{"id":26005,"date":"2019-07-18T15:00:06","date_gmt":"2019-07-18T08:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=26005"},"modified":"2019-07-18T15:02:07","modified_gmt":"2019-07-18T08:02:07","slug":"26005","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/26005\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Kiprah Nonik Iswarini: Menjadi PMI, Guru, hingga Aktivis Peduli Pekerja Migran"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26005\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_26006\" aria-describedby=\"caption-attachment-26006\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/nonik.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-26006 size-medium\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/nonik-300x253.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"253\" srcset=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/nonik-300x253.png 300w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/nonik.png 619w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-26006\" class=\"wp-caption-text\">(Keterangan: Nonik Iswara, Ketua KOPI Pondok pertama kali)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nonik Iswarini (40), perempuan yang akrab disapa sebagai Ibu Nonik merupakan perempuan yang lahir di Dukuh Kajang, Desa Pondok, Kecamatan Babadan pada tanggal 4 April 1979. Ia menjadi sosok yang sangat penting dalam perkembangan pembangunan di desa, salah satunya adalah menjadi Sekretaris BPD di desa Pondok hingga dua periode.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Ketua KOPI Pertama\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kepengurusan Komunitas Pekerja Migran Indonesia (KOPI), Nonik, demikian sapaan akrabnya, juga didaulat sebagai Ketua KOPI perempuan pertama di tahun 2018. Karena kesibukannya, Nonik mengundurkan diri dari jabatan ketua KOPI Pondok, namun masih tetap aktif dalam berbagai kegiatan KOPI. Saat ini, posisinya sudah digantikan Ketua KOPI yang baru yaitu Arif Yulianto.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, Nonik juga bekerja sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) di SDN 2 Pondok. Ia mengajar bahasa Inggris dan bahasa Jawa. Sebelum berkiprah di desa, ia pernah menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) sejak tahun 2000 sampai 2003 di Taiwan. Ia rela menjadi PMI karena ingin mengubah nasib dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 2009-2013, Nonik juga memiliki pengalaman sebagai kader pemberdayaan masyarakat desa dalam p<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rogram Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM)<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Mandiri Perdesaan atau PNPM-Perdesaan atau Rural PNPM). <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Menjadi Perawat Lansia di Taiwan<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika di Taiwan, ia bekerja sebagai perawat lansia pada tahun 2000-2003. Setelah tiga tahun bekerja, ia pulang dan bekerja di salah satu perusahaan asuransi selama dua tahun. Nonik yang kini dikaruniai dua anak tersebut memiliki ijazah terakhir SMA. Dengan berbagai pertimbangan, Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi STKIP PGRI Ponorogo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak seperti yang direncanakan, ternyata pada awal semester kuliahnya, ia mengalami masalah kesulitan biaya, hingga akhirnya memutuskan untuk cuti dan berencana untuk menjadi PMI kembali. Niatan tersebut tidak terlaksana ketika akhirnya ia mendapatkan beasiswa dari universitas tempatnya belajar sampai lulus. Saat semester enam, dia ditawari menjadi guru tidak tetap. Dia mengambil keputusan menjadi GTT tersebut selagi menunggu masa kuliahnya selesai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perempuan yang memiliki hobi menggambar tersebut begitu gigih dalam mendampingi anak-anak di desa Pondok untuk belajar. Menurutnya, anak-anak di desa Pondok adalah anak mereka dan menjadi tanggung jawab bersama. Anak-anak saat ini akan menjadi penentu di masa depan. Motto hidup untuk menjadi bermanfaat bagi alam sekitar menjadi pedoman hidup yang senantiasa dipegang oleh Nonik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk orang-orang di sekitar saya dan desa saya,\u201d ungkapnya kepada tim redaksi KOPI Ponorogo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam perjalanan hidupnya, meski yang dilakukan adalah hal yang baik, bukan berarti tanpa rintangan. Kerap kali ia dicibir selama menjabat di BPD, tantangan-tantangan itu selalu ada.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Nonik, ia sering merasa kesulitan untuk mengajak masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungannya, terkadang ketika ada masalah terhadap anak-anak yang bernasib kurang beruntung, masyarakat acapkali cuek dan menganggap bahwa anak-anak tersebut bukan menjadi tanggung jawabnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNgapain susah-susah ngurusin anak orang, ngurus anak sendiri aja susah. Lebih baik ngurus anak sendiri,\u201d ujarnya ketika mengungkapkan respon masyarakat terhadap permasalahan anak-anak di kampungnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nonik sendiri sering merasa prihatin terhadap anak-anak yang kurang beruntung di desa, khususnya anak-anak yang ditinggal oleh orangtuanya ke luar negeri maupun anak-anak yang menjadi korban broken home.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia.&nbsp; Nonik Iswarini (40), perempuan yang akrab disapa sebagai Ibu Nonik merupakan perempuan yang lahir di Dukuh Kajang, Desa Pondok, Kecamatan Babadan pada tanggal 4 April 1979. Ia menjadi sosok yang sangat penting dalam perkembangan pembangunan di desa, salah satunya adalah menjadi Sekretaris BPD di desa Pondok &hellip; <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/26005\/\">Continued<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26006,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4904],"tags":[5149,2713,5152,5151,5150,5148,586,587,5007,5052],"class_list":["post-26005","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kiprah","tag-bpd","tag-buruh-migran-ponorogo","tag-inspiratif","tag-ketua-bpd","tag-ketua-kopi","tag-migran-taiwan","tag-pondok","tag-ponorogo","tag-purna-migran","tag-sosok"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Kiprah Nonik Iswarini: Menjadi PMI, Guru, hingga Aktivis Peduli Pekerja Migran - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Kiprah Nonik Iswarini: Menjadi PMI, Guru, hingga Aktivis Peduli Pekerja Migran - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia.&nbsp; Nonik Iswarini (40), perempuan yang akrab disapa sebagai Ibu Nonik merupakan perempuan yang lahir di Dukuh Kajang, Desa Pondok, Kecamatan Babadan pada tanggal 4 April 1979. Ia menjadi sosok yang sangat penting dalam perkembangan pembangunan di desa, salah satunya adalah menjadi Sekretaris BPD di desa Pondok &hellip; Continued\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-07-18T08:00:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-07-18T08:02:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/nonik.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"619\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"522\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Kiprah Nonik Iswarini: Menjadi PMI, Guru, hingga Aktivis Peduli Pekerja Migran\",\"datePublished\":\"2019-07-18T08:00:06+00:00\",\"dateModified\":\"2019-07-18T08:02:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/\"},\"wordCount\":525,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/nonik.png\",\"keywords\":[\"BPD\",\"buruh migran ponorogo\",\"inspiratif\",\"Ketua BPD\",\"ketua KOPI\",\"Migran Taiwan\",\"pondok\",\"Ponorogo\",\"purna migran\",\"sosok\"],\"articleSection\":[\"Figures\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/\",\"name\":\"[:id]Kiprah Nonik Iswarini: Menjadi PMI, Guru, hingga Aktivis Peduli Pekerja Migran[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/nonik.png\",\"datePublished\":\"2019-07-18T08:00:06+00:00\",\"dateModified\":\"2019-07-18T08:02:07+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/nonik.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/nonik.png\",\"width\":619,\"height\":522},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kiprah Nonik Iswarini: Menjadi PMI, Guru, hingga Aktivis Peduli Pekerja Migran\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Kiprah Nonik Iswarini: Menjadi PMI, Guru, hingga Aktivis Peduli Pekerja Migran - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Kiprah Nonik Iswarini: Menjadi PMI, Guru, hingga Aktivis Peduli Pekerja Migran - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia.&nbsp; Nonik Iswarini (40), perempuan yang akrab disapa sebagai Ibu Nonik merupakan perempuan yang lahir di Dukuh Kajang, Desa Pondok, Kecamatan Babadan pada tanggal 4 April 1979. Ia menjadi sosok yang sangat penting dalam perkembangan pembangunan di desa, salah satunya adalah menjadi Sekretaris BPD di desa Pondok &hellip; Continued","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2019-07-18T08:00:06+00:00","article_modified_time":"2019-07-18T08:02:07+00:00","og_image":[{"width":619,"height":522,"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/nonik.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Kiprah Nonik Iswarini: Menjadi PMI, Guru, hingga Aktivis Peduli Pekerja Migran","datePublished":"2019-07-18T08:00:06+00:00","dateModified":"2019-07-18T08:02:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/"},"wordCount":525,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/nonik.png","keywords":["BPD","buruh migran ponorogo","inspiratif","Ketua BPD","ketua KOPI","Migran Taiwan","pondok","Ponorogo","purna migran","sosok"],"articleSection":["Figures"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/","name":"[:id]Kiprah Nonik Iswarini: Menjadi PMI, Guru, hingga Aktivis Peduli Pekerja Migran[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/nonik.png","datePublished":"2019-07-18T08:00:06+00:00","dateModified":"2019-07-18T08:02:07+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/nonik.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/nonik.png","width":619,"height":522},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/26005\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kiprah Nonik Iswarini: Menjadi PMI, Guru, hingga Aktivis Peduli Pekerja Migran"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26005"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26005\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26008,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26005\/revisions\/26008"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26006"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}