune House dalam tayangan sebuah stasiun televisi di Hong Kong
Pegiat Bethune House dalam tayangan sebuah stasiun televisi di Hong Kong

Rani dan Susi, dua Buruh Migran Indonesia (BMI) ini bekerja di satu rumah majikan di Hong Kong. Rani sudah bekerja 5 bulan dan Susi baru 1 bulan di rumah majikan bermarga Ching. Nyonya berasal dari Taiwan sedang Tuannya asli orang Hong Kong. Serumah 3 orang yakni, Tuan, Nyonya dan anak perempuan umur 8 tahun. Majikan ini memiliki 2 rumah, satu berada di daerah Causeway Bay dan rumah satunya di Stanly. Setiap pagi setelah mengantar sekolah, Rani ke pasar dengan Susi untuk belanja, lalu Rani naik bus ke Stanly untuk membersihkan rumah di Stanly, sedang Susi bersih-bersih di rumah Causeway Way. Majikan laki-laki satu Minggu di Hong Kong dan satu Minggu di China, sedang majikan perempuan tidak bekerja dan setiap hari di rumah mabuk-mabukan.

Tanggal 17 Desember jam 9 malam, Rani dimarahi majikan perempuan saat mengurus anaknya yang dinilai salah oleh majikan perempuan. Selain dimarahi, tangan Rani juga ditarik-tarik. Susi yang melihat langsung merasa takut. Esoknya, tanggal 18 Desember 2013, saat Rani membersihkan rumah di Stanly dan Susi di rumah Causeway Bay, mereka janjian untuk bersama-sama melarikan diri. Susi ikut lari bersama Rani karena tidak ingin menjadi korban selanjutnya dan merasa dirinya terancam.

Rani dan Susi dijemput oleh seorang kawan dan dibawa ke Shelter Bethune House (tempat penampungan BMI bermasalah) yang berada di Jordan. Rani dan Susi masih dalam masa potongan gaji, Paspor Rani dipegang sendiri, sedang Susi masih di tangan agen, karena agen mereka berbeda. Menurut Rani, majikan perempuannya ini hampir setiap hari marah, apalagi saat di bawah pengaruh minuman keras. Rani dan Susi bekerja dari pukul 5.30 pagi sampai jam 11 malam.

Kini Rani dan Susi tinggal di Shelter dan menunggu kasusnya ditangani oleh Mission. Saat saya tanya kenapa tidak melaporkan kasusnya ke KJRI, mereka menjawab nomor telpon KJRI tidak tahu dan karena masih baru di Hong Kong jadi tidak tahu apa-apa. Kondisi yang dialami Rani dan Susi menunjukkan bagaimana BMI masih diberangkatkan tanpa bekal informasi, bahkan nomor KJRI Hong Kong pun tidak mereka ketahui. Beruntung Rani dan Susi dibantu oleh Shelter Bethune House, yang dikelola pegiat buruh migran Filipina. Kasus mereka pun telah dilaporkan ke Polisi Hong Kong dan saat ini ditangani oleh Mission for Migrant. Rani dan Susi berharap kasusnya ini cepat selesai dan ingin mencari majikan yang baru.

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.