{"id":5332,"date":"2011-12-05T09:31:40","date_gmt":"2011-12-05T09:31:40","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=5332"},"modified":"2019-04-25T14:19:09","modified_gmt":"2019-04-25T07:19:09","slug":"dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/","title":{"rendered":"Dokumen Dibakar, Parsem Susah Mengadu"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<p>BANYUMAS. Perjalanan panjang Parsem, sebagai buruh migran, memang cukup memprihatinkan. Perempuan yang lahir 21 Januari 1975, warga Karangsari, RT 02\/02, kecamatan Kembaran,  Banyumas, mengadukan permasalahannya,  kepada Seruni awal November 2011 lalu, dengan didampingi suaminya Rahmat Pardiyanto (40)<br \/>\nAwalnya, karena terdesak kondisi ekonomi keluarga dan ditambah lagi dengan janji sponsor yang menggiurkan, sehingga Parsem nekad  untuk menjadi TKI ke Malaysia. Tanggal 27 Oktober 2009 Parsem diberangkatkan oleh PPTKIS Sarimadu yang beralamat di Purbalingga ke Malaysia.<\/p>\n<p>Di Malaysia, Parsem bekerja pada majikan bernama Lee Hok Ming. Dengan majikan beretnis Cina ini Parsem hanya mampu bertahan satu bulan.  Karena menurut keterangan Parsem,  anak-anak majikan sangat nakal dan suka memukul. Akhirnya Parsem meminta kepada agen untuk dipindahkan majikan. <\/p>\n<p>Pada majikan kedua Parsem dipekerjakan di dua tempat yaitu di rumah dan di kedai roti. Di kedai roti, Parsem setiap hari harus mencuci perlatan yang digunakan untuk membuat roti dengan menggunakan pemutih dan tanpa sarung tangan, hingga mengakibatkan tangan sakit dan bernanah. <\/p>\n<p>Selain itu Parsem juga sering dituduh mencuri oleh majikan dan diancam akan dilaporkan ke polisi. Namun sebelum dilaporkan oleh majikan, Parsem lebih dulu melapor bahwa dirinya tidak pernah mencuri barang-barang milik majikan seperti yang dituduhkan  pada dirinya. Akhirnya majikan menjemput kembali Parsem di kantor polisi dengan menebus 100 RM. Majikanpun marah dan memukul Parsem. <\/p>\n<p>Tidak cuma itu saja, majikan juga sering menghukum Parsem dengan disuruh mencuci pakain hingga pukul tiga pagi, Parsem dilarang berkirim surat kepada keluarga apalagi menelfon.<br \/>\nSetelah berusaha sekuat tenaga, Parsem  hanya mampu bertahan 9 bulan pada majikan ke 2. <\/p>\n<p>Setelah itu Parsem meminta kepada agen untuk dicarikan majikan baru lagi. Tapi bukan majikan yang didapat malinkan Parsem dipulangkan ke Batam oleh agen. Sebelum naik kapal, di pelabuhan Parsem disuruh tanda tangan tanpa diberitahu isinya,  dan tidak diperbolehkan membaca. <\/p>\n<p>Sesampainya di Batam, dalam keadaan bingung , Parsem bertemu dengan seorang perempuan yang bernama Ibu Nisa, yang  ternyata adalah seorang tekong atau calo TKI dari NTB<\/p>\n<p>Parsem ditampung selama 2 bulan dirumah Ibu Nisa. Dan ahirnya ia  dibantu   masuk  kembali ke Malaysia melalui jalur illegal.  Pada 15 Juli 2011, Parsem pulang ke tanah air dengan tangan kosong.<\/p>\n<p>Rahmat Pardiyanto, sang suami, merasa sangat jengkel dengan melihat kondisi istrinya yang tanpa hasil. Apalagi kondisi dirinya yang hanya sebagai seorang karyawan rendahan dengan penghasilan tak kalah rendahnya di pabrik mie, menjadikan pikirannya makin kalut. Sementara ketiga anaknya sudah sekolah. Ahirnya  Rahmat Pardiyanto, membakar semua  dokumen istrinya  sampai tak ada yang tersisa.<\/p>\n<p>Ia baru menyesal, saat diberitahu oleh Seruni, bahwa pengaduan tanpa disertai dokumen, akan mengalami kesulitan. Namun demikian, Seruni akan tetap berusaha membantu Parsem dan keluarganya dengan mengontak beberapa lembaga terkait, terutama untuk kelangsungan sekolah anak-anak Parsem. (SusWoyo)<\/p>\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUMAS. Perjalanan panjang Parsem, sebagai buruh migran, memang cukup memprihatinkan. Perempuan yang lahir 21 Januari 1975, warga Karangsari, RT 02\/02, kecamatan Kembaran, Banyumas, mengadukan permasalahannya, kepada Seruni awal November 2011 lalu, dengan didampingi suaminya Rahmat Pardiyanto (40) Awalnya, karena terdesak kondisi ekonomi keluarga dan ditambah lagi dengan janji sponsor yang menggiurkan, sehingga Parsem nekad untuk &hellip; <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/\">Continued<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":104,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[860],"tags":[99,102,664,698],"class_list":["post-5332","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","tag-buruh-migran","tag-buruh-migran-indonesia","tag-seruni-banyumas","tag-tki"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dokumen Dibakar, Parsem Susah Mengadu - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dokumen Dibakar, Parsem Susah Mengadu - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BANYUMAS. Perjalanan panjang Parsem, sebagai buruh migran, memang cukup memprihatinkan. Perempuan yang lahir 21 Januari 1975, warga Karangsari, RT 02\/02, kecamatan Kembaran, Banyumas, mengadukan permasalahannya, kepada Seruni awal November 2011 lalu, dengan didampingi suaminya Rahmat Pardiyanto (40) Awalnya, karena terdesak kondisi ekonomi keluarga dan ditambah lagi dengan janji sponsor yang menggiurkan, sehingga Parsem nekad untuk &hellip; Continued\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2011-12-05T09:31:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-25T07:19:09+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"SusWoyo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"SusWoyo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/\"},\"author\":{\"name\":\"SusWoyo\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/eb53da0d36c39c093d806b49664e77ea\"},\"headline\":\"Dokumen Dibakar, Parsem Susah Mengadu\",\"datePublished\":\"2011-12-05T09:31:40+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-25T07:19:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/\"},\"wordCount\":847,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"keywords\":[\"buruh migran\",\"Buruh Migran Indonesia\",\"Seruni Banyumas\",\"tenaga kerja indonesia\"],\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/\",\"name\":\"Dokumen Dibakar, Parsem Susah Mengadu - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2011-12-05T09:31:40+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-25T07:19:09+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dokumen Dibakar, Parsem Susah Mengadu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/eb53da0d36c39c093d806b49664e77ea\",\"name\":\"SusWoyo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7536a0919bc95c85872d4f9c667bce2d804d95ddd3d17702268c74babcde4f0d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7536a0919bc95c85872d4f9c667bce2d804d95ddd3d17702268c74babcde4f0d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"SusWoyo\"},\"description\":\"Suswoyo adalah mantan pekerja migran di Brunei Darussalam. Saat ini aktif menjadi pegiat Paguyuban Peduli Buruh Migran dan Perempuan SERUNI Banyumas. Aktif menulis cerpen terkait isu-isu buruh migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/suswoyo\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dokumen Dibakar, Parsem Susah Mengadu - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dokumen Dibakar, Parsem Susah Mengadu - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"BANYUMAS. Perjalanan panjang Parsem, sebagai buruh migran, memang cukup memprihatinkan. Perempuan yang lahir 21 Januari 1975, warga Karangsari, RT 02\/02, kecamatan Kembaran, Banyumas, mengadukan permasalahannya, kepada Seruni awal November 2011 lalu, dengan didampingi suaminya Rahmat Pardiyanto (40) Awalnya, karena terdesak kondisi ekonomi keluarga dan ditambah lagi dengan janji sponsor yang menggiurkan, sehingga Parsem nekad untuk &hellip; Continued","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2011-12-05T09:31:40+00:00","article_modified_time":"2019-04-25T07:19:09+00:00","author":"SusWoyo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"SusWoyo","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/"},"author":{"name":"SusWoyo","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/eb53da0d36c39c093d806b49664e77ea"},"headline":"Dokumen Dibakar, Parsem Susah Mengadu","datePublished":"2011-12-05T09:31:40+00:00","dateModified":"2019-04-25T07:19:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/"},"wordCount":847,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"keywords":["buruh migran","Buruh Migran Indonesia","Seruni Banyumas","tenaga kerja indonesia"],"articleSection":["News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/","name":"Dokumen Dibakar, Parsem Susah Mengadu - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"datePublished":"2011-12-05T09:31:40+00:00","dateModified":"2019-04-25T07:19:09+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/12\/05\/dokumen-dibakar-parsem-susah-mengadu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dokumen Dibakar, Parsem Susah Mengadu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/eb53da0d36c39c093d806b49664e77ea","name":"SusWoyo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7536a0919bc95c85872d4f9c667bce2d804d95ddd3d17702268c74babcde4f0d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7536a0919bc95c85872d4f9c667bce2d804d95ddd3d17702268c74babcde4f0d?s=96&d=mm&r=g","caption":"SusWoyo"},"description":"Suswoyo adalah mantan pekerja migran di Brunei Darussalam. Saat ini aktif menjadi pegiat Paguyuban Peduli Buruh Migran dan Perempuan SERUNI Banyumas. Aktif menulis cerpen terkait isu-isu buruh migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/suswoyo\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/104"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5332"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5332\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24453,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5332\/revisions\/24453"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}