Muhaimin Iskandar Kecewakan Mantan TKI di Banyuwangi

Author

Tampak Menakertrans Muhaimin Iskandar yang disambut kader-kader PKB di lokasi acara
Tampak Menakertrans Muhaimin Iskandar yang disambut kader-kader PKB di lokasi acara

BANYUWANGI – Ratusan mantan Buruh Migran Indonesia (BMI) Banyuwangi, Selasa 26 Maret 2013 menghadiri dialog publik yang digelar Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) bekerja sama dengan Gabungan Aliansi Rakyat Daerah untuk Buruh Migran Indonesia (Garda BMI) di Pondok Pesantren Baitussalam, Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Dialog publik yang bertema “Sosialisasi Jangan Berangkat Sebelum Siap” tersebut dihadiri Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar.

Ratusan BMI yang datang sejak pukul 13.00 WIB harus menelan kekecewaan karena Muhaimin Iskandar baru tiba di lokasi sekitar pukul 16.45 WIB. Kekecewaan bertambah ketika Muhaimin Iskandar menyampaikan pidato berdurasi 13 menit yang hanya sedikit menyinggung persoalan BMI. Acara yang diperkirakan menjadi ruang dialog antara Menakertrans dengan para mantan BMI, mendadak berubah menjadi ajang kampanye. Dalam pidatonya, Muhaimin Iskandar lebih banyak bercerita soal bakal calon legislatif yang akan diusung PKB Banyuwangi di Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang akan datang.

‘’Saya sangat kecewa sekali dengan kejadian ini. Saya dan teman-teman itu diundang untuk acara dialog dengan pak Menteri, lha kok jadinya hanya kampanye dan tidak ada dialog, Pak Menteri pidato soal caleg, terus acara selesai, nah mana dialog soal TKI nya?,’’ ungkap Nurul (23) salah seorang keluarga buruh migran dengan nada kesal.

Banner acara yang memicu kekecewaan para mantan BMI Banyuwangi. Dalam banner tertera tulisan dialog publik, namun kenyataannya tidak ada dialog sama sekali
Banner acara yang memicu kekecewaan para mantan BMI Banyuwangi. Dalam banner tertera tulisan dialog publik, namun kenyataannya tidak ada dialog sama sekali

Sekitar 350 lebih mantan buruh migran sempat mengelu-elukan kedatangan Muhaimin, namun di akhir acara mereka harus menelan pil pahit. Konsep-konsep pertanyaan yang sebelumnya telah mereka siapkan untuk ditanyakan langsung kepada Menakertans, akhirnya hanya bisa dipendam saja.

Sejurus dengan apa yang diungkapkan Nurul, Khotib (36) warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo juga mengaku kecewa sekali dengan panitia yang dinilainya telah membohongi para mantan BMI di Banyuwangi.

‘’Bagaimana kami tidak kecewa, kami ini datang dengan ikhlas karena agendanya memang dialog dengan Menteri. Bahkan ketika jadwal pertemuan mundur hingga tiga lebih, kami tetap sabar menunggu Bapak Menteri. Jadi wajar jika kami mengekspresikan kemarahan yang beragam, ada yang berteriak, menunjuk-nunjuk, memukul-mukul kursi, dan lain-lain.’’ terang Khotib didampingi rekan-rekan mantan buruh migran.

Dalam sambutan, Muhaimin sempat menyampaikan harapan-harapannya kepada para BMI di Banyuwangi, namun itu hanya disampaikan sedikit, pidato lebih banyak menerangkan para calon legislatif yang di 2014 nanti akan mencalon diri menjadi wakil rakyat.

‘’Diantara kita ada beberapa calon anggta DPR, DPRD I, dan DPRD II,’’ jelas Muhaimin sembari memperkenalkan nama-nama yang pada 2014 nanti akan mencalonkan diri menjadi anggota dewan.

Bukan itu saja, Muhaimin juga mengharap dukungan dan doa restu dari para hadirin agar niat para calon dewan tersebut lancar dan berhasil baik.

Pidato yang membuat para mantan buruh migran lebih kecewa adalah ungkapan Muhaimin yang menyatakan mereka yang mencalonkan diri tersebut bukan untuk menjadi anggota DPR, tetapi ingin memperjuangkan para BMI melalui DPR.

‘’Bedanya, kalau yang lain maju karena ingin menjadi DPR, tetapi mereka ini ingin memperjuangkan BMI melalui DPR. Untuk itu mohon dukungannya,’’ imbuh Muhaimin dalam sambutannya.

Kekecewaan para mantan buruh migran ini memuncak, ketika Muhaimin menutup sambutannya tanpa memberi kesempatan dialog dengan mantan buruh migran. Meski Mariyatul Qibtiyah, Ketua panitia penyelenggara menyampaikan permintaan maaf atas insiden ini, namun para mantan buruh migran sudah terlanjur kecewa tersebut memilih tetap meninggalkan tempat dan tidak mengindahkan permintaan maaf tersebut.

Sementara itu, Wawan Kuswanto, Ketua SBMI (Serikat Buruh Migran Indonesia) Cabang Banyuwangi mengaku kecewa dengan panitia juga Menakertans yang dinilainya telah melakukan pembohongan publik. Ditegaskan Wawan, bahwa pihak SBMI telah berinisiasi baik dengan menghadiri acara dan tidak menggelar demonstrasi, namun yang terjadi tidak ada kesempatan dialog sama sekali.

‘’Apapun alasannya, kami sulit bisa menerima penjelasan panitia. Karena selain dalam undangan diagendakan acara dialog, para undangan yang bukan mantan buruh migran pun mengerti dan menganggapnya memang acara dialog antara Menakertans dengan buruh migran. Tapi kenyataannya kan tidak ada acara dialognya. Lebih parah lagi, acara kok tiba-tiba, malah jadi ajang kampanye,” ungkap Wawan jengkel. (Bahrul Ulum)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *