Tim Reaksi Cepat Satria Sambut Baik Perlindungan Anak Keluarga Migran

Bayumas — Paguyuban Peduli Buruh Migran dan Perempuan Seruni Banyumas menghadiri koordinasi dan sosialisasi Tim Reaksi Cepat (TRC) penanganan anak (23/11/2011). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Panti Sosial Petirahan anak (PSPA) Satria, Baturraden Banyumas. TRC dibentuk sejak 18 Juni 2011.

Kepala PSPA ‘Satria’ Baturraden, Restriyaningsih, dalam sambutannya menyebutkan bahwa TRC dibentuk untuk menangani secara cepat anak-anak korban bencana alam dan kekerasan fisik oleh orang tua atau pihak lain. Perempuan yang akrab disapa Bu Ning ini juga meminta lembaga-lembaga yang hadir, seperti Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas), Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3), Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Korban Berbasis Gender (PPT-PKBGA), Panti-Panti Asuhan, Paguyuban Peduli Buruh Migran dan Perempuan ‘Seruni’ Banyumas, dan RRI untuk turut mensosialisasikan tim ini kepada masyarakat. Organisasi-organisasi yang hadir juga diminta untuk bekerjasama dalam penanganan persoalan perlindungan anak.

Sejak didirkan TRC PSPA Satria telah menangani beberapa persoalan korban Merapi, bencana alam di Kemawi Banyumas, dan juga kekerasan fisik yang pernah dialami seorang anak di Banjarnegara. Hesti Ambar Widagdo, Koordinator TRC PSPA Satria, dalam pemaparan visualnya menampilkan foto-foto kegiatan di beberapa tempat, seperti Magelang, Banyumas dan Banjarnegara.

“Tim Reaksi Cepat kami sudah bergerak, walaupun baru beberapa waktu didirikan. Kami siap berkoordinasi dengan lembaga sosial manapun, baik pemerintah, LSM atau yang lainnya untuk menyelesaikan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ” Ujar Ambar yang disambut antusias peserta.

Seruni yang diwakili Lili Purwani dan Suswoyo, turut memberi saran agar TRC PSPA menyentuh persoalan-persoalan yang dialami anak-anak keluarga migran. Kasus kekerasan dan persoalan anak keluarga buruh migran, atau yang kerap dikenal Tenaga Kerja Indonesia (TKI), juga tak kalah banyak dan membutuhkan pendampingan.

“Kami banyak menemukan anak-anak keluarga migran, terutama mereka yang gagal sebagai TKI, terus jatuh miskin, lantas anak terbengkalai sekolahnya. Atau anak-anak yang orang tuanya terkena kasus di luar negeri, yang berdampak secara psikologis terhadap anak-anaknya. Yang demikian itu sudah pasti membutuhkan penangananan perlindungan yang cepat. Kami minta TRC PSPA ‘Satria’ ke depan bisa terjun lebih dalam ke permasalahan anak migran ini” ujar SusWoyo.

Masukan Seruni disambut baik oleh Sekretaris Tim Reaksi Cepat PSPA ‘Satria’ Baturraden Arif Putranta. Kepala PSPA Satria Baturraden turut memberikan kesempatan kepada Seruni untuk berdiskusi tentang perlindungan anak keluarga Migran. Ajakan berkolaborasi tersebut mendapat sambutan positif dari Lili Purwani selaku ketua Paguyuban Peduli Buruh MIgran dan Perempuan Seruni. (**)

SusWoyo

About SusWoyo

Suswoyo adalah mantan pekerja migran di Brunei Darussalam. Saat ini aktif menjadi pegiat Paguyuban Peduli Buruh Migran dan Perempuan SERUNI Banyumas. Aktif menulis cerpen terkait isu-isu buruh migran
This entry was posted in Agenda, Inspirasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.
  • wawan kurniawan

    saya wawan kurniawan,adik saya (wike artiwi13 tahun)diperkosa hingga hamil oleh ayah tirinya(juri rusrahman)dari krang ampel indramayu jawa barat,tolong pihak ppa bantu saya untuk menangkap pelaku,karena pelaku kabur.no hp saya 087744468738