{"id":26009,"date":"2019-07-18T15:07:11","date_gmt":"2019-07-18T08:07:11","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=26009"},"modified":"2019-07-18T15:07:11","modified_gmt":"2019-07-18T08:07:11","slug":"anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Anak PMI di Desa Bringinan Tertipu hingga Puluhan Juta"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26009\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><figure id=\"attachment_26010\" aria-describedby=\"caption-attachment-26010\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/PMI-tertipu.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-26010 size-medium\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/PMI-tertipu-300x167.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"167\" srcset=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/PMI-tertipu-300x167.png 300w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/PMI-tertipu.png 629w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-26010\" class=\"wp-caption-text\">(Keterangan foto: Barno, Kades Bringinan, sedang menunjukkan bukti gambar pelaku korban penipuan)<\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malang tidak ada yang pernah bisa menebak. Begitu juga seperti yang dialami salah satu pemuda asal desa Bringinan. Pemuda ini bernama Supriyanto (23). Ia merupakan anak dari pekerja migran Indonesia (PMI) Bringinan yang mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">apes <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hingga puluhan juta hanya melalui transaksi jual beli via online.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suprianto membelanjakan uang yang merupakan hasil jerih payah ibunya di Malaysia. Di desanya, pria yang kerap disapa Anto ini adalah anak muda yang termasuk jarang bersosialisasi dengan pemuda lainnya di desa Bringinan. Ia tidak banyak berbaur dengan para pemuda seusianya, apalagi bergabung dengan komunitas Karang Taruna yang ada di desa. Hidupnya lebih banyak dihabiskan di rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepala desa (Kades) Bringinan, Barno, mendapat laporan dari warganya yang bekerja di Hongkong. Warga tersebut mendapat cerita dari Supriyanto. Ia melaporkan kepada Kades bahwa di desanya ada seorang pemuda yang baru saja menjadi korban penipuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Kronologi Kasus\u00a0<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, kasus berkedok promo handphone (Hp) sudah ditangani oleh pemerintah desa (Pemdes) Bringinan. Menurut Kades Bringinan, pada tanggal 7 Februari 2019, Supriyanto melihat salah satu akun instagram bernama \u201csinarponsel_57\u201d dan melihat promo jualan handphone OPPO F9 dengan harga Rp. 1.000.000,-. Setelah itu, Supriyanto langsung menghubungi nomor Whatsapp yang tertera di akun tersebut dengan nomor 082190439315.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Supriyanto, setelah dia merasa tertarik untuk membeli handphone tersebut, terjadi kesepakatan dengan penjualnya. Tidak lama kemudian, Supriyanto langsung transfer uang sebesar Rp 1.000.000,- melalui ATM BRI unit Ngumpul pada pukul 22.24. Rekening penerima atas nama Isa Istiko dengan nomor rekening 0719655442, Bank BNI.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menunjukkan bukti transfer, dari pihak penjual menunjukkan barang yang sudah dibungkus dan siap dikirim. Namun, Supriyanto belum menyadari bahwa pengirim barang berada di luar negeri, meski rekening yang digunakan adalah rekening Indonesia. Supriyanto hanya menyadari alamat yang dituju sudah sesuai dengan alamat rumahnya di desa.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa jam kemudian, ia dihubungi oleh Bea Cukai, katanya barang tersebut adalah barang Black Market atau BM. Orang bea cukai menyatakan bahwa barang tersebut bisa dikirim jika Supriyanto mengirim uang Rp 5.000.000,- sebagai uang jaminan. Tanpa sadar, Supriyanto transfer uang tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, Supriyanto diminta untuk kirim uang lagi sebesar Rp 10.000.000,- dengan ancaman jika Supriyanto tidak kirim uangnya, maka ia akan ditangkap karena membeli barang BM.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kurun waktu dua hari, ia mendapat telpon dan pihak penelpon mengaku dari kejaksaan. Perkara yang disampaikan oleh kejaksaan menyatakan bahwa\u00a0 perkara yang dialami oleh Supriyanto sudah menjadi kasus yang serius.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJika dipikir kembali dengan pemikiran waras, tidak mungkin sebuah kasus dalam dua hari sudah sampai ke kejaksaan, padahal prosedur P21 memerlukan proses yang sangat panjang,\u201d ungkap Barno saat menceritakan kronologi yang dialami oleh Supriyanto kepada komunitas KOPI di desa Bringinan pada Senin, 1 Juli 2019.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Korban Diancam dan Dilarang Bercerita pada Siapapun<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi Supriyanato mendapat ancaman untuk tidak menceritakan kejadiannya kepada siapapun, jika sampai tersebar, maka ia akan dikenai tindakan hukum.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supriyanto merasa ketakutan, sehingga ancaman demi ancaman yang disampaikan kepadanya membuat ia terpaksa mengirim uang terus-menerus hingga tidak terasa uang sebesar Rp 85.000.000 miliknya habis. Alih-alih memiliki handphone baru dengan harga murah, tabungannya justru terkuras habis oleh penipu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uang tersebut merupakan uang tabungan yang selalu dikirim oleh ibunya yang saat ini sedang bekerja di Malaysia. Di sisi lain, Supriyanto juga dikenal sebagai pemuda yang sangat berhati-hati dalam membelanjakan uang tabungannya. Ibunya mengaku selalu mengirim uang khusus untuk anaknya, sementara uang untuk keluarga dikirim melalui rekening milik suaminya. Bahkan hingga kasus penipuan menimpa anaknya, ayahnya juga tidak menyangka jika anaknya memiliki uang tabungan sebanyak itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Korban Lain dengan Modus Serupa<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus sama dan dalam waktu yang sama, turut menimpa salah satu warga Bringinan yang sedang bekerja di Taiwan. Orang tersebut merupakan teman dari kepala desa. Ia mengaku membeli handphone di toko online yang sama seperti Supriyanto.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awal pembayaran transfer sebanyak Rp1.000.000,-. Meski sudah dinasehati oleh kepala desa untuk tidak meneruskan transaksi tersebut, namun hal tersebut tidak dipedulikan olehnya. Akhirnya ia baru sadar ketika uangnya sudah raib sebanyak Rp 20.000.000,-.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTidak bisa dipungkiri, dua korban yang mengalami penipuan tersebut memiliki riwayat pergaulan yang salah, yakni tidak mau berbaur dengan orang lain dan kurang pengalaman,\u201d ungkap Barno yang mendampingi dua warganya untuk membuat laporan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat diwawancarai oleh berbagai media mengenai kasus yang menimpa dua warganya, Barno hanya berpesan agar cukup dua orang itu saja yang menjadi korban penipuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCukup dua orang itu saja korban penipuan dari desa ini, selanjutnya agar pemuda dan siapa saja bisa mengambil pelajaran untuk berhati-hati saat melakukan transaksi jual-beli secara online. Perbanyak pergaulan, kalau di desa bisa bergabung dengan Karang Taruna agar bisa saling bertukar pikiran dan diskusi sehingga kejadian seperti ini tidak menimpa mereka,\u201d pesan Barno yang merasa cukup prihatin dengan kejadian yang menimpa warganya.\u00a0<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. Malang tidak ada yang pernah bisa menebak. Begitu juga seperti yang dialami salah satu pemuda asal desa Bringinan. Pemuda ini bernama Supriyanto (23). Ia merupakan anak dari pekerja migran Indonesia (PMI) Bringinan yang mengalami apes hingga puluhan juta hanya melalui transaksi jual beli via online.\u00a0 &nbsp; &hellip; <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/\">Continued<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26010,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[870],"tags":[47,4897,49,4731,3336,4826,5153,538,4820],"class_list":["post-26009","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jejak-kasus","tag-anak-buruh-migran","tag-anak-pmi","tag-anak-tki","tag-desa-bringinan","tag-kasus-penipuan","tag-kopi-bringinan","tag-migan-bringinan","tag-penipuan","tag-pmi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Anak PMI di Desa Bringinan Tertipu hingga Puluhan Juta - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Anak PMI di Desa Bringinan Tertipu hingga Puluhan Juta - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. Malang tidak ada yang pernah bisa menebak. Begitu juga seperti yang dialami salah satu pemuda asal desa Bringinan. Pemuda ini bernama Supriyanto (23). Ia merupakan anak dari pekerja migran Indonesia (PMI) Bringinan yang mengalami apes hingga puluhan juta hanya melalui transaksi jual beli via online.\u00a0 &nbsp; &hellip; Continued\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-07-18T08:07:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/PMI-tertipu.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"629\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"351\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Anak PMI di Desa Bringinan Tertipu hingga Puluhan Juta\",\"datePublished\":\"2019-07-18T08:07:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/\"},\"wordCount\":793,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/PMI-tertipu.png\",\"keywords\":[\"anak buruh migran\",\"Anak PMI\",\"Anak TKI\",\"Desa Bringinan\",\"Kasus Penipuan\",\"KOPI Bringinan\",\"migan Bringinan\",\"penipuan\",\"PMI\"],\"articleSection\":[\"Case Records\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/\",\"name\":\"[:id]Anak PMI di Desa Bringinan Tertipu hingga Puluhan Juta[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/PMI-tertipu.png\",\"datePublished\":\"2019-07-18T08:07:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/PMI-tertipu.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/PMI-tertipu.png\",\"width\":629,\"height\":351},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"(Bahasa Indonesia) Anak PMI di Desa Bringinan Tertipu hingga Puluhan Juta\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Anak PMI di Desa Bringinan Tertipu hingga Puluhan Juta - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Anak PMI di Desa Bringinan Tertipu hingga Puluhan Juta - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. Malang tidak ada yang pernah bisa menebak. Begitu juga seperti yang dialami salah satu pemuda asal desa Bringinan. Pemuda ini bernama Supriyanto (23). Ia merupakan anak dari pekerja migran Indonesia (PMI) Bringinan yang mengalami apes hingga puluhan juta hanya melalui transaksi jual beli via online.\u00a0 &nbsp; &hellip; Continued","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2019-07-18T08:07:11+00:00","og_image":[{"width":629,"height":351,"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/PMI-tertipu.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Anak PMI di Desa Bringinan Tertipu hingga Puluhan Juta","datePublished":"2019-07-18T08:07:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/"},"wordCount":793,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/PMI-tertipu.png","keywords":["anak buruh migran","Anak PMI","Anak TKI","Desa Bringinan","Kasus Penipuan","KOPI Bringinan","migan Bringinan","penipuan","PMI"],"articleSection":["Case Records"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/","name":"[:id]Anak PMI di Desa Bringinan Tertipu hingga Puluhan Juta[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/PMI-tertipu.png","datePublished":"2019-07-18T08:07:11+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/PMI-tertipu.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/PMI-tertipu.png","width":629,"height":351},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/anak-pmi-di-desa-bringinan-tertipu-hingga-puluhan-juta\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"(Bahasa Indonesia) Anak PMI di Desa Bringinan Tertipu hingga Puluhan Juta"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26009"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26009\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26011,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26009\/revisions\/26011"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26010"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}