{"id":3104,"date":"2011-01-29T18:14:37","date_gmt":"2011-01-29T18:14:37","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=3104"},"modified":"2019-04-16T10:47:05","modified_gmt":"2019-04-16T03:47:05","slug":"ungkapan-hati-anak-tki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/","title":{"rendered":"Ungkapan Hati Seorang Anak TKI"},"content":{"rendered":"<p><figure id=\"attachment_3105\" aria-describedby=\"caption-attachment-3105\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"http:\/\/localhost\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/01\/ok.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3105\" src=\"http:\/\/localhost\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/01\/ok-300x224.jpg\" alt=\"Dwi Purnami, pegiat buruh migran asal Kulonprogo\" width=\"300\" height=\"224\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-3105\" class=\"wp-caption-text\">Dwi Purnami, pegiat buruh migran asal Kulonprogo<\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p>Jangkaran merupakan salah satu desa pemasok BMI (Buruh Migran Indonesia) di Kabupaten Kulonprogo DI Yogyakarta. Sebagian besar penduduk Jangkaran berusia produktif, antara 20 hingga 40 tahun. Pada\u00a0 29 Januari 2011 saya mewawancara \u00a0anak salah seorang BMI \u00a0bernama Hayati (21) yang pernah ditinggal keluar negeri oleh ibunya, Sufatmah (47), selama 7 tahun. Sufatmah, orang tua Hayati pada awalnya berangkat ke Arab Saudi tahun 1994, saat itu umur Hayati masih 4 tahun.<!--more--><\/p>\n<p>Pada 1998 ibunya berangkat lagi ke Arab Saudi dan pulang pada tahun 2000. Setelah itu, saat usia Hayati 13 tahun, ia ditinggal ibunya bekerja ke Taiwan selama dua tahun. Saat ini, Sufatmah bekerja di Jeddah Arab Saudi. Ia telah menjalanai separuh dari kontraknya yang selama 2 tahun. Sekarang Hayati sudah duduk di bangku kuliah tingkat III di Perguruan Tinggi Swasta Di Yogyakarta (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah, Wates Yogyakarta).<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, saya menanyakan pelbagai hal yang ia ketahui tentang ibunya selama bekerja di luar negeri dan apa yang dirasakannya selama ditinggal ibunya. Menurut Hayati, secara keseluruhan ibunya sukses menjadi BMI dan selalu mendapat perlakukan yang baik dari majikan-majikannya. Ibunya bekerja sebagai Pelaksana Tata Rumah Tangga (PLRT). Uang dari hasil bekerja digunakan untuk membangun rumah dan membeli tanah,\u00a0berupa sawah dan pekarangan. Juga untuk biaya sekolah dan kuliah bagi kedua anaknya yang semuanya perempuan.<\/p>\n<p>Pada saat\u00a0 umur empat tahun Hayati\u00a0 sudah ditinggal ke luar negeri. Umur 4 tahun memori Hayati masih waktu itu belum bisa mengingat dan belum bisa mengungkapkan perasaaanya, begitu juga ketika dia duduk dibangku Sekolah Dasar, dirumah dia bersama bapak dan seorang kakaknya\u00a0 perempuan yang bernama Main, dia telah merasa tercukupi kebutuhan dan keperluannya yang diurus oleh kakak dan bapaknya. Setelah kepergian ibunya untuk ketiga kali, Hayati baru bisa mengungkapkan perasaan hatinya setelah dia berusia 13 tahun dan menginjak bangku SMP. Pada saat itu pula Main kakak Hayati yang biasanya membantu dia memenuhi dan menyiapkan keperluan sehari-hari\u00a0 juga\u00a0 pergi ke LN mengikuti jejak ibunya menjadi buruh migran\u00a0 di Singapura.<\/p>\n<p>Di sinilah Hayati merasakan beban berat karena praktis di rumah dia hanya bersama ayahnya. Jam empat pagi dia sudah bangun untuk memasak nasi dan sayur, dia melakukan setiap pagi dengan bantuan alarm\u00a0 jam wekker. Sumua dilakukan Hayati,\u00a0 agar\u00a0 bisa bangun tepat waktu dan bisa membuat sarapan sebelum\u00a0 berangkat sekolah, selain itu dia juga harus menyiapkan sarapan ayahnya sebelum berangkat ke sawah dan aktifitas lainnya.<\/p>\n<p>Sepulang sekolah, dia harus bisa mengatur waktu sebaik-baiknya\u00a0 untuk belajar, belanja keperluan sehari-hari,\u00a0\u00a0 membuat menu harian, dan menyiapkan makan malam. Pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang semestinya dilakukan oleh ibunya jika tidak\u00a0 ke\u00a0 LN.<br \/>\n\u201d Sebenarnya\u00a0 saya kurang waktu bersama dan kalau boleh memilih saya lebih suka jika ibu tetap di rumah\u00a0 dan bersama-sama saling membantu dengan keluarga untuk melakukan kegiatan di sawah. Bahkan hal itu pernah saya sampaikan kepada ibu,\u00a0 agar jangan pergi lagi keluar negeri sambil\u00a0 marah saya meminta tapi ibu tetap pergi dengan alasan untuk membiayai kuliah\u201d tuturnya. Hal yang serupa juga terjadi di keluarga Indarti, suaminya bekerja di Korea selama 7 tahun.<\/p>\n<p>Indarti hidup berkecukupan\u00a0 dari\u00a0 hasil bekerja di Korea. Dia bisa untuk membangun rumah dan membeli sawah, dia mempunyai dua orang anak laki-laki dan perempuan. Anak laki-lakinya ditinggal saat berumur 6 tahun, pada saat\u00a0 anaknya beranjak remaja, anak Indarti kemudian menjadi sangat nakal, suka bermain, tidak mau belajar dan semaunya sendiri tidak mendengarkan nasehat ibunya. Indarti kemudian menanyakan kepada anaknya kenapa kamu berbuat demikian? \u201cSaya tidak akan nakal, akan taat dan nurut sama ibu kalau bapak kembali dari Korea, saya ingin bersama-sama dengan ayah di rumah\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Permintaan anaknya tersebut disampaikan kepada suaminya. Hingga kemudian, suaminya menyetujui untuk\u00a0 pulang walaupun\u00a0 kontraknya belum habis. Setelah bertemu dengan ayahnya, anak tersebut perlahan menjadi anak yang taat dan berbakti pada orangtuanya,\u00a0 dia rajin belajar dan\u00a0 membantu orangtuanya di sawah sebagaimana pekerjaan orang tuanya sekembali dari bekerja\u00a0 sebagai TKI di Korea.<\/p>\n<p>Dengan bekerja menjadi TKI di LN kehidupan keluarga menjadi lebih baik, kebutuhan keluarga dan pendidikan anak bisa tercukupi, namun terkadang persoalan rumah tangga terbengkelai,\u00a0 seperti kebersamaan, pendidikan anak, hubungan sosial dan pelbagai persoalan lainnya. Inilah pilihan yang terpaksa diambil oleh TKI agar kebutuhan hidupnya terpenuhi.<\/p>\n<p>Pemerintah seharusnya tanggap dan mengambil langkah-langkah serius, seperti menyediakan lapangan kerja seluas-luasnya, memberi pelatihan-pelatihan wirausaha, dan menejemen pengelolaan dana remiten yang dilakukan dengan baik. Upaya tersebut penting dilakukan agar mantan buruh migran mampu mengembangkan usaha dari hasil remiten, sehingga kedepan angka pengiriman buruh migran dari Kabupaten Kulonprogo semakin menurun.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Desa Jangkaran merupakan daerah di Kabupaten Kulonprogo yang banyak mengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri.<\/p>\n","protected":false},"author":102,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4904],"tags":[48,164,636,734],"class_list":["post-3104","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kiprah","tag-anak-migran","tag-dwi-purnami","tag-remiten","tag-tki-kulonprogo"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ungkapan Hati Seorang Anak TKI - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ungkapan Hati Seorang Anak TKI - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Desa Jangkaran merupakan daerah di Kabupaten Kulonprogo yang banyak mengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2011-01-29T18:14:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-16T03:47:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/localhost\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/01\/ok-300x224.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Purnami\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Purnami\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dwi Purnami\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/0a2de2f60e9a8b72014e78bc4fdff05e\"},\"headline\":\"Ungkapan Hati Seorang Anak TKI\",\"datePublished\":\"2011-01-29T18:14:37+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-16T03:47:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/\"},\"wordCount\":1440,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\/\/localhost\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/01\/ok-300x224.jpg\",\"keywords\":[\"anak migran\",\"Dwi Purnami\",\"remiten\",\"TKI Kulonprogo\"],\"articleSection\":[\"Figures\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/\",\"name\":\"Ungkapan Hati Seorang Anak TKI - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\/\/localhost\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/01\/ok-300x224.jpg\",\"datePublished\":\"2011-01-29T18:14:37+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-16T03:47:05+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#primaryimage\",\"url\":\"http:\/\/localhost\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/01\/ok-300x224.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/localhost\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/01\/ok-300x224.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ungkapan Hati Seorang Anak TKI\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/0a2de2f60e9a8b72014e78bc4fdff05e\",\"name\":\"Dwi Purnami\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/731ffd0104ac688fcb6b5498a9a04b77609bf0425ba9cb86018974a90f1d2bbf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/731ffd0104ac688fcb6b5498a9a04b77609bf0425ba9cb86018974a90f1d2bbf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Purnami\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/dwi-purnami\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ungkapan Hati Seorang Anak TKI - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ungkapan Hati Seorang Anak TKI - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"Desa Jangkaran merupakan daerah di Kabupaten Kulonprogo yang banyak mengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2011-01-29T18:14:37+00:00","article_modified_time":"2019-04-16T03:47:05+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/localhost\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/01\/ok-300x224.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Dwi Purnami","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Purnami","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/"},"author":{"name":"Dwi Purnami","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/0a2de2f60e9a8b72014e78bc4fdff05e"},"headline":"Ungkapan Hati Seorang Anak TKI","datePublished":"2011-01-29T18:14:37+00:00","dateModified":"2019-04-16T03:47:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/"},"wordCount":1440,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/localhost\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/01\/ok-300x224.jpg","keywords":["anak migran","Dwi Purnami","remiten","TKI Kulonprogo"],"articleSection":["Figures"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/","name":"Ungkapan Hati Seorang Anak TKI - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/localhost\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/01\/ok-300x224.jpg","datePublished":"2011-01-29T18:14:37+00:00","dateModified":"2019-04-16T03:47:05+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#primaryimage","url":"http:\/\/localhost\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/01\/ok-300x224.jpg","contentUrl":"http:\/\/localhost\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2011\/01\/ok-300x224.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2011\/01\/29\/ungkapan-hati-anak-tki\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ungkapan Hati Seorang Anak TKI"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/0a2de2f60e9a8b72014e78bc4fdff05e","name":"Dwi Purnami","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/731ffd0104ac688fcb6b5498a9a04b77609bf0425ba9cb86018974a90f1d2bbf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/731ffd0104ac688fcb6b5498a9a04b77609bf0425ba9cb86018974a90f1d2bbf?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Purnami"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/dwi-purnami\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3104","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/102"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3104"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3104\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23287,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3104\/revisions\/23287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3104"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3104"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}