tandaMalaysia

58 TULISAN

Saya Fatiyah (25) asal Desa Semayan Praya Tengah. Saya merupakan salah satu mantan Buruh Migran Indonesia (BMI) asal Lombok yang pernah bekerja di...
“Saya sama sekali tidak tahu menahu tentang kontrak kerja yang mengatur wilayah pekerjaan, jenis pekerjaan, serta jumlah gaji yang akan saya...
Saya Lalu Imran (29), warga Desa Monggas Kecamatan Kopang Lombok Tengah. Saya akan menceritakan kisah Ahmad Riyadi (27), salah seorang sahabat dekat...
Oleh: Maria Indan Banyak warga Lombok yang berminat menjadi Buruh Migran Indonesia (BMI). Hingga hari ini jumlah BMI asal Lombok yang bekerja di luar...
Susilawati (32) warga Lamongan Jawa Timur mengaku memiliki banyak suka dan duka selama bekerja di Malaysia. Susilawati berangkat mengadu nasib ke...
Saya Kartiwi (30) berasal dari Ketejer, Sukamakmur, Lombok Barat. Saya berangat ke Malaysia pada Mei 2008. Di Malaysia saya bekerja di Putra Jaya,...
Persoalan utama Buruh Migran Indonesia (BMI) yang bekerja di Malaysia adalah tidak adanya kenaikan gaji. Kebijakan diskriminatif ini mendapatkan...
Dalam rangka mengurangi angka pengangguran, Pemerintah memberikan solusi kepada setiap warga negara yang menginginkan menjadi  BMI (Buruh Migran...
Joko (45), warga Desa Ngringen, Donomulyo, Malang telah bekerja di Malaysia sejak tahun 2006 dan sampai sekarang  ia masih berkerja di sana. Di...