Guidelines

(Bahasa Indonesia) Modus Pemerasan terhadap BMI Cuti di Bandara

Author

mungkin ini bisa di jadi kan tips bagi yg cuti dari negri penempatan Timur Tengah dan belum mempunyai KTKLN ketika cuti nya
sebelum pulang cuti persiapkan dokumen nya ( passport, surat cuti ( re-entri letter ) , tiket , PK ( Perjanjian Kerja ) dan kl ada ID card nya ) dokumen-dokumen tsb ketika di bandara khusus TKI jg sampe berpindah tangan ke orang lain, meskipun ke tangan petugas yg mengaku petugas BNP2TKI . karena sy dah berapa kali mengantarkan orang yang cuti dr Timur Tengah ternyata saya menemukan hal yg aneh di luar biasa nya, dan itu terjadi dua kali terhadap BMI dg waktu yg tdk bersamaan , kok PK dan surat cuti ( re-entry letter ) nya di tahan oleh PT / agency nya yg memberangkat nya ketika BMI pulang cuti, penahanan dokumen itu di lakukan di terminal khusus TKI di Jakarta. dan dokumen tsb di tukar dg secarik kertas yg berisikan inturksi datang ke PT/ agency tsb pada tanggal yg di tulis tangan oleh petugas di tempat tsb, lengkap dg rute perjalanan nya baik dr terminal bis atau station kereta api, menuju kantor PT/ agency itu, sehinga ketika BMI itu datang ke PT/ agency itu di mintain biaya sebesar Rp 2.000.000,- , untuk menjaga penahan dokumen tsb mungkin perlu di potocopy sehingga kl di paksa di ambil pun itu potocopy nya supaya nanti waktu pembikinan KTKLN di BP3TKI Jakarta aaatau Daerah bisa sendiri tidak melalui PT/agency itu , sehingga kita bisa menghemat uang yang kita dapat dengan jerih payah itu,
terimakasih semoga bermanfaat

Tulisan ini ditandai dengan: KTKLN mandatori KTKLN pembuatan KTKLN 

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.