{"id":276,"date":"2008-07-28T14:04:52","date_gmt":"2008-07-28T14:04:52","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=276"},"modified":"2019-04-12T14:31:11","modified_gmt":"2019-04-12T07:31:11","slug":"276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/","title":{"rendered":"Lagi, TKW Asal Cilacap Disiksa"},"content":{"rendered":"<p>\u201cNiat hati mencari emas, tapi hujan batu di  negeri orang,\u201d pepatah itu tepat untuk melukiskan peristiwa naas yang  dialami Radisem Binti Sumarjo (28), seorang tenaga kerja wanita (TKW)  asal Tritih Lor, Jeruklegi. Saat ini terbaring di Rumah Sakit Umum  Daerah (RSUD) Cilacap sepulang bekerja di Selangor, Malaysia. Sekujur  tubuhnya memar dan kakinya lumpuh akibat disiksa majikannya.<\/p>\n<p>Kini Radisem tergolek lemah di bangsal Dahlia ruang A, RSUD. Untuk  membantu pernafasan dibantu selang oksigen, sementara di tangan kanannya  terpasang selang infus. Menurut Manisem (30) kakak kandung korban yang  menjaganya, Radisem baru bisa istirahat tadi pagi, setelah selama  semalaman mulutnya meracau. Radisem seolah masih berada di Malaysia dan  merasa ketakutan.<\/p>\n<p>Juli tahun lalu, Radisem meninggalkan tanah air dengan perasaan bangga.  Ia akan menjadi TKW di Malaysia dan nantinya bisa membawa pulang Ringgit  dalam jumlah banyak. Namun bukan Ringgit yang didulang, malah nasib  buruk yang diterima. Beberapa hari yang lalu Radisem pulang dalam  kondisi mengenaskan. Kepada keluarganya ia mengaku, pada dua bulan  pertama bekerja di Malaysia, oleh majikan diperlakukan baik. Bahkan sang  majikan menyuruh kepada Radisem untuk mengirim surat kepada keluarganya  bahwa sudah mendapat majikan baik.<\/p>\n<p>Radisem pun segera mengikuti anjuran sang majikan untuk mengirim  surat kepada keluarga di Indonesia. Menerima surat dari Radisem, pihak  keluarga segera membalasnya. Namun hingga dua kali mengirim surat, belum  ada kabar lagi. Ternyata mulai bulan ketiga hingga pulang ke tanah air  Radisem sering disiksa oleh sang majikan dengan alasan mencuri uang  milik sang majikan. Pukulan yang diterima Radisem hampir sekujur  tubuhnya, mulai dari kaki, punggung, kepala bagian belakang bahkan  lehernya sempat dicekik.<\/p>\n<p>Tak hanya sang majikan laki-laki yang menyiksa Radisem, majikan  perempuan dan kedua anak laki-laki beserta adik laki-laki majikan secara  bergantian menyiksa Radisem. Belum puas sampai disitu, Radisem pun  tidak mendapat makan sesuai dengan porsi dan waktu. Makan kadang hanya  sekali dalam sehari, bahkan bila ketahuan mandi pun akan dimarahi.  Akibat sering tidak mandi, Radisem pun terserang penyakit kulit yang  menambah penderitaan.<\/p>\n<p>Lantaran hampir setahun tidak ada kabar beritanya, pada akhir bulan  Juni 2008 keluarga Radisem mencoba menghubungi pihak PJTKI yang  memberangkatkan. Ternyata kabar yang diterima dari Agen melalui PT  Elkarim Makmur Sentosa sangat mengejutkan. Radisem dikabarkan sakit dan  akan dipulangkan.<\/p>\n<p>Radisem tiba ke tanah air melalui Bandara Adi Sumarmo, Solo, Jum\u2019at  (18\/7) sekitar pukul 08.00 WIB yang dijemput oleh pihak PJTKI. Dari Solo  selanjutnya dibawa ke Cilacap, namun tidak langsung ke rumah orang tua  tetapi ditampung di penampungan PT Elkarim Makmur Sentosa. Baru pada  keesokan harinya, Sabtu (19\/7) sekitar pukul 15.00 WIB Radisem tiba di  rumah orang tuanya di Jalan Julangmas, RT 03\/RW 02, Desa Trtitih Lor,  Kecamatan Jeruklegi. Melihat kondisi kakinya yang nyaris lumpuh, pihak  keluarga, Minggu (20\/7) melarikan ke RSUD Cilacap untuk mendapat  perawatan.<\/p>\n<p>Meski peristiwa tragis sering menimpa TKW asal Cilacap, tapi  Pemerintah Cilacap belum mengambil tindakan proaktif untuk  menindaklanjutinya. Bahkan, untuk sekadar menengok si korban pun enggan. (yossy suparyo)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cNiat hati mencari emas, tapi hujan batu di negeri orang,\u201d pepatah itu tepat untuk melukiskan peristiwa naas yang dialami Radisem Binti Sumarjo (28), seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Tritih Lor, Jeruklegi. Saat ini terbaring di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap sepulang bekerja di Selangor, Malaysia. Sekujur tubuhnya memar dan kakinya lumpuh akibat disiksa &hellip; <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/\">Continued<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[870],"tags":[35,99,118,205,239,241,248,291,496,529,566,581,698,699],"class_list":["post-276","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-jejak-kasus","tag-advokasi","tag-buruh-migran","tag-cilacap","tag-hak-hak-buruh-migran","tag-infomobilisasi","tag-informasi-buruh-migran","tag-internet-untuk-buruh-migran","tag-kekerasan","tag-pemberdayaan-ekonomi-buruh-migran","tag-pengelolaan-informasi","tag-perlindungan-buruh-migran","tag-pjtki","tag-tki","tag-tkw"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Lagi, TKW Asal Cilacap Disiksa - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lagi, TKW Asal Cilacap Disiksa - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cNiat hati mencari emas, tapi hujan batu di negeri orang,\u201d pepatah itu tepat untuk melukiskan peristiwa naas yang dialami Radisem Binti Sumarjo (28), seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Tritih Lor, Jeruklegi. Saat ini terbaring di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap sepulang bekerja di Selangor, Malaysia. Sekujur tubuhnya memar dan kakinya lumpuh akibat disiksa &hellip; Continued\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2008-07-28T14:04:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-12T07:31:11+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\"},\"headline\":\"Lagi, TKW Asal Cilacap Disiksa\",\"datePublished\":\"2008-07-28T14:04:52+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-12T07:31:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/\"},\"wordCount\":925,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"keywords\":[\"advokasi\",\"buruh migran\",\"Cilacap\",\"hak-hak buruh migran\",\"infomobilisasi\",\"informasi buruh migran\",\"internet untuk buruh migran\",\"kekerasan\",\"pemberdayaan ekonomi buruh migran\",\"pengelolaan informasi\",\"perlindungan buruh migran\",\"PJTKI\",\"tenaga kerja indonesia\",\"tenaga kerja wanita\"],\"articleSection\":[\"Case Records\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/\",\"name\":\"Lagi, TKW Asal Cilacap Disiksa - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2008-07-28T14:04:52+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-12T07:31:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lagi, TKW Asal Cilacap Disiksa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lagi, TKW Asal Cilacap Disiksa - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Lagi, TKW Asal Cilacap Disiksa - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"\u201cNiat hati mencari emas, tapi hujan batu di negeri orang,\u201d pepatah itu tepat untuk melukiskan peristiwa naas yang dialami Radisem Binti Sumarjo (28), seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Tritih Lor, Jeruklegi. Saat ini terbaring di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap sepulang bekerja di Selangor, Malaysia. Sekujur tubuhnya memar dan kakinya lumpuh akibat disiksa &hellip; Continued","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2008-07-28T14:04:52+00:00","article_modified_time":"2019-04-12T07:31:11+00:00","author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59"},"headline":"Lagi, TKW Asal Cilacap Disiksa","datePublished":"2008-07-28T14:04:52+00:00","dateModified":"2019-04-12T07:31:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/"},"wordCount":925,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"keywords":["advokasi","buruh migran","Cilacap","hak-hak buruh migran","infomobilisasi","informasi buruh migran","internet untuk buruh migran","kekerasan","pemberdayaan ekonomi buruh migran","pengelolaan informasi","perlindungan buruh migran","PJTKI","tenaga kerja indonesia","tenaga kerja wanita"],"articleSection":["Case Records"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/","name":"Lagi, TKW Asal Cilacap Disiksa - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"datePublished":"2008-07-28T14:04:52+00:00","dateModified":"2019-04-12T07:31:11+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2008\/07\/28\/276lagi-tkw-asal-cilacap-disiksa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lagi, TKW Asal Cilacap Disiksa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/276","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=276"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/276\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22825,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/276\/revisions\/22825"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=276"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=276"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=276"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}