{"id":26001,"date":"2019-07-18T14:54:42","date_gmt":"2019-07-18T07:54:42","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=26001"},"modified":"2019-07-18T14:54:42","modified_gmt":"2019-07-18T07:54:42","slug":"sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Sego Punten, nasi Lembut nan Gurih Kuliner Khas Pondok"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26001\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sego-punten.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-26002 alignleft\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sego-punten-300x225.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sego-punten-300x225.png 300w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sego-punten.png 624w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di desa Pondok, siapa yang tidak pernah merasakan sego punten? Tentu saja, hampir semua warga Pondok pernah merasakannya. Bahkan mereka yang telah merantau, setidaknya merasakan kerinduan akan makanan khas Pondok ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Punten merupakan makanan yang berbahan dasar beras dan kelapa, orang menyebutnya sebagai nasi gurih. Hanya saja bentuknya berbeda seperti nasi biasa. Dalam pengolahannya, setelah nasi masak, masih dalam keadaan panas, nasi kemudian diletakkan dalam lumpang beralas plastik, kemudian dipukul dengan bonggol batang pisau agar kalis dan lembut mirip uli atau jadah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah adonan lembut, nasi kemudian dipindahkan ke cetakan untuk didinginkan. Setelah dingin, adonan punten ini baru bisa dipotong-potong sesuai selera dan bisa disajikan. Saat penyajian pun bisa ditaburi dengan berbagai jenis lauk, ada yang dihidangkan bersama sambal tomat dan serunding, ada juga yang dihidangkan dengan sayur pecel.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Menu Khas untuk Beragam Acara Keluarga maupun Komunitas<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, salah seorang warga yang sampai saat ini cukup dikenal sego punten buatannya adalah Tumini. Ia merupakan perempuan asli Pondok yang kini telah berusia 64 tahun, ini memulai membuka usaha masakan Sego Punten sejak tahun 1996. Resep olahan masakannya merupakan resep turun temurun dari keluarganya. Tumini mewarisi resep masakan sego punten dari Ibunya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tumini memiliki tiga orang anak tersebut memulai usahanya dengan membuka warung biasa. Selang beberapa waktu, ketika orang sudah mulai mencicipi masakan di warung Tumini, orang-orang mulai memesan sego punten untuk acara-acara kantor maupun acara keluarga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk Sego Punten Tumini sendiri, penyajian sego punten ditambah dengan lauk tempe kripik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam proses mengembangkan usaha sego punten, Tumini memulai dengan cara tradisional, salah satunya saat proses\u00a0 membuat santan kelapa yang digunakan untuk memasak nasi. Tumini menggunakan parut manual, yang tentunya membutuhkan waktu lama dan melelahkan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Inovasi Mencari Bahan Baku<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring berjalannya waktu, anak-anak Tumini memberikan gagasan untuk membeli mesin parut agar mempercepat dan meningkatkan produksi pembuatan sego punten. Di sisi lain juga terus berinovasi\u00a0 dengan mencari bahan baku yang murah agar bisa memproduksi dalam jumlah yang banyak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, peminat sego punten Tumini semakin luas, bahkan Tumini harus melebarkan warung makannya untuk bisa menampung lebih banyak pembeli. Tumini terus berinovasi mengembangkan usahanya dengan mengikuti trend masa kini, salah satunya dengan peletakan wifi di warung makannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memanfaatkan internet yang sudah tersedia semakin luas, Tumini juga membuat promosi di halaman facebook serta google maps untuk memudahkan pembeli menjangkau warungnya. Bagi yang belum familiar dengan internet pun, turut disediakan nomor telfon yang bisa dihubungi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Promosi terus digencarkan melalui expo-expo jajanan tradisional. Berkat promosinya yang terus digencarkan, kini produk makanan Punten Ibu Tumini telah dikenal ke beberapa daerah, pemesannya bisa dari Madiun, Ponorogo selatan, Balong, Sawo, Sambit, dan Sumoroto.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kendala terbesar yang dihadapi Tumini dalam menjalankan usahanya adalah soal memasak. Karena proses memasak sego punten harus dilakukan malam, karena untuk penyajian di pagi, bahan harus langsung dimasak. Bahan tidak boleh ditunda karena akan berpengaruh pada kualitas dan rasa.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, punten menjadi produk unggulan desa Pondok, hampir di setiap acara, baik di desa, kecamatan maupun kabupaten, Punten selalu menjadi makanan yang wajib ada di meja hidangan. Dalam berbagai pameran produk unggulan, Punten selalu ada dan selalu diburu oleh masyarakat.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. Di desa Pondok, siapa yang tidak pernah merasakan sego punten? Tentu saja, hampir semua warga Pondok pernah merasakannya. Bahkan mereka yang telah merantau, setidaknya merasakan kerinduan akan makanan khas Pondok ini.\u00a0 &nbsp; Punten merupakan makanan yang berbahan dasar beras dan kelapa, orang menyebutnya sebagai nasi gurih. &hellip; <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/\">Continued<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26002,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[860],"tags":[5147,5146,256,5144,586,5143,5145],"class_list":["post-26001","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-expo-jajanan-pasar","tag-festival","tag-jawa-timur","tag-makanan-khas-pondok","tag-pondok","tag-sego-punten","tag-sego-punten-khas-pondok"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Sego Punten, nasi Lembut nan Gurih Kuliner Khas Pondok - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Sego Punten, nasi Lembut nan Gurih Kuliner Khas Pondok - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. Di desa Pondok, siapa yang tidak pernah merasakan sego punten? Tentu saja, hampir semua warga Pondok pernah merasakannya. Bahkan mereka yang telah merantau, setidaknya merasakan kerinduan akan makanan khas Pondok ini.\u00a0 &nbsp; Punten merupakan makanan yang berbahan dasar beras dan kelapa, orang menyebutnya sebagai nasi gurih. &hellip; Continued\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-07-18T07:54:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sego-punten.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"624\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"468\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Sego Punten, nasi Lembut nan Gurih Kuliner Khas Pondok\",\"datePublished\":\"2019-07-18T07:54:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/\"},\"wordCount\":523,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sego-punten.png\",\"keywords\":[\"expo jajanan pasar\",\"festival\",\"Jawa Timur\",\"makanan khas pondok\",\"pondok\",\"sego punten\",\"sego punten khas pondok\"],\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/\",\"name\":\"[:id]Sego Punten, nasi Lembut nan Gurih Kuliner Khas Pondok[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sego-punten.png\",\"datePublished\":\"2019-07-18T07:54:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sego-punten.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sego-punten.png\",\"width\":624,\"height\":468},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sego Punten, nasi Lembut nan Gurih Kuliner Khas Pondok\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Sego Punten, nasi Lembut nan Gurih Kuliner Khas Pondok - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Sego Punten, nasi Lembut nan Gurih Kuliner Khas Pondok - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. Di desa Pondok, siapa yang tidak pernah merasakan sego punten? Tentu saja, hampir semua warga Pondok pernah merasakannya. Bahkan mereka yang telah merantau, setidaknya merasakan kerinduan akan makanan khas Pondok ini.\u00a0 &nbsp; Punten merupakan makanan yang berbahan dasar beras dan kelapa, orang menyebutnya sebagai nasi gurih. &hellip; Continued","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2019-07-18T07:54:42+00:00","og_image":[{"width":624,"height":468,"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sego-punten.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Sego Punten, nasi Lembut nan Gurih Kuliner Khas Pondok","datePublished":"2019-07-18T07:54:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/"},"wordCount":523,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sego-punten.png","keywords":["expo jajanan pasar","festival","Jawa Timur","makanan khas pondok","pondok","sego punten","sego punten khas pondok"],"articleSection":["News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/","name":"[:id]Sego Punten, nasi Lembut nan Gurih Kuliner Khas Pondok[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sego-punten.png","datePublished":"2019-07-18T07:54:42+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sego-punten.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sego-punten.png","width":624,"height":468},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2019\/07\/18\/sego-punten-nasi-lembut-nan-gurih-kuliner-khas-pondok\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sego Punten, nasi Lembut nan Gurih Kuliner Khas Pondok"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26001","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26001"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26001\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26003,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26001\/revisions\/26003"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26002"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}