{"id":6278,"date":"2012-03-05T23:00:24","date_gmt":"2012-03-05T23:00:24","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=6278"},"modified":"2019-04-08T08:49:22","modified_gmt":"2019-04-08T01:49:22","slug":"tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Menilik Tingkat Depresi BMI Singapura (1)"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6278\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_4488\" aria-describedby=\"caption-attachment-4488\" style=\"width: 281px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/jebakan-tikus2_Menyoal-BMP.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-4488\" title=\"jebakan tikus2_Menyoal BMP\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/jebakan-tikus2_Menyoal-BMP-281x300.jpg\" alt=\"Ilustrasi oleh Alamsyah Muhammad\" width=\"281\" height=\"300\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-4488\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi oleh Alamsyah Muhammad<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Arial;\">Angka kematian Buruh Migran Indonesia (BMI) di Singapura terhitung tinggi. Baru memasuki awal tahun 2012, sudah tercatat 3 BMI meninggal. BMI tersebut adalah Siti Sumarni dari Cilacap yang diindikasi bunuh diri, Alifatul Agustina Eva Fatma dari Kediri dan Ririn Handayani dari Malang yang jatuh dari apartemen. Pada tahun sebelumnya (2011) kasus BMI meninggal juga masih didominasi jatuh dari apartemen sebagai penyebabnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000; font-size: small;\"><span style=\"font-family: Arial;\">Beberapa penyebab kematian BMI di Singapura antara lain bunuh diri, jatuh dari apartemen, sakit, korban pembunuhan, dan kecelakaan lalu lintas. Jika mengamati lebih rinci soal penyebab kematian BMI, maka kematian akibat jatuh dari apartemen merupakan penyebab kematian yang paling banyak ditemukan. Satu hal yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kasus semacam ini jarang dialami Pekerja Rumah Tangga (PRT) dari negara lain?. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000; font-size: small;\"><span style=\"font-family: Arial;\">Jika melihat fakta yang terjadi, seolah-olah kasus PRT meninggal di Singapura hanya terjadi pada PRT asal Indonesia saja. Lantas apa penyebabnya?, mengapa kematian akibat terjatuh dari apartemen sedemikian menjadi pola?. Apakah korban meninggal akibat jatuh dari apartemen juga menjalani otopsi?. Adakah sesuatu yang dirasa aneh?. Demikianlah deret pertanyaan muncul di benak banyak orang. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Arial;\">Banyak di antara para BMI di Singapura yang berada di bawah umur. Agen-agen di Indonesia merekrut mereka dari pedesaan dan orang tua mereka mengizinkan anak remajanya pergi bekerja ke luar negeri, termasuk Singapura. Sementara jika melihat pekerja Philipina di Singapura, mereka seakan tampak lebih dewasa dan berpendidikan. Sebagian besar dari mereka sudah bisa berbahasa Inggris, sehingga mampu berkomunikasi dengan majikan dan mencari tahu apa yang harus dilakukan saat ada masalah\u201d, tutur Bridget Tan, Presiden HOME Singapura, sebuah organisasi non pemerintah yang memperhatikan kesejahteraan pekerja asing terutama PRT.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000; font-size: small;\"><span style=\"font-family: Arial;\">Menurut Shanny, salah satu pegiat HOME Kartini, PRT asal Indonesia di Singapura masih rentan mendapat tekanan mental yang mampu membuat mereka depresi. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Arial;\">Melihat dari pengalaman saya memiliki tetangga, ternyata saya melihat kawan saya bekerja tanpa atau kurang cukup makanan, majikan mereka selalu mengomel pada pekerjaan yang dilakukannya beginilah, begitulah, kurang ini, kurang itu. Jadi banyak PRT selain sakit secara fisik juga mengalami tekanan mental atau pikiran\u201d, tutur Shanny, anggota HOME KARTINI,Singapura.<\/span><\/span><\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6278\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Angka kematian Buruh Migran Indonesia (BMI) di Singapura terhitung tinggi. Baru memasuki awal tahun 2012, sudah tercatat 3 BMI meninggal. BMI tersebut adalah Siti Sumarni dari Cilacap yang diindikasi bunuh diri, Alifatul Agustina Eva Fatma dari Kediri dan Ririn Handayani dari Malang yang jatuh dari apartemen. Pada tahun sebelumnya (2011) kasus BMI meninggal juga masih didominasi jatuh dari apartemen sebagai penyebabnya. Beberapa penyebab kematian BMI di Singapura antara lain bunuh diri, jatuh dari apartemen, sakit, korban pembunuhan, dan kecelakaan lalu lintas. Jika mengamati lebih rinci soal penyebab kematian BMI,<\/p>\n","protected":false},"author":450,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[869],"tags":[1256,85,1259,99,1258,1257,1261,1260,1255],"class_list":["post-6278","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini","tag-alifatul-agustina-eva-fatma","tag-bmi-singapura","tag-bridget-tan","tag-buruh-migran","tag-home-singapura","tag-ririn-handayani-dari-malang","tag-rista-firsta","tag-ristanti","tag-siti-sumarni-dari-cilacap"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Menilik Tingkat Depresi BMI Singapura (1) - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Menilik Tingkat Depresi BMI Singapura (1) - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Bahasa Indonesia) Angka kematian Buruh Migran Indonesia (BMI) di Singapura terhitung tinggi. Baru memasuki awal tahun 2012, sudah tercatat 3 BMI meninggal. BMI tersebut adalah Siti Sumarni dari Cilacap yang diindikasi bunuh diri, Alifatul Agustina Eva Fatma dari Kediri dan Ririn Handayani dari Malang yang jatuh dari apartemen. Pada tahun sebelumnya (2011) kasus BMI meninggal juga masih didominasi jatuh dari apartemen sebagai penyebabnya. Beberapa penyebab kematian BMI di Singapura antara lain bunuh diri, jatuh dari apartemen, sakit, korban pembunuhan, dan kecelakaan lalu lintas. Jika mengamati lebih rinci soal penyebab kematian BMI,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2012-03-05T23:00:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-08T01:49:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/jebakan-tikus2_Menyoal-BMP-281x300.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ristanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ristanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ristanti\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/d7192dc0bcd1144ca91759861412ee4d\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Menilik Tingkat Depresi BMI Singapura (1)\",\"datePublished\":\"2012-03-05T23:00:24+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-08T01:49:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/\"},\"wordCount\":349,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/jebakan-tikus2_Menyoal-BMP-281x300.jpg\",\"keywords\":[\"Alifatul Agustina Eva Fatma\",\"BMI Singapura\",\"Bridget Tan\",\"buruh migran\",\"HOME Singapura\",\"Ririn Handayani dari Malang\",\"Rista Firsta\",\"Ristanti\",\"Siti Sumarni dari Cilacap\"],\"articleSection\":[\"Opinion\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/\",\"name\":\"[:id]Menilik Tingkat Depresi BMI Singapura (1)[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/jebakan-tikus2_Menyoal-BMP-281x300.jpg\",\"datePublished\":\"2012-03-05T23:00:24+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-08T01:49:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/jebakan-tikus2_Menyoal-BMP-281x300.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/jebakan-tikus2_Menyoal-BMP-281x300.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"(Bahasa Indonesia) Menilik Tingkat Depresi BMI Singapura (1)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/d7192dc0bcd1144ca91759861412ee4d\",\"name\":\"Ristanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8ac09016817e299b0ecf1f8a9c14f012f59f436c1536940f7c968a525e707b7d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8ac09016817e299b0ecf1f8a9c14f012f59f436c1536940f7c968a525e707b7d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ristanti\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/ristanti\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Menilik Tingkat Depresi BMI Singapura (1) - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Menilik Tingkat Depresi BMI Singapura (1) - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"(Bahasa Indonesia) Angka kematian Buruh Migran Indonesia (BMI) di Singapura terhitung tinggi. Baru memasuki awal tahun 2012, sudah tercatat 3 BMI meninggal. BMI tersebut adalah Siti Sumarni dari Cilacap yang diindikasi bunuh diri, Alifatul Agustina Eva Fatma dari Kediri dan Ririn Handayani dari Malang yang jatuh dari apartemen. Pada tahun sebelumnya (2011) kasus BMI meninggal juga masih didominasi jatuh dari apartemen sebagai penyebabnya. Beberapa penyebab kematian BMI di Singapura antara lain bunuh diri, jatuh dari apartemen, sakit, korban pembunuhan, dan kecelakaan lalu lintas. Jika mengamati lebih rinci soal penyebab kematian BMI,","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2012-03-05T23:00:24+00:00","article_modified_time":"2019-04-08T01:49:22+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/jebakan-tikus2_Menyoal-BMP-281x300.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Ristanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ristanti","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/"},"author":{"name":"Ristanti","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/d7192dc0bcd1144ca91759861412ee4d"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Menilik Tingkat Depresi BMI Singapura (1)","datePublished":"2012-03-05T23:00:24+00:00","dateModified":"2019-04-08T01:49:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/"},"wordCount":349,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/jebakan-tikus2_Menyoal-BMP-281x300.jpg","keywords":["Alifatul Agustina Eva Fatma","BMI Singapura","Bridget Tan","buruh migran","HOME Singapura","Ririn Handayani dari Malang","Rista Firsta","Ristanti","Siti Sumarni dari Cilacap"],"articleSection":["Opinion"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/","name":"[:id]Menilik Tingkat Depresi BMI Singapura (1)[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/jebakan-tikus2_Menyoal-BMP-281x300.jpg","datePublished":"2012-03-05T23:00:24+00:00","dateModified":"2019-04-08T01:49:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/jebakan-tikus2_Menyoal-BMP-281x300.jpg","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/jebakan-tikus2_Menyoal-BMP-281x300.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/03\/05\/tki-singapura-buruh-migran-indonesia-menilik-tingkat-depresi-bmi-singapura-1\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"(Bahasa Indonesia) Menilik Tingkat Depresi BMI Singapura (1)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/d7192dc0bcd1144ca91759861412ee4d","name":"Ristanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8ac09016817e299b0ecf1f8a9c14f012f59f436c1536940f7c968a525e707b7d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8ac09016817e299b0ecf1f8a9c14f012f59f436c1536940f7c968a525e707b7d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ristanti"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/ristanti\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6278","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/450"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6278"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6278\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21942,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6278\/revisions\/21942"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}