{"id":606,"date":"2010-06-02T13:03:21","date_gmt":"2010-06-02T17:03:21","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=606"},"modified":"2010-06-02T13:03:21","modified_gmt":"2010-06-02T17:03:21","slug":"hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/","title":{"rendered":"Hujan Batu di Negeri Orang, Sengsara di Negeri Sendiri"},"content":{"rendered":"<p>Serba susah! Demikian kondisi yang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), baik bekerja di luar negeri maupun di negeri sendiri mereka ditempatkan dalam posisi yang tak beruntung. Ibaratnya, hujan batu di negeri orang, di negeri sendiri tetap sengsara.<!--more--><\/p>\n<p>Masalah ketenagakerjaan seperti lingkaran setan. Laily (28), salah satu TKI asal Nusawungu yang pernah bekerja di Taiwan merasa dihinakan saat menginjak negerinya sendiri. Selama di Taiwan, ia bekerja sebagai petugas kebersihan gedung berlantai tujuh. Semua pekerjaan berat itu ia lakoni untuk mengubah nasib hidupnya. Namun, setiba di Bandara Soekarno-Hatta dia digiring petugas ke Terminal III untuk memasuki jaringan konspirasi baru. Mafia.<\/p>\n<p>Di terminal III, dia tidak bisa pulang ke kampung apabila tidak menggunakan jaringan travel yang sudah ditentukan. Meskipun, sanak saudaranya telah menjemputnya para petugas tetap bergeming. Ia bersama buruh migran lainnya seperti narapidana atau orang asing tanpa paspor. Tanpa pilihan.<\/p>\n<p>Lepas dari terminal III, Laily memasuki jebakan baru. Meskipun dirinya sudah membayar tarif travel yang telah ditentukan di tengah perjalanan semua tiket diminta oleh petugas berseragam. Ia dipaksa harus menukar mata uang asing yang dibawanya pada jaringan ini dengan nilai tukar yang mereka tentukan.<\/p>\n<p>Sesampai di rumah, supir masih meminta biaya tambahan dengan alasannya bermacam-macam. Biasanya mereka menggunakan dalih letak rumah di luar kota. Untuk jarak yang tak terlalu jauh, mereka bisa meminta biaya ratusan ribu rupiah. Perlakukan yang dialami Laily masih mending, ribuan buruh migran lainnya mengalami nasib yang lebih buruk lagi.<\/p>\n<p><strong>Mahnetik dan Tradisi Berbagi<\/strong><\/p>\n<p>Kini, Laily aktif di Pusat Teknologi Komunitas (PTK) Mahnetik Cilacap. Ia menceritakan pengalamannya delapan tahun menjadi bekerja di luar negeri pada para calon buruh migran. Kisah Laily terus dilengkapi oleh para buruh migran lainnya. Ironisnya, sebagian besar para pelaku kejahatan atau tindakan diskriminasi justru berasal dari negaranya sendiri.<\/p>\n<p>Berdasarkan pengalaman para buruh migran yang diaktif di PTK Mahnetik Cilacap, ada tiga perlindungan yang harus disiapkan oleh para calon buruh migran. Perlindungan pertama yang harus dimiliki calon buruh migran adalah ketrampilan bahasa dan kerja. Apabila para calon buruh migran memiliki dua ketrampilan tersebut maka mereka bisa memilih pekerjaan. Selain itu, buruh migran harus siap menjadi wirausahawan di luar negeri.<\/p>\n<p>Perlindungan kedua adalah pengetahuan budaya dan hukum negara yang dituju. Lain lubuk lain belalang, lain kolam lain ikannya. Setiap negara memiliki tradisi yang unik dan beragam. Pengetahuan budaya membantu para buruh migran untuk cepat beradaptasi. Pengetahuan hukum sangat penting supaya mereka bisa mengakses ruang-ruang perlindungan apabila mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan.<\/p>\n<p>Benteng terakhir adalah teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Lewat TIK, buruh migran bisa belajar dan mengembangkan potensi dirinya, termasuk mengembangkan kapasitas untuk peningkatan perlindungan pertama dan kedua.<\/p>\n<p>Peran utama PTK\u00a0 Mahnetik tentu pada perlindungan yang ketiga. Namun, perlindungan ketiga akan terasa hampar bila tidak ada kesinambungan dengan perlindungan pertama dan kedua. Kuncinya adalah pengelolaan informasi dan pengalaman untuk memperkuat posisi buruh migran.<\/p>\n<p><strong>Yossy Suparyo<\/strong>,<em> Koordinator Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Serba susah! Demikian kondisi yang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), baik bekerja di luar negeri maupun di negeri sendiri mereka ditempatkan dalam posisi yang tak beruntung. Ibaratnya, hujan batu di negeri orang, di negeri sendiri tetap sengsara.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[35,99,205,239,241,248,496,529,566,568,581,609,698,699,778],"class_list":["post-606","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kajian","tag-advokasi","tag-buruh-migran","tag-hak-hak-buruh-migran","tag-infomobilisasi","tag-informasi-buruh-migran","tag-internet-untuk-buruh-migran","tag-pemberdayaan-ekonomi-buruh-migran","tag-pengelolaan-informasi","tag-perlindungan-buruh-migran","tag-perlindungan-diri","tag-pjtki","tag-ptk-mahnettik","tag-tki","tag-tkw","tag-yossy-suparyo"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hujan Batu di Negeri Orang, Sengsara di Negeri Sendiri - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hujan Batu di Negeri Orang, Sengsara di Negeri Sendiri - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Serba susah! Demikian kondisi yang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), baik bekerja di luar negeri maupun di negeri sendiri mereka ditempatkan dalam posisi yang tak beruntung. Ibaratnya, hujan batu di negeri orang, di negeri sendiri tetap sengsara.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2010-06-02T17:03:21+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yossy Suparyo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yossy Suparyo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yossy Suparyo\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/e32a8b26733c2b46e87d5b5506ca56ef\"},\"headline\":\"Hujan Batu di Negeri Orang, Sengsara di Negeri Sendiri\",\"datePublished\":\"2010-06-02T17:03:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/\"},\"wordCount\":471,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"keywords\":[\"advokasi\",\"buruh migran\",\"hak-hak buruh migran\",\"infomobilisasi\",\"informasi buruh migran\",\"internet untuk buruh migran\",\"pemberdayaan ekonomi buruh migran\",\"pengelolaan informasi\",\"perlindungan buruh migran\",\"perlindungan diri\",\"PJTKI\",\"PTK Mahnettik\",\"tenaga kerja indonesia\",\"tenaga kerja wanita\",\"Yossy Suparyo\"],\"articleSection\":[\"Studies\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/\",\"name\":\"Hujan Batu di Negeri Orang, Sengsara di Negeri Sendiri - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2010-06-02T17:03:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hujan Batu di Negeri Orang, Sengsara di Negeri Sendiri\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/e32a8b26733c2b46e87d5b5506ca56ef\",\"name\":\"Yossy Suparyo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1d1bbf4894f2831b389966602ed64a58a606eb1005d4df1b25c5866ceee99e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1d1bbf4894f2831b389966602ed64a58a606eb1005d4df1b25c5866ceee99e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yossy Suparyo\"},\"description\":\"@yossysuparyo adalah Koordinator Pusat Sumber Daya Buruh Migran. Menekuni dunia Knowledge Management dan pengembangan TIK di dunia perdesaan. E-mail: yossysuparyo[at]gmail.com\",\"sameAs\":[\"http:\/\/gedhe.com\"],\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/yossy-suparyo\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hujan Batu di Negeri Orang, Sengsara di Negeri Sendiri - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hujan Batu di Negeri Orang, Sengsara di Negeri Sendiri - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"Serba susah! Demikian kondisi yang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), baik bekerja di luar negeri maupun di negeri sendiri mereka ditempatkan dalam posisi yang tak beruntung. Ibaratnya, hujan batu di negeri orang, di negeri sendiri tetap sengsara.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2010-06-02T17:03:21+00:00","author":"Yossy Suparyo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Yossy Suparyo","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/"},"author":{"name":"Yossy Suparyo","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/e32a8b26733c2b46e87d5b5506ca56ef"},"headline":"Hujan Batu di Negeri Orang, Sengsara di Negeri Sendiri","datePublished":"2010-06-02T17:03:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/"},"wordCount":471,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"keywords":["advokasi","buruh migran","hak-hak buruh migran","infomobilisasi","informasi buruh migran","internet untuk buruh migran","pemberdayaan ekonomi buruh migran","pengelolaan informasi","perlindungan buruh migran","perlindungan diri","PJTKI","PTK Mahnettik","tenaga kerja indonesia","tenaga kerja wanita","Yossy Suparyo"],"articleSection":["Studies"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/","name":"Hujan Batu di Negeri Orang, Sengsara di Negeri Sendiri - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"datePublished":"2010-06-02T17:03:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/06\/02\/hujan-batu-di-negeri-orang-sengsara-di-negeri-sendiri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hujan Batu di Negeri Orang, Sengsara di Negeri Sendiri"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/e32a8b26733c2b46e87d5b5506ca56ef","name":"Yossy Suparyo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1d1bbf4894f2831b389966602ed64a58a606eb1005d4df1b25c5866ceee99e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1d1bbf4894f2831b389966602ed64a58a606eb1005d4df1b25c5866ceee99e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yossy Suparyo"},"description":"@yossysuparyo adalah Koordinator Pusat Sumber Daya Buruh Migran. Menekuni dunia Knowledge Management dan pengembangan TIK di dunia perdesaan. E-mail: yossysuparyo[at]gmail.com","sameAs":["http:\/\/gedhe.com"],"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/yossy-suparyo\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=606"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/606\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}