* Berita

KELOMPOK MAMPIS RUNGAN MERINGANKAN EKONOMI KELUARGA

Author

Secara umum ruang lingkup kegiatan usaha koperasi simpan pinjam adalah penghimpunan dan penyaluran dana yang berbetuk penyaluran pinjaman dari dan untuk anggota. Pada perkembanganya memang koperasi simpan pinjam tidak saja melayani anggota, tetapi juga masyarakat luas.Begitu pula yang terjadi pada kelompok usaha simpan pinjam “Mampis Rungan” yang beranggotakan para Mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Desa Moyo Mekar, Kecamatan Moyo Hilir.

Kelompok “Mampis Rungan”yang baru saja merintis usaha simpan pinjam sejak Juli 2013, sudah mampu memberikan pinjaman kepada 10 orang nasabah dengan bunga yang rendah yakni 3,3% per bulan. Sejauh ini yang boleh meminjam masih sebatas anggota saja.

“Jasa simpan pinjam sementara hanya melayani anggota, namun apabila aset sudah menukupi, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat selain anggota kelompok juga bisa menjadi nasabah,” tutur Rusdianti(31), Sekretaris Kelompok Mampis Rungan.

Selain usaha simpan pinjam, kelompok ini juga menjalankan usaha katering dan usaha tenun (kere sesek), Kelompok usaha ini sudah berjalan sejak 2012 dan sejauh ini peralatan masak yang dimiliki sudah lengkap yang kesemuanya merupakan hasil dari usaha tersebut. Kelompok usaha katering  menjadi salah satu katering yang diminati masyarakat Moyo Hilir, karena rasanya yang cocok dengan lidah orang Sumbawa, dan harganya yang juga relatif murah.

“Bagi Saya harga makanan di Katering kelompok mantan TKI Mampis Rungan cukup terjangu, selain itu rasa masakannya juga enak,” Tutur Daeng Salahudin (39), Warga Desa Leseng, Moyo Hulu, Sumbawa, NTB.

Jenis makanan yang ditawarkan oleh kelompok TKI Mampis Rungan mulai dari kue kering, camilan, aneka roti, kue bolu, bahkan sampai pemesanan nasi bungkus. Produksi makanan dilakukan oleh 7 anggota kelompok secara bersama di rumah salah satu anggota.

“Melalui Kelompok Mampis Rungan, para mantan buruh migran perempuan bisa membantu menambah pendapatan keluarga untuk membeli kebutuhan sehari-hari,”, demikian diungkapkan Sardianti (32) yang juga salah seorang anggota kelompok. Pernyataan senada juga diungkapkan Wahidah (33), “Kalau saja dari dulu saya usaha begini, ngapain capek-capek ke Saudi.”.

Bagi pembaca yang ingin mencicipi masakan dari Katering Mampis Rungan, silahkan datang ke alamat Kami, Rt 07/Rw 03 Desa  Moyo Mekar, Kecamatan  Moyo Hilir.

Tulisan ini ditandai dengan:Sukses TKI tenaga kerja indonesia 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *