{"id":5378,"date":"2011-12-02T20:20:13","date_gmt":"2011-12-02T20:20:13","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=5378"},"modified":"2019-04-05T11:01:48","modified_gmt":"2019-04-05T04:01:48","slug":"asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Asam Garam Kisah Buruh Migran Nelayan"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5378\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><figure style=\"width: 315px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" \" title=\"BMI Nelayan yang diselamatkan oleh polisi Auckland (sumber: New Zealand Sailors Society)\" src=\"http:\/\/www.thejakartaglobe.com\/media\/images\/medium2\/20110716175349656.jpg\" alt=\"BMI Nelayan yang diselamatkan oleh polisi Auckland (sumber: New Zealand Sailors Society)\" width=\"315\" height=\"208\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">BMI Nelayan yang diselamatkan oleh polisi Auckland (sumber: The Jakarta Globe, milik: New Zealand Sailors Society)<\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p>Kebanyakan orang mungkin belum familiar dengan profesi buruh migran yang satu ini. Selain tidak banyak diceritakan, kasusnya juga menarik perhatian di dalam negeri. Itulah mungkin yang bisa menggambarkan pengetahuan kebanyakan orang terkait buruh migran nelayan (dalam\u00a0 bahasa Inggris disebut: &#8220;Seaman&#8221;). Konsolidasi serikat buruh migran yang difasilitasi INDIES di Jakarta pada tanggal 29 November hingga 1 Desember lalu, menjadi kesempatan bagi Redaksi Pusat Sumber Daya Buruh Migran untuk menggali informasi lebih jauh terkait asam garam profesi ini dari mantan pekerja di sebuah kapal nelayan Korea yang berlayar di perairan New Zealand.<\/p>\n<p>Sugito (28) dan Trismanto, dua pria asal Tegal Jawa Tengah, telah menjadi saksi atas kerasnya menjalani kehidupan sebagai buruh migran nelayan. Saat ditanya mengenai waktu kerja yang diberlakukan di atas kapal,\u00a0 keduanya kompak mengatakan bahwa jam kerja awak kapal tidak jelas dan cenderung berlebihan. &#8220;Kami minimal bekerja selama 18 jam sehari, bahkan bisa dipaksa untuk bekerja 2 hari terus menerus. Untuk minta jatah tidur saja 3 jam saja kami harus demo dulu ke wakil kapten kapal padahal waktu itu keadaan sedang turun salju,&#8221; ungkap Sugito yang mulai bekerja di kapal tersebut pada bulan Januari 2011 silam.<\/p>\n<p>Selain jam kerja yang melebihi batas wajar, para awak kapal yang kebanyakan berasal dari Indonesia ini juga mengalami kekerasan fisik dan pelecehan seksual. Panggilan &#8216;binatang&#8217; kerap kali dilontarkan oleh kepala kapal yang berkebangsaan Korea. Makanan yang diberikan juga sering tidak manusiawi. &#8220;Pernah suatu kali kami diminta mencari 1 basket (keranjang) udang untuk diserahkan ke juru masak. Kami senang sekali karena malam itu akan makan udang. Ternyata kami hanya kebagian jatah kepalanya saja, sedang badan udangnya dimakan habis oleh orang Korea itu,&#8221; tutur Trismanto yang dikirim bekerja oleh PT. Nurindo ini.<\/p>\n<p>Karena tidak tahan, bulan Juni 2011 akhirnya 33 awak kapal asal Indonesia berontak dan keluar dari kapal. Dalam insiden itu, banyak dari mereka yang mengalami pemukulan. &#8220;Salah seorang teman saya, Slamet Raharjo, dipukul hingga hidungnya bengkok. Yang lebih parah lagi, saya sempat melihat di kapal seberang ada yang jarinya dipotong,&#8221; ungkap Sugito. Para awak kapal kemudian menuju daratan dan ditolong oleh pemerintah New Zealand. Kasus kekerasan yang terjadi di atas kapal nelayan Korea yang beroperasi di perairan New Zealand ini sempat menjadi perhatian masyarakat New Zealand dan bahkan dunia. 17 Januari 2012 mendatang juga akan menjadi agenda sidang kasus ini yang menjerat para kapten kapal dari Korea yang akan menghadirkan saksi Slamet Raharjo sebagai korban kekerasan.<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini saya menuntut pelunasan gaji saya yang selama 5 bulan belum lunas dibayarkan karena pihak agen Indonesia dan Korea sama-sama saling lempar kewajiban membayar gaji. Saya tidak pernah merasa dihargai. Padahal di dalam kontrak, kami diancam denda 10 ribu dollar jika ketahuan melarikan diri, tapi jika kami meninggal di tempat kerja, nyawa kami hanya dihargai 45 juta.&#8221; lanjut Sugito.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. Kebanyakan orang mungkin belum familiar dengan profesi buruh migran yang satu ini. Selain tidak banyak diceritakan, kasusnya juga menarik perhatian di dalam negeri. Itulah mungkin yang bisa menggambarkan pengetahuan kebanyakan orang terkait buruh migran nelayan (dalam\u00a0 bahasa Inggris disebut: &#8220;Seaman&#8221;). Konsolidasi serikat buruh migran yang difasilitasi &hellip; <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/\">Continued<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":266,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[870],"tags":[1002,1001,1003],"class_list":["post-5378","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-jejak-kasus","tag-anak-buah-kapal","tag-bmi-nelayan","tag-pelaut-selandia-baru"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Asam Garam Kisah Buruh Migran Nelayan - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Asam Garam Kisah Buruh Migran Nelayan - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. Kebanyakan orang mungkin belum familiar dengan profesi buruh migran yang satu ini. Selain tidak banyak diceritakan, kasusnya juga menarik perhatian di dalam negeri. Itulah mungkin yang bisa menggambarkan pengetahuan kebanyakan orang terkait buruh migran nelayan (dalam\u00a0 bahasa Inggris disebut: &#8220;Seaman&#8221;). Konsolidasi serikat buruh migran yang difasilitasi &hellip; Continued\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2011-12-02T20:20:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-05T04:01:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/www.thejakartaglobe.com\/media\/images\/medium2\/20110716175349656.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Cindy Nur Fitri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Cindy Nur Fitri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Cindy Nur Fitri\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/0c6e033a5e1ac7c22ac1df9b445f02a5\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Asam Garam Kisah Buruh Migran Nelayan\",\"datePublished\":\"2011-12-02T20:20:13+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-05T04:01:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/\"},\"wordCount\":469,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\/\/www.thejakartaglobe.com\/media\/images\/medium2\/20110716175349656.jpg\",\"keywords\":[\"Anak Buah Kapal\",\"BMI nelayan\",\"Pelaut Selandia Baru\"],\"articleSection\":[\"Case Records\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/\",\"name\":\"[:id]Asam Garam Kisah Buruh Migran Nelayan[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\/\/www.thejakartaglobe.com\/media\/images\/medium2\/20110716175349656.jpg\",\"datePublished\":\"2011-12-02T20:20:13+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-05T04:01:48+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#primaryimage\",\"url\":\"http:\/\/www.thejakartaglobe.com\/media\/images\/medium2\/20110716175349656.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/www.thejakartaglobe.com\/media\/images\/medium2\/20110716175349656.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"(Bahasa Indonesia) Asam Garam Kisah Buruh Migran Nelayan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/0c6e033a5e1ac7c22ac1df9b445f02a5\",\"name\":\"Cindy Nur Fitri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a61b60a1121f1a922712844667607c44e30437454827e84b3638439aa8c04618?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a61b60a1121f1a922712844667607c44e30437454827e84b3638439aa8c04618?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Cindy Nur Fitri\"},\"description\":\"Tim penerjemah konten di redaksi Pusat Sumber Daya Buruh Migran. Pegiat yang menempuh pendidikan strata 1 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ini juga menjadi pengajar di kelas belajar bersama Bahasa Inggris pegiat infest Yogyakarta.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/kissingafool.blog.com\"],\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/cindy-nur-fitri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Asam Garam Kisah Buruh Migran Nelayan - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Asam Garam Kisah Buruh Migran Nelayan - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. Kebanyakan orang mungkin belum familiar dengan profesi buruh migran yang satu ini. Selain tidak banyak diceritakan, kasusnya juga menarik perhatian di dalam negeri. Itulah mungkin yang bisa menggambarkan pengetahuan kebanyakan orang terkait buruh migran nelayan (dalam\u00a0 bahasa Inggris disebut: &#8220;Seaman&#8221;). Konsolidasi serikat buruh migran yang difasilitasi &hellip; Continued","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2011-12-02T20:20:13+00:00","article_modified_time":"2019-04-05T04:01:48+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/www.thejakartaglobe.com\/media\/images\/medium2\/20110716175349656.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Cindy Nur Fitri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Cindy Nur Fitri","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/"},"author":{"name":"Cindy Nur Fitri","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/0c6e033a5e1ac7c22ac1df9b445f02a5"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Asam Garam Kisah Buruh Migran Nelayan","datePublished":"2011-12-02T20:20:13+00:00","dateModified":"2019-04-05T04:01:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/"},"wordCount":469,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/www.thejakartaglobe.com\/media\/images\/medium2\/20110716175349656.jpg","keywords":["Anak Buah Kapal","BMI nelayan","Pelaut Selandia Baru"],"articleSection":["Case Records"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/","name":"[:id]Asam Garam Kisah Buruh Migran Nelayan[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/www.thejakartaglobe.com\/media\/images\/medium2\/20110716175349656.jpg","datePublished":"2011-12-02T20:20:13+00:00","dateModified":"2019-04-05T04:01:48+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#primaryimage","url":"http:\/\/www.thejakartaglobe.com\/media\/images\/medium2\/20110716175349656.jpg","contentUrl":"http:\/\/www.thejakartaglobe.com\/media\/images\/medium2\/20110716175349656.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/02\/asam-garam-kisah-buruh-migran-nelayan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"(Bahasa Indonesia) Asam Garam Kisah Buruh Migran Nelayan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/0c6e033a5e1ac7c22ac1df9b445f02a5","name":"Cindy Nur Fitri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a61b60a1121f1a922712844667607c44e30437454827e84b3638439aa8c04618?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a61b60a1121f1a922712844667607c44e30437454827e84b3638439aa8c04618?s=96&d=mm&r=g","caption":"Cindy Nur Fitri"},"description":"Tim penerjemah konten di redaksi Pusat Sumber Daya Buruh Migran. Pegiat yang menempuh pendidikan strata 1 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ini juga menjadi pengajar di kelas belajar bersama Bahasa Inggris pegiat infest Yogyakarta.","sameAs":["http:\/\/kissingafool.blog.com"],"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/cindy-nur-fitri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5378","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/266"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5378"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5378\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21540,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5378\/revisions\/21540"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5378"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5378"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5378"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}