{"id":25975,"date":"2019-07-18T10:43:04","date_gmt":"2019-07-18T03:43:04","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=25975"},"modified":"2019-07-18T10:43:04","modified_gmt":"2019-07-18T03:43:04","slug":"fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Fitria: &#8220;Menjadi PMI bukan hanya bekerja, namun juga belajar sebagai bekal melanjutkan hidup di Indonesia.&#8221;"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25975\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><figure id=\"attachment_25976\" aria-describedby=\"caption-attachment-25976\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/fitria.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-25976 size-medium\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/fitria-300x207.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"207\" srcset=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/fitria-300x207.png 300w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/fitria.png 650w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-25976\" class=\"wp-caption-text\">(Keterangan foto: Fitria dalam sebuah kegiatan pelatihan penanganan kasus bersama KOPI Gogodeso)<\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fitria merupakan seorang purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dia telah bekerja di Negara Taiwan sejak tahun 2010. Pekerjaan utamanya adalah melayani dan merawat orang yang sudah lanjut usia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fitria berangkat ke Taiwan pada pertengahan 2010, tepatnya 26 juni 2010. Ia berangkat melalui salah satu perseroan terbatas (PT) yang merekrut calon PMI di Malang, yaitu Rozikin Jaya. Ini merupakan kali kedua bagi Fitria berangkat melalui PT yang sama. Karena sudah berpengalaman berangkat ke luar negeri, semua dokumen dan surat menyurat dia urus sendiri, mulai dari desa, Disnaker Kabupaten Blitar sampai Polres untuk mengurus SKCK. Ia memang tidak lewat sponsor, melainkan datang sendiri ke PT dan kebetulan PT ini juga bekerja sama dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">agency<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lamanya di Taiwan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang lebih dua bulan proses tunggu di rumah, sesekali ia datang ke PT untuk pengurusan keperluan keberangkatan. Di sana ia sering dimintai tolong untuk mengajarkan Bahasa Mandarin oleh para calon pekerja migran yang belum pernah ke Taiwan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba di Negara Taiwan, seperti biasa, Fitria diantar untuk tes kesehatan oleh pihak agensi, mengurus perizinan ke imigrasi. Setelahnya, ia langsung diantar ke rumah majikan. Rumah majikan berada di tepian pantai dan dekat dermaga Kue Hou di wilayah Kabupaten Taipei.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia tinggal di rumah majikan dengan anggota keluarga berjumlah delapan orang. Mereka memperlakukan Fitria dengan sangat baik. Pekerjaan utamanya adalah menjaga nenek yang sudah berusia 80 tahun, mulai dari menyiapkan makan, membantu mandi, mengantar periksa ke dokter, ke salon untuk potong rambut dan mempersiapkan kebutuhan lainnya. meski usianya sudah lanjut, nenek yang dirawatnya masih sehat dan belum pikun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Mengasuh Lansia sekaligus Bekerja di Restoran<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menjaga nenek, Ia juga ikut membantu pekerjaan di restoran. Majikan memiliki usaha restoran mie kare dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sea food<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ia membantu di restoran mulai dari bersih-bersih, cuci piring, mempersiapkan dagangan, bahkan tak jarang di kasir. Selama membantu mengerjakan pekerjaan di restoran, dia tidak pernah mengeluh bahkan bermalas-malasan. Baginya, ini adalah kesempatan untuk belajar mengelola usaha.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBagi saya, tidak masalah jika harus mengambil dua pekerjaan sekaligus. Justru di sini saya bisa memanfaatkan waktu untuk belajar, jika suatu saat saya bisa membuka usaha kuliner di tanah air,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fitri juga mengaku bahwa majikannya sangat percaya dan puas dengan kinerjanya. Kejujuran dan kedisiplinan dalam bekerja menjadi modal utamanya. Majikan juga tidak jarang mempercayakan kepadanya untuk berbelanja maupun memasak masakan yang akan dijual.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski sibuk di restoran, bukan berarti ia mengabaikan tugas utamanya. Dia bisa mengatur waktu dengan meninggalkan pekerjaan di restoran ketika waktu melaksanakan tugas rutin merawat nenek tiba.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama tiga tahun, Fitria bekerja dengan majikan tersebut. Hingga ketika masa kontrak sudah habis dan majikan menawarkan untuk memperpanjang kontrak lagi, Fitria menolak dengan alasan ingin mendampingi anaknya di kampung halaman serta membuka usaha di tanah air.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Wirausaha dan Berkomunitas di Kampung\u00a0<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiba di Indonesia, ia tak langsung membuka usaha, dikarenakan ia hamil. Lalu pada tahun 2017 ia baru mulai membuka usaha kecil-kecilan yaitu berjualan gorengan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMeski pendapatannya tidak sebesar di Taiwan, namun saya senang. Saya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, selain itu bisa secara langsung mengawasi anak-anak,\u201d ungkapnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, sekarang ia juga sedang aktif dalam komunitas purna PMI di desanya. Ruang inilah yang menjadikannya semakin dewasa dan memiliki kepedulian kepada sesama pekerja migran. Ia juga terpilih sebagai Ketua Komunitas Pekerja Migran Indonesia (KOPI) di Desa Gogodeso.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKOPI menjadi sarana saya belajar dan bertukar pengalaman sesama pekerja migran. Termasuk membantu teman-teman pekerja migran yang sedang bermasalah di negara tujuan atau pun sebelum pemberangkatan,\u201d tutur Fitria.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPesan saya untuk teman-teman PMI jangan hanya melulu kerja selama di luar negeri. Belajarlah apapun yang bisa kita ambil pelajaran dan bermanfaat, agar setelah sampai di rumah kita bisa memanfaatkan pengalaman itu untuk bisa bertahan hidup di Indonesia. Dalam bekerja, faktor utama yang perlu diperhatikan adalah kejujuran dan kedisiplinan.\u201d<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. Fitria merupakan seorang purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dia telah bekerja di Negara Taiwan sejak tahun 2010. Pekerjaan utamanya adalah melayani dan merawat orang yang sudah lanjut usia.\u00a0 &nbsp; Fitria berangkat ke Taiwan pada pertengahan 2010, tepatnya 26 juni 2010. Ia berangkat melalui salah satu perseroan &hellip; <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/\">Continued<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25976,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4904],"tags":[77,5103,5097,4772,5126,4702,5007,5127,5052,4990],"class_list":["post-25975","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kiprah","tag-blitar","tag-gogodeso","tag-komunitas","tag-kopi","tag-lansia","tag-pmi-taiwan","tag-purna-migran","tag-restoran","tag-sosok","tag-wirausaha"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Fitria: &quot;Menjadi PMI bukan hanya bekerja, namun juga belajar sebagai bekal melanjutkan hidup di Indonesia.&quot; - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Fitria: &quot;Menjadi PMI bukan hanya bekerja, namun juga belajar sebagai bekal melanjutkan hidup di Indonesia.&quot; - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. Fitria merupakan seorang purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dia telah bekerja di Negara Taiwan sejak tahun 2010. Pekerjaan utamanya adalah melayani dan merawat orang yang sudah lanjut usia.\u00a0 &nbsp; Fitria berangkat ke Taiwan pada pertengahan 2010, tepatnya 26 juni 2010. Ia berangkat melalui salah satu perseroan &hellip; Continued\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-07-18T03:43:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/fitria.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"650\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"448\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Fitria: &#8220;Menjadi PMI bukan hanya bekerja, namun juga belajar sebagai bekal melanjutkan hidup di Indonesia.&#8221;\",\"datePublished\":\"2019-07-18T03:43:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/\"},\"wordCount\":650,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/fitria.png\",\"keywords\":[\"Blitar\",\"Gogodeso\",\"komunitas\",\"kopi\",\"Lansia\",\"pmi taiwan\",\"purna migran\",\"restoran\",\"sosok\",\"Wirausaha\"],\"articleSection\":[\"Figures\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/\",\"name\":\"[:id]Fitria: \\\"Menjadi PMI bukan hanya bekerja, namun juga belajar sebagai bekal melanjutkan hidup di Indonesia.\\\"[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/fitria.png\",\"datePublished\":\"2019-07-18T03:43:04+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/fitria.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/fitria.png\",\"width\":650,\"height\":448},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fitria: &#8220;Menjadi PMI bukan hanya bekerja, namun juga belajar sebagai bekal melanjutkan hidup di Indonesia.&#8221;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Fitria: \"Menjadi PMI bukan hanya bekerja, namun juga belajar sebagai bekal melanjutkan hidup di Indonesia.\" - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Fitria: \"Menjadi PMI bukan hanya bekerja, namun juga belajar sebagai bekal melanjutkan hidup di Indonesia.\" - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. Fitria merupakan seorang purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dia telah bekerja di Negara Taiwan sejak tahun 2010. Pekerjaan utamanya adalah melayani dan merawat orang yang sudah lanjut usia.\u00a0 &nbsp; Fitria berangkat ke Taiwan pada pertengahan 2010, tepatnya 26 juni 2010. Ia berangkat melalui salah satu perseroan &hellip; Continued","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2019-07-18T03:43:04+00:00","og_image":[{"width":650,"height":448,"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/fitria.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Fitria: &#8220;Menjadi PMI bukan hanya bekerja, namun juga belajar sebagai bekal melanjutkan hidup di Indonesia.&#8221;","datePublished":"2019-07-18T03:43:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/"},"wordCount":650,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/fitria.png","keywords":["Blitar","Gogodeso","komunitas","kopi","Lansia","pmi taiwan","purna migran","restoran","sosok","Wirausaha"],"articleSection":["Figures"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/","name":"[:id]Fitria: \"Menjadi PMI bukan hanya bekerja, namun juga belajar sebagai bekal melanjutkan hidup di Indonesia.\"[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/fitria.png","datePublished":"2019-07-18T03:43:04+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/fitria.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/fitria.png","width":650,"height":448},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/07\/18\/fitria-menjadi-pmi-bukan-hanya-bekerja-namun-juga-belajar-sebagai-bekal-melanjutkan-hidup-di-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fitria: &#8220;Menjadi PMI bukan hanya bekerja, namun juga belajar sebagai bekal melanjutkan hidup di Indonesia.&#8221;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25975","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25975"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25975\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25977,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25975\/revisions\/25977"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25976"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}