News

Indramayu dan Cirebon Masuk Tiga Besar Pengirim BMI Se-Indonesia

Author

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Ilustrasi Perekrutan TKI
Ilustrasi Perekrutan TKI

Besarnya jumlah warga Kabupaten Indramayau dan Cirebon yang menjadi Buruh Migran, menjadikan dua Kabupaten tersebut masuk dalam daftar tiga besar pengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Se-Indonesia.

Data penempatan TKI tahun 2013 yang tersedia di website BNP2TKI menyebutkan, Indramayu berada di posisi kedua  penempatan TKI dengan total 28.410 orang dan Cirebon pada posisi ketiga pengirim TKI terbanyak se-Indonesia dengan jumlah 18.675 orang. Untuk posisi pertama, Lombok Utara masih menjadi wilayah kantung TKI terbesar di Indonesia dengan jumlah 33.287 orang.

Tingginya jumlah penempatan TKI Cirebon dan Indramayu, menjadikan peran pemerintah cukup penting untuk melakukan perlindungan dan pengawasan terhadap warga yang bekerja di luar negeri.

Hal ini juga disampaikan oleh Castra Aji Sarosa, koordinator Forum Warga Buruh Migran Indonesia (FWBMI) Cirebon. Menurutnya, perlindungan bagi para buruh migran harus mulai ditingkatkan. Perlindungan tersebut bukan hanya terkait dengan masalah hukum, namun juga pembekalan sebelum pemberangkatan, pendataan yang lengkap dan juga diseminasi informasi tentang TKI yang bisa dirasakan oleh masyarakat bawah.

“ Seharusnya TKI itu sebelum berangkat harus lapor dan didata di Desa dan juga Disnakertrans terlebih dahulu, sehingga ketika ada masalah akan lebih mudah. Selain itu, pembekalan bagi TKI juga perlu ditingkatkan dan jangan hanya sekedar formaslitas, karena permasalahan yang dialami oleh TKI, kebanyakan dikarenakan pemahaman dan pembekalan yang kurang” Ujar Castra, Senin (26/5)

Untuk Kabupaten Cirebon, pada tahun 2013 mengalami lonjakan pengiriman TKI cukup signifikan dibandingkan pada tahun 2012 lalu yang hanya berjumlah 16.755 orang. Bila dibandingkan dengan jumlah TKI pada tahun 2013 yang mencapai 18.675, menunjukkan ada peningkatan sekitar 2000 orang yang dikirim menjadi TKI ke Luar Negeri.

 

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.