Produksi Keset Mantan TKI Banyumas

Author

Contoh produk keset karya anggota kelompok mantan TKI di Banyumas
Contoh produk keset karya anggota kelompok mantan TKI di Banyumas

Paguyuban Seruni Banyumas bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) PPGA Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) Purwokerto terus mendampingi produksi keset kelompok mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari 4 desa di Banyumas.

Mantan dan suami-suami TKI di Desa Gumelar, Datar, Cihonje, dan Paningkaban kini mengelola sentra ekonomi yang memproduksi kerajinan berbahan baku limbah kain perca. Mereka memproduksi keset kain dan beberapa variasi produk seperti taplak meja, sajadah, placemate, gantungan kunci, dan lain-lain.

Produksi keset yang dilakukan kelompok mantan TKI di Banyumas ini turut melengkapi permintaan keset yang cukup tinggi di pasaran. Data Mutiara Handycraft, mitra yang membantu pasokan bahan baku dan pemasaran usaha mantan TKI ini, menunjukkan permintaan untuk Pasar Tanah Abang di Jakarta mencapai 100.000 keset per bulan. Sementara kekuatan produksi kelompok mantan TKI dari 4 desa di Banyumas masih berkisar 5 kodi (1 kodi berisi 20 buah) per minggu.

Setiap sentra ekonomi mantan TKI memiliki mesin jahit yang jumlahnya berbeda. Pengerajin di Desa Paningkaban memiliki 17 mesin jahit untuk 20 orang anggota, Desa Gumelar 2 unit untuk 10 orang anggota, Desa Cihonje 1 unit untuk 5 anggota, dan Desa Datar 2 unit 8 orang anggota.

Kemampuan produksi per hari tergantung keahlian seorang pengerajin, bagi mereka yang sudah ahli dalam sehari mampu memproduksi 10 hingga 15 buah keset, sementara bagi pemula hanya mampu memproduksi 1 hingga 5 buah keset perhari.

Seorang peserta pelatihan saat mencoba membuat kerajinan Keset Kain Perca
Seorang peserta pelatihan saat mencoba membuat kerajinan Keset Kain Perca

Biaya Produksi dan Perhitungan Usaha 

Pasokan bahan baku berupa limbah kain perca dari industri garmen dapat dibeli setiap pengerajin melalui Mutiara Handycraft Banyumas sebagai mitra kerja. Jika menghitung biaya produksi 5 buah keset, setiap pengerajin akan membutuhkan:

  • 1 Kilogram limbah kain perca. Harga Rp. 6.000,-
  • Benang dan Iuran listrik Rp.2500,- (dibayarkan sebagai iuran kelompok)
  • Total modal membuat 5 keset adalah Rp.7500

Keset dengan kualitas 12 lapis kain perca bisa dijual sendiri ke pasar atau dijual ke kelompok dengan harga Rp.8.000. Sementara jika keset dibeli Mutiara Handycraft, maka per keset dihargai Rp.5.000,-. Pemasaran produk keset mantan TKI ini dilakukan melalui 3 jalur, pengerajin menjual sendiri di pasar, Mutiara Handycraft sebagai mitra memasarkan ke Jakarta dan wilayah pemasaran di Jawa Tengah, serta Paguyuban Perlindungan Buruh Migran dan Perempuan Seruni Banyumas untuk dipasarkan di wilayah Banyumas dan promosi produk di beberapa acara pameran.

Usaha produksi keset terhitung tidak terlampau rumit. Kelompok mantan TKI hanya membutuhkan mitra untuk pemasaran produk sekaligus menjadi pemasok bahan baku, membuat pelatihan singkat, menggalang modal berupa mesin jahit, serta lokasi yang akan dijadikan sentra ekonomi kelompok. Mantan TKI cukup memiliki kemampuan menjahit dasar untuk menjadi seorang pengerajin.

Tantangan usaha ini adalah kemampuan membuat kontrol kualitas atau standar produksi. Kualitas keset dapat ditentukan dari lapisan tumpukan kain (standar berisi 12 tumpuk), pola lipatan, kemampuan memadukan warna, kombinasi, dan kreatifitas menciptakan motif. Bagi anda yang ingin belajar usaha produksi keset dapat menghubungi Lili Purwani, Ketua Paguyuban Perlindungan Buruh Migran dan Perempuan Seruni Banyumas melalui alamat email seruni.seru@gmail.com

One response to “Produksi Keset Mantan TKI Banyumas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *