(Bahasa Indonesia) Klinik Pewartaan Buruh Migran Banyuwangi

Author

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Khotib, Pegiat SBMI Banyuwangi saat praktik mewancarai Winarti
Khotib, Pegiat SBMI Banyuwangi saat praktik mewancarai Winarti

Sejak pukul 09.30 WIB (23/03/13), beberapa mantan buruh migran sudah berkumpul di sekretariat Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Banyuwangi di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo. Selama dua hari (23–24 Maret 2013) SBMI Banyuwangi menggelar kelas pewartaan buruh migran dan rapat redaksi Majalah Titian Desa.

Kelas belajar pewartaan buruh migran merupakan agenda SBMI Banyuwangi untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan anggotanya dalam bidang pewartaan dan pengelolaan informasi. Pelatihan melibatkan 11 anggota SBMI Banyuwangi yang aktif menjadi Tim Program Pemberdayaan Buruh Migran Perempuan di Tempat Asal.

“Sebelum membuat media informasi bagi kawan-kawan BMI di Banyuwangi, kawan-kawan anggota SBMI butuh belajar mengenal apa itu informasi dan bagaimana informasi bisa dikelola secara mandiri oleh komunitas BMI. Pengetahuan kelola informasi penting untuk memperkuat posisi tawar BMI, karena sampai saat ini salah satu persoalan BMI adalah minimnya akses informasi,” ungkap Fathulloh, salah satu fasilitator dalam kelas belajar tersebut.

Hari pertama peserta akan diajak belajar mengenai apa itu informasi, bagaimana mengemas informasi, dan bagaimana mengelola media untuk penyebaran informasi bagi BMI. Sementara di hari kedua pegiat SBMI Banyuwangi melakukan simulasi wawancara dengan menemui beberapa mantan, keluarga BMI, dan pemerintah desa.

Penguatan kapasitas pewartaan akan menjadi bekal bagi para pegiat SBMI untuk mengelola berbagai informasi yang dibutuhkan BMI, khususnya di Kabupaten Banyuwangi. SBMI Banyuwangi berharap bisa mencetak pewarta buruh migran yang handal, agar pelbagai informasi dan pengetahuan penting seputar proses migrasi, penanganan kasus, tata kelola ekonomi, dan kebijakan buruh migran bisa disuarakan langsung oleh para BMI sendiri.

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *