{"id":8972,"date":"2013-03-02T13:46:51","date_gmt":"2013-03-02T13:46:51","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=8972"},"modified":"2019-04-15T15:02:54","modified_gmt":"2019-04-15T08:02:54","slug":"dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/","title":{"rendered":"Dua BMI Hong Kong Lolos Tanpa KTKLN"},"content":{"rendered":"<p><br \/>\nLolos Tanpa KTKLN<\/p>\n<p>26 Februari 2013, dua Buruh Migran Indonesia (BMI), Rihannu dan Ida kembali berangkat ke Hong Kong dengan maskapay Chatay Pasific. Keduanya berhasil melewati Imigrasi tanpa Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) dan berikut adalah kisah mereka yang diceritakan oleh Rihannu dalam dinding Facebooknya.<br \/>\n_<\/p>\n<p>Setelah penerbangan selama hampir satu setengah jam dari Denpasar, akhirnya aku sampai di bandara Soekarno Hatta. Mataku berputar mencari Ida yang tadi satu pesawat denganku dan sama-sama akan melanjutkan perjalanan ke Hong Kong dengan pesawat CX 776. Saat sedang menunggu bagasi claim, tiba-tiba Ida sudah berada di belakangku.<\/p>\n<p>\u201cTeh, punya KTKLN nggak?\u201d Tanyanya, mengagetkan aku yang sedang SMS-an dengan someone.<\/p>\n<p>\u201cPunya, tahun kemarin kan aku juga cuti, bikin di Bandung.\u201d <\/p>\n<p>\u201cMbak Ida nggak punya KTKLN ya? Tanyaku basa-basi, padahal aku sudah tahu dari Victor kalau Ida ditolak saat akan membuat KTKLN di Bali.<\/p>\n<p>\u201cIya, kemarin waktu mau bikin ditolak. Harus ada surat ijin dari keluarga-lah, surat keterangan dari desa-lah, surat keterangan dari Dinas Tenaga Kerja Banyuwangi-lah, mafan (repot).\u201d Jawabnya.<\/p>\n<p>\u201cYa udah, ntar Mbak Ida duluan. Kalau dipersulit nanti saya bantu.\u201d Ujarku sok pahlawan.<\/p>\n<p>Setelah semua barang bawaan berada di tangan, segera kami mencari tempat menunggu shuttle bus untuk melanjutkan perjalanan ke terminal 1. Sesampainya di terminal 1 ternyata kami salah tempat. Aku yang sudah nyelonong masuk setelah memberikan tiket untuk dicek petugas, harus keluar lagi saat petugas yang memeriksa tiket Ida mengatakan bahwa kami salah terminal. <\/p>\n<p>\u201cYeeee, gimana sih yang ngecek tiket? Lha tadi tiketku berarti nggak dicek tho? Keluhku pada Ida.<\/p>\n<p>\u201cIya, gimana sih!\u201d Ida mengamini. Untung saja sebelum memasukkan koper untuk melewati pemeriksaan, aku menunggu Ida terlebih dahulu. Ternyata, si petugas yang tadi memperbolehkan aku masuk mengata kalau kami salah terminal.<\/p>\n<p>\u201cEmang di terminal berapa sih harusnya kita?\u201d Aku memang sama sekali tidak meneliti tiket yang kupegang, repot dengan barang bawaan.<\/p>\n<p>\u201cTerminal satu,\u201d Ida menjawab tak yakin sambil melihat kembali tiketnya. <\/p>\n<p>\u201cEh, terminal dua wooo,\u201d ralatnya. Kami tertawa, kemudian segera berlari ke tempat menunggu shuttle bus yang dapat membawa kami ke terminal 2.<\/p>\n<p>\u201cSebentar Mbak,\u201d tahan seorang petugas saat aku dan Ida akan cek in. Dia memasukkan moncong dari alat besar yang dipegangnya ke dalam mulut koper kami. Aku memandangi name-tagnya, berharap bisa mengingat nama petugas itu bila dia macam-macam. Ternyata hanya pemeriksaan biasa. Kami lalu antri untuk cek in di counter Cathay Pasific.<\/p>\n<p>Ida menyerahkan paspor dan tiketnya pada perempuan cantik di counter itu. Tadinya kupikir, petugas Cathay Pasific tidak akan menanyakan KTKLN, tidak seperti petugas di maskapai penerbangan \u201casli\u201d Indonesia seperti Garuda. Namun, dugaanku salah.<\/p>\n<p>\u201cKTKLN-nya mana Mbak?\u201d Tanya petugas itu.<\/p>\n<p>\u201cJawab aja ketinggalan, nggak tau dimana,\u201d bisikku pada Ida. Ida pura-pura sibuk menggeledah tasnya.<\/p>\n<p>\u201cAduh, nggak ada Mbak, nggak tau dimana,\u201d jawabnya kemudian.<\/p>\n<p>\u201cMaaf Mbak, kalau nggak ada KTKLN saya nggak berani ngasih masuk, takutnya ditolak nanti di Imigrasi,\u201d jawab si petugas.<\/p>\n<p>\u201cNggak papa Mbak, kasih masuk aja, kan udah ada paspor dan tiketnya, nanti kami jelasin ke imigrasi. Saya ada kok KTKLN, cuma saya lupa nyimpennya dimana. Tadi kami buru-buru dari Denpasar, abis liburan.\u201d<\/p>\n<p>\u201cOh, mbak juga KTKLN-nya nggak ada ya?\u201d Si petugas gantian menanyaiku.<\/p>\n<p>\u201cSaya punya, tapi lupa nyimpennya dimana. Kami abis liburan, tadi buru-buru ke sini, nggak tau deh naro apa dimana.\u201d Aku terpaksa berbohong. Padahal KTKLN-ku bersembunyi dengan manis di amplop putih di dalam tas. Aku tidak ingin mengeluarkannya demi solidaritas terhadap sesama BMI, sekaligus ingin menguji seberapa \u201cajaibnya\u201d KTKLN itu. Kalau aku menyodorkan kartu itu, aku bisa lolos tanpa ditanya ini-itu, tapi itu sama saja aku menutup kesempatan bagi Ida untuk kembali ke Hong Kong dan mengkhianati ara aktivis BMI (cieeee).<\/p>\n<p>\u201cBeneran punya KTKLN, bentuknya kayak gimana?\u201d Petugas itu bertanya lagi.<\/p>\n<p>\u201cIya mbak, KTKLN saya berlaku sampai 2013, nanti petugasnya bisa ngecek kok. Atasnya merah, bawahnya biru.\u201d Jawabku PD.<\/p>\n<p>\u201cKayak gini, kan?\u201d Si petugas menunjukkan contoh KTKLN.<\/p>\n<p>\u201cIya,\u201d jawabku mantap. Ida yang berada si sampingku diam saja.<\/p>\n<p>\u201cYa udah, saya kasih masuk. Tapi nanti kalau ditolak di imigrasi, mbak tolong balik ke sini temui saya ya,\u201d pesannya.<\/p>\n<p>\u201cIni kopernya kami pending dulu ya,\u201d lanjutnya seraya menyebatkan label kuning pada bagasi kami berdua.<\/p>\n<p>\u201cKita berdoa Mbak Ida, tarik nafas lalu baca bismillah 7x,\u201d ujarku pada Ida. Sebetulnya aku sendiri nervous, takut dipersulit dan tak bisa kembali ke Hong Kong. Apa boleh buat, aku harus nekad.<\/p>\n<p>\u201cMbak Ida punya internet? Tolong inbok Fendy Ponorogo, minta nomornya Abdurrahim Sitorus.\u201d Sebelumya, aku melayangkan sms ke Victor, meminta dia mencari nomor telepon pengacara yang biasa membantu para TKI itu.<br \/>\nIda tak banyak bicara, hanya menyerahkan Iphonenya ke tanganku. Kuketik nama Fendy.<\/p>\n<p>\u201cMbak Ida nggak temenan sama Fendy ya?\u201d<\/p>\n<p>\u201cNggak,\u201d jawabya.<\/p>\n<p>\u201cYa udah, Bustomi aja,\u201d Aku ingat betul kalau Ida lumayan akrab dengan Bustomi. Maka, dengan memakai Iphone Ida, kuketik inbok ke Bustomi via Facebook.<\/p>\n<p>\u201cTolong carikan nomor telpon Abdurrahim Sitorus, Ida dipersulit karena KTKLN.\u201d Aku menulis pesan itu dengan sedikit nervous. Di depan sana terlihat antrian TKW baru yang di tangan mereka tergenggam paspor plus KTKLN. Tak lama kemudian, Bustomi menelpon.<\/p>\n<p>\u201cHallo, ini Victor ya?\u201d Tanya suara di seberang<\/p>\n<p>\u201cIni Rihanu,\u201d jawabku tak sabaran.<\/p>\n<p>\u201cIni bentar lagi Bu Sendra (dari KJRI Hong Kong) mau nelpon. Ini catat dulu nomornya Bu Nunung, sms aja namanya siapa, bilang lagi dipersulit karena KTKLN.\u201d Ujar Bustomi.<\/p>\n<p>Aku mencatat nomor telepon yang diberikan, lalu mengirimkan sms seperti arahan Bustomi. Antara berani, geram, dan sedikit panik, aku kembali berkata pada Ida :<\/p>\n<p>\u201cMbak Ida, kalau si petugas natap mata, tatap balik, jangan takut, baca arrrohmanrirrohiim. Kalau dia galak nggak usah takut, dia nggak berhak mencegah keberangkatan kita. Memang sih ada surat edaran dari BNP2TKI agar maskapai penerbangan dan imigrasi mengecek KTKLN para TKI yang bekerja ke luar negeri. Tapi sebetulnya BNP2TKI nggak berhak mencegah keberangkatan kita, yang berhak adalah Kemenakertrans (Kementrian tenaga kerja dan transmigrasi).\u201d AKu memberi penjelasan pada Ida sesuai dengan apa yang pernah kubaca, entah itu benar atau tidak, aku lupa, saat itu sebetulnya aku juga nervous.<\/p>\n<p>Akhirnya, giliran Ida tiba. Kulihat dia menyerahkan paspornya pada petugas imigrasi. Aku sedikit lega karena Ida senyum-senyum ketika si petugas menanyainya. Dan Alhamdulillah, dia lolos!<\/p>\n<p>Tiba giliranku, kuserahkan paspor dengan hati lumayan deg-degan, si petugas melihat ke arahku, memastikan wajahku sama dengan foto di paspor. Aku yang masih asyik sms-an dengan someone mengangkat muka. Tatapan kami bertemu, si petugas mesem, aku tersenyum. <\/p>\n<p>\u201cMbak kerja di Hong Kong,\u201d dia memulai pertanyaan.<\/p>\n<p>\u201cIya,\u201d jawabku<\/p>\n<p>\u201cCuti ya?\u201d<\/p>\n<p>\u201cIya, liburan.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKTKLN-nya mana?\u201d<\/p>\n<p>\u201cAduuuh, nggak tau dimana, kami abis liburan di Bali. Saya punya KTKLN tapi lupa nyimpennya di mana. Bapak bisa cek kok, KTKLN saya masih berlaku sampai 2013,\u201d Cerososku. Aku tahu pasti petugas itu tidak bisa mengeceknya, karena KTKLN itu tidak seajaib seperti yang digembar-gemborkan. Entahlah, apa gunanya kartu yang membuat banyak BMI takut pulang itu.<\/p>\n<p>\u201cDi sana ada yang mendampingi?\u201d tanyanya lagi.<\/p>\n<p>\u201cNggak, saya berdua kok sama mbk Ida, kami habis liburan.\u201d Jawabku nggak nyambung.<\/p>\n<p>\u201cMaksudnya ada yang nganter gitu?\u201d Tanya lagi<\/p>\n<p>\u201cNggak, saya udah lama kok di sana, bapak bisa cek.\u201d<\/p>\n<p>\u201cPermitnya mana?\u201d Tanyanya. Kukeluarkan KTP Hong Kongku.<\/p>\n<p>\u201cYa udah, nanti bilang aja mau ngurus dokumen, jangan bilang mau kerja ya,\u201d ujar di petugas sambil mengulurkan pasporku.<\/p>\n<p>\u201cOk, thanks. Good Luck.\u201d Kuberikan senyuman termanisku padanya, lalu berhambur memeluk Ida yang sudah menungguku.<\/p>\n<p>Huh, huh, huh! Kuhembuskan nafas panjang-panjang. AKhirnya, aku bisa lolos tanpa KTKLN. Cuma modal sedikit nekad, relasi, pengetahuan, keberanian, dan terutama doa!<br \/>\nAku dan Ida bisa lolos, kamu juga bisa!<br \/>\nSampai kapan KTKLN  akan terus menghantui BMI yang akan menghabiskan waktu liburan ke tanah air? BMI lebih takut pulang ke negeri sendiri dari pada berangkat ke luar negeri.<br \/>\n<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8972\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>26 Februari 2013, dua Buruh Migran Indonesia (BMI), Rihannu dan Ida kembali berangkat ke Hong Kong dengan maskapay Chatay Pasific. Keduanya berhasil melewati Imigrasi tanpa Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) dan berikut adalah kisah mereka yang diceritakan oleh Rihannu dalam dinding Facebooknya.<\/p>\n","protected":false},"author":106,"featured_media":7635,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[860],"tags":[],"class_list":["post-8972","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dua BMI Hong Kong Lolos Tanpa KTKLN - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dua BMI Hong Kong Lolos Tanpa KTKLN - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Bahasa Indonesia) 26 Februari 2013, dua Buruh Migran Indonesia (BMI), Rihannu dan Ida kembali berangkat ke Hong Kong dengan maskapay Chatay Pasific. Keduanya berhasil melewati Imigrasi tanpa Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) dan berikut adalah kisah mereka yang diceritakan oleh Rihannu dalam dinding Facebooknya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-03-02T13:46:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-15T08:02:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/KTKLN.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"309\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fera Nuraini\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fera Nuraini\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/\"},\"author\":{\"name\":\"Fera Nuraini\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/8d6097ed21b828f87cd46acc15637594\"},\"headline\":\"Dua BMI Hong Kong Lolos Tanpa KTKLN\",\"datePublished\":\"2013-03-02T13:46:51+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-15T08:02:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/\"},\"wordCount\":2506,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/KTKLN.jpg\",\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/\",\"name\":\"Dua BMI Hong Kong Lolos Tanpa KTKLN - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/KTKLN.jpg\",\"datePublished\":\"2013-03-02T13:46:51+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-15T08:02:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/KTKLN.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/KTKLN.jpg\",\"width\":400,\"height\":309,\"caption\":\"Setiap TKI diwajibkan memiliki KTKLN, sebagai kartu yang mewakili seluruh data pribadi TKI. Namun demikian, KTKLN bukan dokumen keimigrasian.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dua BMI Hong Kong Lolos Tanpa KTKLN\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/8d6097ed21b828f87cd46acc15637594\",\"name\":\"Fera Nuraini\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6660e3e06e63df2f334d8d47c66fa86ffdeb552dd4a9bc0e0e1911f9b5140479?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6660e3e06e63df2f334d8d47c66fa86ffdeb552dd4a9bc0e0e1911f9b5140479?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fera Nuraini\"},\"description\":\"Pekerja migran di Hong Kong ini menggemari dunia penulisan dan pewartaan warga. Selain menjadi kontributor Pusat Sumber Daya Buruh Migran, ia juga aktif di beberapa media komunitas.\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/feranuraini\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dua BMI Hong Kong Lolos Tanpa KTKLN - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dua BMI Hong Kong Lolos Tanpa KTKLN - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"(Bahasa Indonesia) 26 Februari 2013, dua Buruh Migran Indonesia (BMI), Rihannu dan Ida kembali berangkat ke Hong Kong dengan maskapay Chatay Pasific. Keduanya berhasil melewati Imigrasi tanpa Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) dan berikut adalah kisah mereka yang diceritakan oleh Rihannu dalam dinding Facebooknya.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2013-03-02T13:46:51+00:00","article_modified_time":"2019-04-15T08:02:54+00:00","og_image":[{"width":400,"height":309,"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/KTKLN.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fera Nuraini","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fera Nuraini","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/"},"author":{"name":"Fera Nuraini","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/8d6097ed21b828f87cd46acc15637594"},"headline":"Dua BMI Hong Kong Lolos Tanpa KTKLN","datePublished":"2013-03-02T13:46:51+00:00","dateModified":"2019-04-15T08:02:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/"},"wordCount":2506,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/KTKLN.jpg","articleSection":["News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/","name":"Dua BMI Hong Kong Lolos Tanpa KTKLN - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/KTKLN.jpg","datePublished":"2013-03-02T13:46:51+00:00","dateModified":"2019-04-15T08:02:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/KTKLN.jpg","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/KTKLN.jpg","width":400,"height":309,"caption":"Setiap TKI diwajibkan memiliki KTKLN, sebagai kartu yang mewakili seluruh data pribadi TKI. Namun demikian, KTKLN bukan dokumen keimigrasian."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/03\/02\/dua-bmi-hong-kong-lolos-tanpa-ktkln\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dua BMI Hong Kong Lolos Tanpa KTKLN"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/8d6097ed21b828f87cd46acc15637594","name":"Fera Nuraini","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6660e3e06e63df2f334d8d47c66fa86ffdeb552dd4a9bc0e0e1911f9b5140479?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6660e3e06e63df2f334d8d47c66fa86ffdeb552dd4a9bc0e0e1911f9b5140479?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fera Nuraini"},"description":"Pekerja migran di Hong Kong ini menggemari dunia penulisan dan pewartaan warga. Selain menjadi kontributor Pusat Sumber Daya Buruh Migran, ia juga aktif di beberapa media komunitas.","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/feranuraini\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8972","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/106"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8972"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8972\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23188,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8972\/revisions\/23188"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8972"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8972"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8972"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}