Derita Ani Bekerja di Malaysia

Author

Ani (30) seorang buruh migran dari Desa Babakan Kecamatan Babakan Kabupaten  Cirebon memiliki pengalaman kerja di Malaysia yang pahit. Ia disiksa, tidak diberi makan, mulutnya ditutup dengan lakban, kaki diikat  rantai,  kepala dan kaki diikat pakai tambang,  dan majikan perempuannya selalu cemburu dengan Ani. Ani juga selalu dipukuli kepalanya menggunakan kayu oleh majikan perempuannya. Ani berangkat ke Malaysia pada tahun 1998, kemudian ia pulang ke Indonesia pada tahun 2000.

Asmah Dewi, majikan perempuan Ani, juga cemburu. Ani selama kerja di Malaysia sering menerima siksaan, seperti dipukul kepala menggunakan kayu. Ia sering pula menerima siksaan lainnya. Pakaian Ani pernah juga diaduk  dengan tai kucing. Kepala saya disiram sama air cabe rawit dan Giginya pernah dipukul pakai golok. Akhirnya majikan penasaran, karena saya di siksa tidak pingsan-pingsan dan menyerah, majikan merasa kesal. Ia memulangkan Ani. Majikannya juga pernah berkata bahwa Ani kalau mati dibuang ke dalam jurang.

Kejadian ini berlangsung selama satu tahun. Menurut Ani, kejadian itu berlangsung sejak tahun kedua. Mulanya pada tahun pertama siksaan terjadi. Penyiksaan tersebut terjadi karena kecemburuan majikan kepada Ani. Ani pun tidak punya kesempatan melaporkan ke polisi.

“Penyiksaan ini tidak diketahui orang. Saat menyiksa majikan menutup jendela dan pintu rapat. Ia juga menyalakan radio dengan keras. Bahkan orang-orang di taman kanak-kanak (TK) di belakang rumah pun tidak tahu. Saya pun tidak bisa melaporkan ke polisi,” tutur Ani.

Ani menghabiskan kontrak bersama majikan tersebut selama dua tahun. Selama tahun terakhir tersebut Ani disiksa terus menerus oleh majikan. Meski ia tidak kuat, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ani pulang pada tahun 2000 dengan gaji terbayarkan semua. Kini Ani tidak ingin ke luar negeri lagi. Ia hanya ingin tinggal di rumah orang tua yang sakit.

“Meskipun ada yang menawari, saya tidak mau,” ujar Ani tegas.

Tulisan ini ditandai dengan:ani buruh migran cirebon derita buruh migran Malaysia 

One response to “Derita Ani Bekerja di Malaysia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *