* Berita

Buruh Migran Ikut JMR 2010

Author

Jagongan Media Rakyat 2010 di Yogyakarta

Pusat Sumber Daya Buruh Migran (PSD-BM) terlibat dalam kegiatan Jagongan Media Rakyat (JMR) bersama 43 lembaga lainnya di Yogyakarta, 22-25 Juli 2010. JMR merupakan kegiatan pertukaran gagasan dan informasi antarlembaga yang bergelut di dunia media massa. Sejumlah kegiatan dilakukan oleh PSD-BM, antara lain promosi produk buruh migran, diskusi, dan mengikuti aneka pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga lain.

Kegiatan PSD-BM didukung oleh Yayasan TIFA Jakarta, INFEST Yogyakarta, Pusat Teknologi Komunitas (PTK) Mahnettik Cilacap, PTK Sukabumi, PTK Banyumas, Kelompok Seruni, dan I-Work Yogyakarta. Kegiatan diskusi bertajuk Pengelolaan Informasi untuk Melindungi Buruh Migran mendapat sambutan dari peserta JMR 2010. Ruangan diskusi penuh sesak dengan peserta, ada yang dari radio komunitas, mahasiswa, pegiat media, dan umum.

Diskusi ini diawali dengan pemaparan dari Sri Aryani (Yayasan TIFA), Yayah Sobariyah (PPSW Pasoendan), dan Lily Purwani (Kelompok Seruni). Moderator diskusi adalah M. Irsyadul Ibad, Direktur INFEST Yogyakarta. Ary, panggilan akrab Sri Aryani mengatakan persoalan buruh migran diakibatkan lembaga-lembaga publik tidak menyediakan informasi yang mudah diakses oleh buruh migran. Antarlembaga pemerintah tidak terjalan kerjasama, bahkan acapkali saling bertabrakan.

PSD-BM merupakan inisiatif buruh migran untuk bertukar informasi dan pengalaman karena pemerintah tidak mampu menyediakan akses informasi yang memadai. Karena jarak antarlembaga sangat jauh dan pertukaran informasi harus berjalan cepat maka media internet dianggap sebagai pilihan yang terbaik. Namun, setiap PTK dapat mengembangkan penyebarluasan informasi dengan media-media lainnya, seperti buletin, koran selembar, radio, dan video.

Hal serupa dikatakan oleh Yayah Sobariyah, pegiat PPSW Pasoendan. Selain persoalan informasi, masalah utama yang dihadapi buruh migran adalah pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha mikro. Berdasarkan pengalaman mendampingi buruh migran di Kabupaten Sukabumi dan Cianjur, alasan utama warga menjadi buruh migran karena lapangan pekerjaan di daerahnya sangat langka. Karena itu, kini PPSW  serius mengembangkan kegiatan ekonomi mikro dan pemasaran agar warga mendapatkan kehidupan yang layak.

Tulisan ini ditandai dengan:Air Putih buruh migran INFEST PTK Mahnettik TIFA 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *