Berita

Buruh Migran Sukabumi Berdaya Melalui Pengelolaan Informasi

Author

Ibu Lilis salah satu peserta pelatihan pengelolaan informasi buruh migran sedang melakukan praktik pewartaan
Ibu Lilis salah satu peserta pelatihan pengelolaan informasi buruh migran sedang melakukan praktik pewartaan

Sukabumi–Setiap orang mempunyai cerita dan kisah. Agar cerita tersebut menjadi sebuah informasi dan dapat dibaca oleh setiap orang, maka dibutuhkan sebuah pengelolaan informasi yang baik. Pusat Sumber Daya Buruh Migran dan Pusat Teknologi Komunitas (PTK) Mahnettik yang dikelola oleh Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Transforamsi Sosial Wilayah Pasundan (PPSW) pada hari Sabtu (27/11) menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Informasi Buruh Migran. Pelatihan yang diikuti oleh 28 orang peserta yang berasal beberapa kelompok dampingan PPSW Sukabumi ini diselenggarakan di Aula Balai Desa Cibentang Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi.

Selama ini, Kabupaten Sukabumi dikenal sebagai salah satu pemasok buruh migran terbesar di Indonesia. Pada pertengahan 2010 jumlah kiriman uang dari buruh migran asal Sukabumi menduduki peringkat terbesar ke tiga nasional, setelah Indramayu dan Cianjur. Akan tetapi, tingginya jumlah pengiriman buruh migran ke luar negeri ini tidak diimbangi oleh bekal informasi dan pengetahuan yang baik, sehingga banyak buruh migran yang menemui banyak persoalan di negara tujuan, atau bahkan menjadi korban di tempat kerja. Oleh karena itu, pemberdayaan buruh migran melalui pengelolaan informasi merupakan kegiatan penting sebagai salah satu upaya melindungi para buruh migran.

Pelatihan pengelolaan informasi buruh migran ini difasilitasi oleh tim fasilitator dari Lembaga Pengembangan Pendidikan, Sosial, Agama, dan Budaya (Infest) Yogyakarta. Menurut Muhammad Ali Usman (29), salah satu fasilitator pelatihan, jika para buruh migran memiliki kemampuan mengolah pengetahuan dengan baik maka hal itu akan memberikan perlindungan tersendiri kepada mereka.

“Tantangan terbesar kita terkait buruh migran adalah masih minimnya kemampuan mereka dalam mencari dan mengelola informasi. Seharusnya, kemampuan seperti ini sudah dimiliki oleh setiap buruh migran sebelum mereka berangkat bekerja,” tuturnya di sela-sela pelatihan.

Pelatihan pengelolaan informasi ini menjadi salah satu bagian dari usaha pemberdayaan pengetahuan buruh migran. Buruh Migran Indonesia (BMI) yang dikirim ke luar negeri selama ini lebih banyak untuk memenuhi sektor rumah tangga, di mana mereka hanya memiliki kemampuan yang minim atau bahkan seadanya. Kondisi seperti ini akan membuka potensi munculnya korban-korban baru.

Tulisan ini ditandai dengan: buruh migran PTK Sukabumi sukabumi tenaga kerja indonesia 

2 komentar untuk “Buruh Migran Sukabumi Berdaya Melalui Pengelolaan Informasi

  1. selamat untuk rekan-rekan sukabumi. Sukses dan selalu bersemangat. Apa yang dilakukan rekan-rekan sukabumi semoga dapat bermanfaat dan menjadi contoh. Kami menanti tulisan dan pengetahuan dari rekan-rekan di sana.

  2. Semoga menjadi motivasi teman2 di Sukabumi untuk terus mengisi tulisan dan pengetahuan untuk saling berbagi agar semakin memperkaya pengetahuan kita dalam segala bidang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.