(Bahasa Indonesia) Tips BMI/TKI Naik MTR di Hong Kong

Author

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Kartu Octopus yang Bisa Digunakan untuk Naik MTR
Kartu Octopus yang Bisa Digunakan untuk Naik MTR. Sumber Foto : discoverhongkong.com

Negara penempatan berbeda dalam banyak hal dengan negara asal buruh migrant. Bahasa, budaya, kondisi lingkungan, peraturan dan bahkan transportasi yang digunakan kadang berbeda. Hong Kong misalnya, sebagai salah satu negara penempatan buruh migran, mereka memiliki transportasi publik bernama Mass Transit Railway (MTR), jenis transportasi yang tidak ada di Indonesia.

MTR merupakan transportasi yang jamak digunakan oleh warga Hong Kong, termasuk juga buruh migran di sana. Ada seperangkat aturan yang perlu ditaati penumpang untuk menggunakan MTR. Salah satunya tidak boleh berada di area peron lebih dari 30 menit. Fera Nuraini, kontributor PSD-BM di Hong Kong menceritakan pengalamannya ketika ia terkena denda gara-gara terlalu lama di peron MTR.

Sabtu, 7 September 2013 Fera naik MTR dari Causeway Bay menuju Yau Tong untuk menemui seseorang. Ia tidak keluar dari peron MTR, tetapi ngobrol dengan posisi masih berdiri di dalam area peron. Singkat cerita acara ngobrol kelar dan Fera jalan lagi ke arah kereta. Ia menelpon sana sini tetapi belum ada teman yang bisa ditemui, akhirnya ia duduk manis di dalam peron sembari main jejaring sosial kurang lebih 1 jam.

Fera kemudian naik MTR kembali dan turun di daerah Central Hong Kong. Untuk bisa keluar dari area MTR, octopus/tiket harus digunakan kembali. Ketika digunakan, octopus Fera ternyata macet. Ia tidak bisa keluar dan harus ke service centre untuk dilakukan pengecekan.

“Ternyata tiket macet disebabkan karena sejak perjalanan awal dan transit ia berada di area peron dan tidak keluar selama 2,5 jam. Dengan kejadian itu saya terkena denda HK$55 (Rp.80) karena terlalu lama di area peron MTR, karena maksimal berada di peron hanya 30 menit,”kata Fera.

Fera sempat menuliskan pengalamannya di Facebook. Banyak kawan-kawan buruh migran Hong Kong yang mengalami hal serupa, dan bahkan sampai ada yang kena denda HK$500. Salah seorang buruh migran bercerita kalau ada MTR kelas premium dengan sofa bagus. Untuk naik MTR itu bayarnya mahal dan tidak semua orang bisa masuk. Tetapi karena tidak tahu, saat ada kereta berhenti mereka langsung masuk begitu saja dan baru sadar saat didekati petugas dan diminta tiket/octopus. Mereka yang salah masuk dan tidak tahu ada peraturan itu tetap saja terkena denda.

Pengalaman Fera terkena denda ini memang cerita lama, tetapi menurut Fera, peraturan di Hong Kong akan tetap berlaku sampai kapan saja selama itu belum ada perubahan resmi. Fera berpesan agar kawan-kawan buruh migran yang transaksi di peron MTR, agar jangan terlalu lama di dalam MTR apalagi kalau octopus dalam keadaan on atau sudah di tut ke mesin. Ia juga berpesan agar buruh migrant tidak salah masuk kereta, jika tidak denda adalah akibatnya.

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.