Berita

Regenerasi Kepengurusan ATKI Taiwan

Author

Beberapa pengurus ATKI Taiwan
Beberapa pengurus ATKI Taiwan

Salah satu tantangan bagi setiap organisasi Buruh Migran Indonesia di negara penempatan adalah menjaga proses regenerasi dan transfer pengetahuan berorganisasi pada anggota baru. Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) Taiwan misalnya, mereka memiliki tradisi pemilihan ketua setiap 2 tahun sekali (mengikuti masa kontrak kerja).

Pada Minggu (15/04/12), pegiat ATKI Taiwan melangsungkan pemilihan ketua di Taman 228, Taiwan. Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Asia Pasific Mision for Migran (APMM), perwakilan Ikatan Pekerja Indonesia Taiwan (IPIT), dan Taiwan International Workers Association (TIWA).

Proses berorganisasi merupakan instrumen penting dalam membangun solidaritas dan perjuangan antar buruh migran di negara penempatan. Keterbatasan masa kepengurusan selama 2 tahun, bahkan terkadang kontrak kerja belum selesai mereka harus pulang, tidak membuat pegiat-pegiat ATKI Taiwan patah semangat untuk menjaga ritme perjuangan.

“Dengan berorganisasi, maka BMI di Taiwan saling berbagi pengetahuan. Organisasi akan menjadi ruang untuk membangun solidaritas, memperjuangkan, dan mempertahankan hak-hak BMI. Selain memperkuat organisasi, ATKI Taiwan juga harus melakukan kerja jaringan dengan pelbagai pihak untuk memperluas kampaye persoalan BMI di Taiwan” tutur Atin Safitri, Ketua ATKI Taiwan yang terpilih untuk kedua kalinya.

ATKI Taiwan terus berusaha menjadi organisasi BMI yang dinamis, menjadi ruang untuk berhadapan dengan banyak persoalan, baik persoalan di Indonesia, perwakilan pemerintah di Taiwan, persoalan di tempat kerja, PPTKIS, agensi di Taiwan, majikan, dan banyak lagi lainnya. Atas dasar tersebut ATKI Taiwan melakukan pelbagai kegiatan dari diskusi, seminar, penanganan kasus, hingga demontrasi untuk menuntut dikembalikannya hak-hak BMI yang dirampas.

Acara pemilihan ketua ATKI Taiwan diwarnai pembacaan puisi oleh Dwi (25) pegiat wilayah Yi Lan. Puisi yang dibacakan berjudul Kaum Perempuan Indonesia, sebuah sajak tentang perempuan yang berabad-abad ditindas dan diperas. Puisi berjudul Perjuangan Ibu Kartini juga dibacakan Hani (26), pegiat di wilayah Tai Chung. Acara kemudian ditutup dengan hiburan tebak berhadiah dan foto bersama yang dipandu Anie Inayah (25), pegiat ATKI Taiwan wilayah Tao Yuan.

—————————————————————–

Berikut Kepengurusan ATKI Taiwan periode 2012/2014:

  1. Ketua: Atin Safitri
  2. Wakil: Afri Yanto
  3. Sekertaris: Anie Inayah
  4. Bendahara: Mapuah
  5. Koordinator Nelayan: Soghie
  6. Cabang Tai chung: Hany dan Ani Rahayu

 

2 komentar untuk “Regenerasi Kepengurusan ATKI Taiwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.