Kiprah

PMI Hongkong: Saya Disuruh Membersihkan Jendela Apartemen Majikan di Ketinggian

Author

Dalam sebuah kehidupan rumah tangga pasangan muda, ada saja persoalan yang tak terduga. Persoalan tersebut beragam, mulai dari ketidakcocokan maupun salah satu pasangan merasa kebutuhannya tak tercukupi. Seperti yang terjadi pada pasangan muda di Desa Nongkodono. Sebut saja namanya  Indah (22) dan Mulyono (27), pasangan yang memutuskan menikah di usia dini itu kini telah memiliki 4 orang anak. Sebagai suami, Mulyono dinilai Indah tak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga mereka. 

 

Suatu hari, Indah  sering memperhatikan tetangganya yang sukses bekerja di Hong Kong. Melihat tetangganya berhasil sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), Indah akhirnya tertarik untuk bekerja sebagai PMI. Indah pun mulai mengutarakan tentang niatnya untuk menjadi PMI.  Kepada tetangganya, Indah juga mengungkapkan keinginan untuk bekerja di negara tujuan yang sama, yaitu Hong Kong. 

 

Sejak Indah mengungkapkan keinginannya, tetangganya malah memberikan uang pesangon. Keinginan Indah untuk menjadi PMI adalah kesempatan menggiurkan bagi tetangganya, apalagi baik perekrut maupun calon PMI akan mendapatkan komisi senilai satu juta rupiah per orang dari PT ERIKA PUTRA, sebagai Perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS)

 

“Alhamdulillah lumayan besar pesangonnya, apalagi sudah mendapat doa serta izin dari suami untuk masuk PT Erika Putra,” ungkap Indah pada kru Nongkodono Berkisah.  

 

Indah sendiri mengaku masih belum memiliki pengalaman. Kendati demikian, niat mencari nafkah bagi keluarganya tak menyurutkan tekadnya. Indah benar-benar ingin mengubah nasibnya selama ini yang serba kekurangan dari segi ekonomi. Indah juga berharap dapat mencukupi biaya sekolah anak-anaknya. Seiring berjalannya waktu, tak terasa Indah telah menjalani masa belajarnya di asrama PT selama 3 bulan. Sejak itu, Indah pun langsung diterbangkan di Hong Kong bermodal keberanian dan tekad untuk bekerja melakukan apapun untuk mematuhi perintah majikannya. 

 

Menurut Indah, majikannya di Hong Kong sangat cerewet, namun Indah tetap kuat menjalani pekerjaannya. Bahkan, walaupun Indah harus bekerja di sudut-sudut yang membahayakan dirinya, Indah tetap mengerjakannya, seperti ketika dia harus membersihkan jendela kaca dari luar. Majikannya pernah mengeluh bahwa jendelanya masih belum bersih, akhirnya Indah nurut dan pasrah saja dengan nasibnya. 

 

“Oh, ternyata begini beratnya hidup di Hong Kong, mungkin aku hanya melihat sisi luarnya enak belanja sama teman-teman. Di foto mereka terlihat senang, namun ternyata di balik semua itu mereka memiliki tanggungan yang berat dan taruhannya adalah nyawa,” ungkap Indah. 

 

Setiap libur, Indah bertemu dengan teman-temannya  satu PT dulu dan kebetulan tempat kerjanya masih satu blok namun beda gedung.  Indah pun tak sungkan menceritakan kisahnya pada temannya tersebut. Kepada temannya, Indah juga mengungkapkan ingin pindah majikan karena dia merasa resikonya terlalu berat ketika harus membersihkan jendela dari luar. Indah takut akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan padanya. Indah juga sempat meminta temannya untuk memfotonya saat sedang membersihkan jendela. 

 

Dengan bukti foto saat Indah membersihkan jendela dari luar gedung apartemen atas, Indah berharap foto tersebut dapat dijadikan bukti laporan ke agennya. Harapan Indah bisa dipindahkan ke majikan yang berbeda. Sayangnya, agen bukannya merespon keluhannya, namun malah bekerja sama dengan majikannya untuk menegurnya. 

 

“Kamu itu masih baru kerja, potongan (biaya penempatan dari PT, red) kamu saja belum lunas ditambah mau ngebrik (break/istirahat, red) kontrak apa kamu gak mikir utangmu di PT berapa belum lunas? lagian kamu hanya buat masalah!” kata Indah menirukan ucapan dari Agen yang membentaknya. 

 

Sejak peristiwa agennya yang telah membentaknya, Indah hanya bisa menangis. Baginya, mungkin ini sudah nasibnya. Dia hanya pasrah dan berdoa semoga dirinya diberi kelancaranan dan keselamatan dalam bekerja, serta sukses kembali ke kampung halaman bertemu dengan keluarganya.

 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.