(Bahasa Indonesia) KOPI Jatinom Bersinergi dengan Pemerintah Desa: Membangun Pelindungan dan Pemberdayaan PMI

Author

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Blitar – Permasalahan yang dihadapi oleh pekerja migran Indonesia (PMI) merupakan tantangan kompleks yang membutuhkan solusi terintegrasi. Kerentanan pekerja migran sering kali menjadikan mereka korban dalam proses migrasi, yang pada dasarnya dilakukan untuk meningkatkan kondisi ekonomi pribadi dan keluarga di masa depan. Oleh karena itu, pentingnya kerja sama antara komunitas PMI dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam menangani isu ini.

Dalam rangka memberikan pelindungan dan edukasi kepada PMI, pemerintah desa memiliki peran strategis melalui Program Pelindungan PMI. Langkah-langkah konkret telah diambil, termasuk pendataan dan penyuluhan kepada calon pekerja migran Indonesia (CPMI). Kerjasama antara pemerintah desa dan komunitas pekerja migran menjadi semakin penting, mengingat kedua pihak ini merupakan lembaga yang paling dekat dengan masyarakat.

Komunitas Pekerja Migran Indonesia (KOPI) Jatinom, Sutojayan, Blitar dan pemerintah desa setempat sepakat untuk memberikan kewenangan kepada komunitas sebagai Tim Relawan. Tim relawan yang juga merupakan anggota KOPI bertugas memberikan informasi kepada CPMI yang berencana bekerja di luar negeri. CPMI diwajibkan datang ke sekretariat atau menghubungi anggota komunitas dengan membawa surat pengantar dari desa. Selanjutnya, komunitas memberikan edukasi atau pemahaman kepada CPMI sebelum mengurus persyaratan formal.

Proses berlanjut dengan pemberian surat pengantar dari komunitas kepada CPMI, yang kemudian disampaikan kepada pemerintah desa untuk mendapatkan surat pengesahan izin keluarga. Pendampingan yang dilakukan meliputi penyampaian beberapa hal yang penting untuk diperhatikan seperti tantangan berperilaku di negara orang, tantangan pergaulan, komitmen dengan pasangan atau keluarga, manajemen keuangan serta pemberdayaan.

Foto: kegiatan edukasi kepada CPMI oleh KOPI Jatinom

KOPI mengimbau agar CPMI berhati-hati di negara orang karena perbedaan budaya, bahasa, peradaban, peraturan, dan undang-undang dapat menimbulkan risiko. Pemahaman yang baik sangat diperlukan untuk menghindari kesalahan di masa mendatang. Selain itu, menjadi bijak dan hati-hati dalam memilih teman bergaul, karena pilihan teman dapat berdampak pada keberhasilan dan keselamatan diri sendiri.

Menekankan pada niat awal bekerja ke luar negeri, agar komitmen terhadap pasangan atau keluarga tetap terjaga. Memberikan panduan mengenai pengaturan keuangan keluarga dari hasil kerja di luar negeri (remitansi), dengan fokus pada tingkat ekonomi dan prioritas yang benar. Memberikan saran dan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan ekonomi yang produktif, bukan konsumtif.

Dengan adanya kerja sama yang erat antara desa dan komunitas, diharapkan program pendataan dan penanganan kasus terkait PMI dapat berjalan lebih efisien. Harmonisasi hubungan antara pemerintah desa dan komunitas diharapkan semakin solid, menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan sukses bagi para PMI.

“Dalam penanganan CPMI, PMI dan purna PMI, KOPI sangat membantu pemerintah desa,” ujar Kepala Desa Jatinom.[Waluyo, Redaksi KOPI Jatinom]

Tulisan ini ditandai dengan: Desa Jatinom komunitas pekerja migran layanan bmi 

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.