Layanan “HALO TKI” yang Tak Bisa Melayani TKI

Author

kantor BNP2TKI
Kantor BNP2TKI (sumber foto: jakartapress)

Dunia Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memang tak akan pernah sepi dari permasalahan. Memang optimisme sempat muncul ketika para petinggi di departemen Ketenagakerjaan membuat badan-badan yang menanggulangi permasalahan TKI. Mulai dari Badan Nasional perlindungan dan Penempatan TKI (BNP2TKI), Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) hingga call center bebas pulsa 08001000. Dengan seabrek badan itu, kiranya keluhan dan kesengsaraan TKI dapat berkurang atau hilang.

Sayangnya badan-badan yang dibentuk untuk menjadi pengayom TKI tersebut ternyata berubah menjadi badan yang membuat TKI makin bingung dan malah sengsara. Permasalahan terpanas adalah pengurusan KTKLN yang sampai sekarang tak jelas jluntrungannya. Banyak pihak mensinyalir bahwa pengurusan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) adalah saluran baru yang diciptakan untuk meraup pundi-pundi rupiah dari para TKI.

Para TKI kembali harus menjadi korban dari birokrasi yang amburadul. Memang tak selamanya badan-badan perlindungan TKI itu membuat masalah. Ternyata mereka juga bisa membuat ketawa atau melucu. Seperti kejadian yang saya alami tanggal 19 September 2011 ini.

Saya menelepon call center HALO TKI di 08001000. Maksud saya menelepon HALO TKI adalah untuk menanyakan alamat dan nomor kantor BP3TKI Medan, Sumatra Utara dan Ciracas, Jakarta Timur. Namun operator menyatakan bahwa nomor BP3TKI Medan dan Ciracas tidak bisa dipublikasikan. Awalnya saya merasa aneh dengan keadaan ini, jadi bagaimana seandainya ada TKI yang ingin mengurus KTKLN namun tidak tahu alamat pengurusannya?

Beberapa menit kemudian, saya kembali menelepon HALO TKI untuk menanyakan alamat BNP3TKI Medan dan ternyata saya mendapati jawaban yang berbalik 180 derajat dari jawaban operator pertama. “Sebentar mbak, Apa tidak perlu saya beri nomor telepon kantor BNP3TKI Medan?” Kalimat dari seberang yang mengagetkan saya.

Halah, ini apa tho? Tadi operator yang satu menyatakan bahwa nomor telepon BNP3TKI tidak untuk dipublikasikan, tapi operator yang lain malah menawarkan. Lucu tidak? Apa yang sebenarnya terjadi, silahkan menafsirkan sendiri.

Langkah saya berikutnya adalah menelepon Kantor BNP3TKI terdekat, sayangnya nomor telepon yang diberikan oleh HALO TKI sepertinya tidak bekerja. Ada nomor yang memang tak lagi aktif dan ada juga yang tak pernah diangkat. Pulsa pun habis, solusi tak ada.

Pendampiangan yang dijanjikan pemerintah untuk para TKI ternyata tidak bekerja dengan baik. Ini koreksi yang seharusnya mendapat perhatian besar dari pemerintah khususnya Jumhur Hidayat.

Sebelum saya cuti pulang ke Indonesia, saya pernah 2 kali mengirim Sort Message Service (SMS) ke nomor +622129244800 ,nomor layanan untuk TKI di luar negeri milik BNP2TKI untuk menanyakan tentang pengurusan KTKLN, tapi hasilnya nihil tak ada balasan sama sekali. Saat di Indonesia saya kembali mencoba SMS ke nomor layanan bebas pulsa untuk TKI di dalam negeri 7266, hasilnya pun tetap sama, nihil tak ada balasan.

Nomor-nomor diatas semua adalah milik BNP2TKI. Tapi apa gunanya jika mengirim SMS yang berisi keluhan dan pertanyaan karena ketikdaktahuan TKI tak ada balasan sama sekali? Inikah kelakuan badan yang katanya ingin melindungi dan membantu TKI?

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *