(Bahasa Indonesia) Panduan BMI: Pentingnya berinvestasi

Author

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

ilustrasi (foto: http://is.gd/baza5I)
ilustrasi (foto: http://is.gd/baza5I)

“Investasi? ah, saya tidak mau. nanti kalau tertipu bagaimana? nanti kalau rugi bagaimana? nanti kalo bla bla bla bagaimana?” pertanyaan-pertanyaan semacam ini yang sering saya dengar.

Sering mendengar kalimat-kalimat di atas kan? Investasi sepertinya masih menjadi momok untuk beberapa orang di Indonesia. Mereka merasa bahwa investasi merupakan hal yang tidak aman, hanya merugikan, dan tidak ada manfaatnya. Benarkah? apakah benar semua pernyataan tersebut? apakah kita hanya akan rugi dan tidak ada gunanya untuk berinvestasi. Baiklah, coba kita renungkan sejenak.

Pernah melihat orang dengan gaji besar selama dia bekerja, sudah menabung namun tidak bisa menikmati hari tua dengan layak? Atau pernah mendengar orang tua yang “nyebut” biaya pendidikan yang semakin naik sedangkan tabungan pendidikan untuk anaknya yang dikumpulkan selama belasan tahun namun ternyata tidak ada nilainya sama sekali dibanding dengan biaya pendidikan sekarang? Apakah mereka hanya kurang beruntung atau kurang “cerdas”?

Kita hidup di negara Indonesia, negara yang mengalami inflasi dengan nilai yang lumayan tinggi. Bunga yang ditawarkan oleh mayoritas bank di Indonesia nilainya tidaklah lebih besar daripada angka inflasi sehingga andai kita hanya menyimpan uang tersebut di bank, nilainya hanya termakan oleh inflasi. Mungkin beberapa akan bertanya, nilainya dimakan inflasi bagaimana maksudnya?  maksud dimakan di sini adalah misalkan nilai uang kita di bank adalah 1000 namun angka inflasi adalah 10%, maka nilai 1000 kalau mengikuti inflasi adalah menjadi 1.100. Apakah nilai tabungan di bank disesuaikan dengan nilai inflasi? Jawabannya adalah iya andai itu bank milik nenek anda (“hanya bercanda”).

Ada juga yang lebih parah, banyak beberapa orang yang dalam hidup malahan tidak memiliki tabungan atau saving. Misalkan mereka mendapatkan pendapatan sebesar 10juta, pengeluaran mereka sebulan juga sebesar 10juta. Hal yang sangat mengasikan tentunya namun sangat beresiko andai besok kita masih hidup. Dengan pola kehidupan yang seperti itu kita akan mendapatkan banyak masalah, bagaimana kalau kita sakit, bagaimana kalau mobil rusak, bagaimana kalau hal-hal lain yang membutuhkan kita mengeluarkan dana terjadi? Itulah, kenapa kita harus berinvestasi.

Oke, ada beberapa alasan kenapa kita harus berinvestasi :

1) Meningkatkan nilai atau menambah besarnya kekayaan. Investasi jelas akan menambah nilai kekayaan kita andai dilakukan dengan tepat.

2) Mengurangi resiko, karena dengan kita memiliki tabungan dan investasi maka kita telah mempersiapkan diri untuk pengeluaran-pengeluaran lebih atau pengeluaran yang terjadi saat kantong kita “kering”.

3) Melindungi asset. Nah, ini yang tadi dimaksud dengan nilai yang termakan oleh inflasi tadi. Seperti dalam prinsip manajemen “time present value”, nilai uang sekarang lebih tinggi dari nilai uang di masa mendatang.

Alasan-alasan di atas hanya sebagian kecil alasan untuk kita berinvestasi. Selanjutnya selamat merenung dan tentukan apakah anda butuh investasi atau tidak. Hidup itu indah, jangan buat buruk dengan salah perencanaan. (FM)

4 komentar untuk “(Bahasa Indonesia) Panduan BMI: Pentingnya berinvestasi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.