{"id":6183,"date":"2012-02-15T14:07:48","date_gmt":"2012-02-15T14:07:48","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=6183"},"modified":"2019-04-23T13:29:32","modified_gmt":"2019-04-23T06:29:32","slug":"tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Tradisi Migrasi Swadaya Orang Lewohedo (2)"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6183\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><figure id=\"attachment_6171\" aria-describedby=\"caption-attachment-6171\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/Pemuda-Lewohedo.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6171 \" title=\"Pemuda Lewohedo\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/Pemuda-Lewohedo-300x204.png\" alt=\"Tampak bebepa Pemuda Lewohedo yang tersisa di kampung halaman, sementara sebagian besar melakukan migrasi swadaya untuk bekerja di Malaysia\" width=\"300\" height=\"204\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-6171\" class=\"wp-caption-text\">Tampak bebepa Pemuda Lewohedo yang tersisa di kampung halaman, sementara sebagian besar melakukan migrasi swadaya untuk bekerja di Malaysia<\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p>Ketika ditanya soal kehidupan keluarga yang ditinggalkan di desa, Yohanes Niron, salah satu keluarga buruh migran, dengan nada kelakar mengatakan bahwa tak ada satu pun keluarga di desa Lewohedo yang jadi orang kaya dari hasil merantau. Parahnya,\u00a0 sebagian dari keluarga yang ditinggalkan justru hidup di bawah garis kemiskinan. Banyak kasus yang membuktikan setelah merantau, para suami tidak lagi memperhatikan kehidupan keluarga di kampung. Bahkan ada juga yang akhirnya kawin lagi di tanah rantau.<\/p>\n<p>Dampak positif dari migrasi ke luar negeri adalah kontribusi perantau migran kepada Desa Lewohedo. Andreas, Kepala Desa Lewohedo yang juga mantan buruh migran, menyatakan bahwa selama ini para perantau sudah banyak memberi sumbangan, baik dalam bentuk uang maupun barang bagi pembangunan di desa Lewohedo.<\/p>\n<p>Arus perantauan di Desa Lewohedo banyak menimbulkan banyak masalah baru di lain sisi. Persoalan yang cukup memperihatinkan adalah sedikitnya jumlah pemuda yang masih menetap di desa ini. Wilayah desa seluas wilayah 2,34 kilometer persegi ini hanya menyisakan tidak lebih dari 20 orang pemuda. Sebagian besar pemuda memilih\u00a0 menjadi buruh migran dan perantau lokal yang banyak berada di Kalimantan Timur. Padahal kelompok pemuda menjadi salah satu tulang punggung pembangunan di desa.<\/p>\n<p>&#8220;Di kampung, kami masih bisa dapat uang dari ojek. Dalam satu hari bisa dapat lima puluh ribu rupiah. Cukuplah untuk makan sehari-hari. Dari pada pergi merantau lalu pulangnya sama saja, lebih baik di sini\u201d, kata Vincent, salah seorang pemuda yang masih tinggal di Lewohedo.<\/p>\n<p>\u201cTeman-teman yang pergi merantau ke Malaysia, setelah pulang ya ojek juga seperti kami yang lain. Sementara hasil dari merantau itu sendiri tidak ada\u201d, lanjut Vincent. <strong>(Bersambung)<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6183\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Ketika ditanya soal kehidupan keluarga yang ditinggalkan di desa, Yohanes Niron, salah satu keluarga buruh migran, dengan nada kelakar mengatakan bahwa tak ada satu pun keluarga di desa Lewohedo yang jadi orang kaya dari hasil merantau. Parahnya,  sebagian dari keluarga yang ditinggalkan justru hidup di bawah garis kemiskinan. Banyak kasus yang membuktikan setelah merantau, para suami tidak lagi memperhatikan kehidupan keluarga di kampung. Bahkan ada juga yang akhirnya kawin lagi di tanah rantau.<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[138,802,1223,1222,1227,1225,1224,614,821,1226],"class_list":["post-6183","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kajian","tag-delsos","tag-desa-lewohedo","tag-kabupaten-flores-timur","tag-kecamatan-solor-timur","tag-kepala-desa-lewohedo","tag-migrasi-swadaya","tag-provinsi-nusa-tenggara-timur-ntt","tag-ptk-mahnettik-larantuka","tag-tki-larantuka","tag-tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Tradisi Migrasi Swadaya Orang Lewohedo (2) - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Tradisi Migrasi Swadaya Orang Lewohedo (2) - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Bahasa Indonesia) Ketika ditanya soal kehidupan keluarga yang ditinggalkan di desa, Yohanes Niron, salah satu keluarga buruh migran, dengan nada kelakar mengatakan bahwa tak ada satu pun keluarga di desa Lewohedo yang jadi orang kaya dari hasil merantau. Parahnya, sebagian dari keluarga yang ditinggalkan justru hidup di bawah garis kemiskinan. Banyak kasus yang membuktikan setelah merantau, para suami tidak lagi memperhatikan kehidupan keluarga di kampung. Bahkan ada juga yang akhirnya kawin lagi di tanah rantau.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2012-02-15T14:07:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-23T06:29:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/Pemuda-Lewohedo-300x204.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"dudy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"dudy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"dudy\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/fe42179ee577d89176e51c1149b2719e\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Tradisi Migrasi Swadaya Orang Lewohedo (2)\",\"datePublished\":\"2012-02-15T14:07:48+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-23T06:29:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/\"},\"wordCount\":288,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/Pemuda-Lewohedo-300x204.png\",\"keywords\":[\"Delsos\",\"Desa Lewohedo\",\"Kabupaten Flores Timur\",\"Kecamatan Solor Timur\",\"Kepala Desa Lewohedo\",\"Migrasi Swadaya\",\"Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)\",\"PTK Mahnettik Larantuka\",\"TKI Larantuka\",\"Tradisi Migrasi Swadaya Orang Lewohedo (2)\"],\"articleSection\":[\"Studies\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/\",\"name\":\"[:id]Tradisi Migrasi Swadaya Orang Lewohedo (2)[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/Pemuda-Lewohedo-300x204.png\",\"datePublished\":\"2012-02-15T14:07:48+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-23T06:29:32+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/Pemuda-Lewohedo-300x204.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/Pemuda-Lewohedo-300x204.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tradisi Migrasi Swadaya Orang Lewohedo (2)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/fe42179ee577d89176e51c1149b2719e\",\"name\":\"dudy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/04ce7b742be18cbe5d31d483fab8a0d5c731807645d160b465bda24254b47825?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/04ce7b742be18cbe5d31d483fab8a0d5c731807645d160b465bda24254b47825?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"dudy\"},\"description\":\"Pegiat Delegasi Sosial (Delsos) Larantuka sekaligus kontributor Pusat Sumber Daya Buruh Migran wilayah Flores Timur.\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/dudy\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Tradisi Migrasi Swadaya Orang Lewohedo (2) - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Tradisi Migrasi Swadaya Orang Lewohedo (2) - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"(Bahasa Indonesia) Ketika ditanya soal kehidupan keluarga yang ditinggalkan di desa, Yohanes Niron, salah satu keluarga buruh migran, dengan nada kelakar mengatakan bahwa tak ada satu pun keluarga di desa Lewohedo yang jadi orang kaya dari hasil merantau. Parahnya, sebagian dari keluarga yang ditinggalkan justru hidup di bawah garis kemiskinan. Banyak kasus yang membuktikan setelah merantau, para suami tidak lagi memperhatikan kehidupan keluarga di kampung. Bahkan ada juga yang akhirnya kawin lagi di tanah rantau.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2012-02-15T14:07:48+00:00","article_modified_time":"2019-04-23T06:29:32+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/Pemuda-Lewohedo-300x204.png","type":"","width":"","height":""}],"author":"dudy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"dudy","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/"},"author":{"name":"dudy","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/fe42179ee577d89176e51c1149b2719e"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Tradisi Migrasi Swadaya Orang Lewohedo (2)","datePublished":"2012-02-15T14:07:48+00:00","dateModified":"2019-04-23T06:29:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/"},"wordCount":288,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/Pemuda-Lewohedo-300x204.png","keywords":["Delsos","Desa Lewohedo","Kabupaten Flores Timur","Kecamatan Solor Timur","Kepala Desa Lewohedo","Migrasi Swadaya","Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)","PTK Mahnettik Larantuka","TKI Larantuka","Tradisi Migrasi Swadaya Orang Lewohedo (2)"],"articleSection":["Studies"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/","name":"[:id]Tradisi Migrasi Swadaya Orang Lewohedo (2)[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/Pemuda-Lewohedo-300x204.png","datePublished":"2012-02-15T14:07:48+00:00","dateModified":"2019-04-23T06:29:32+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/Pemuda-Lewohedo-300x204.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/Pemuda-Lewohedo-300x204.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2012\/02\/15\/tradisi-migrasi-swadaya-orang-lewohedo-2-tki-larantuka-buruh-migran-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tradisi Migrasi Swadaya Orang Lewohedo (2)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/fe42179ee577d89176e51c1149b2719e","name":"dudy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/04ce7b742be18cbe5d31d483fab8a0d5c731807645d160b465bda24254b47825?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/04ce7b742be18cbe5d31d483fab8a0d5c731807645d160b465bda24254b47825?s=96&d=mm&r=g","caption":"dudy"},"description":"Pegiat Delegasi Sosial (Delsos) Larantuka sekaligus kontributor Pusat Sumber Daya Buruh Migran wilayah Flores Timur.","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/dudy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6183"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6183\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24124,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6183\/revisions\/24124"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}