{"id":25913,"date":"2019-04-25T14:02:21","date_gmt":"2019-04-25T07:02:21","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=25913"},"modified":"2019-06-25T14:04:53","modified_gmt":"2019-06-25T07:04:53","slug":"mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Mbah Petik, Maestro Seni dan Budaya Ponorogo Asal Nongkodono"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25913\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia itu kaya akan seni dan budaya, termasuk di Kabupaten Ponorogo. Di Desa Nongkodono misalnya,\u00a0 masih banyak warga yang tertarik menggeluti seni tari reog. Seperti halnya reog, ketoprak juga termasuk seni yang cukup digemari masyarakat sejak dahulu kala.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Nongkodono, sosok yang masih tekun memelihara seni tradisi dan budaya di desa ini adalah Mbah Soean alias mbah Petik (62). Di usianya yang terbilang tua, Mbah Petik tak pernah putus asa atau mengeluh untuk mengikuti sejumlah kegiatan atau perayaan seni atau budaya. Menurut penuturan Mbah Petik, dia mengenal dunia seni sejak tahun 1970.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mbah Petik juga merintis karirnya di dunia seni tari reog serta barong yang dipimpin oleh mbah Wo Kucing yang berasal dari Desa Kauman. Karena banyak permintaan undangan untuk mewakili Desa Nongkodono, maka Mbah Petik disibukan agenda pementasan di sejumlah tempat. Bahkan, pementasan di luar Kabupaten Ponorogo seperti tampil di Kota Bandung untuk mengikuti kirab remaja yang dipimpin oleh\u00a0 Tutut, putri Presiden Suharto. Di Kota Bandung, Mbah Petik tidak sendirian, namun dia membawa tim, yaitu Sukatman dan mbah Wo Kucing yang legendaris.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mbah Petik memilih seni tari reog karena sejak kecil telah tertanam jiwa seni dan budayanya. Tahun 1984, kapasitasnya dalam menekuni dunia seni semakin dikenal masyarakat.\u00a0 Sejak itu, Mbah Petik mulai diminta melatih seni tari, reog, serta barong. Mbah Petik juga kemudian mendirikan sanggar tari yang dinamakan \u201cWidya Kencana.\u201d Sanggar ini dipimpin sendiri oleh Mbah Petik. Sejak sanggar tersebut berdiri, masyarakat sangat antusias belajar seni tari, termasuk anak-anak dari desa lain juga ikut ikut belajar mengenal seni tari reog yang diadakan setiap hari Minggu. Pada peringatan 17 Agustus tahun ini, meskipun usia Mbah Petik sudah tidak muda lagi, namun dia tetap terlibat dalam perhelatan perayaan kemerdekaan yang diselenggarakan Desa Krebet Kecamatan Jambon. Bertepatan dengan pengangkatan Kepala Desa di Krebet, Mba Petik turut terlibat dalam pentas ketoprak. Mbah Petik malah bukan hanya menjadi sutradara, namun juga turut menjadi lakon ketoprak itu sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mbah Petik merupakan sosok yang patut menjadi teladan, termasuk untuk generasi milenial saat ini. Bagi mbah Petik, tantangan anak muda saat ini adalah kurangnya jiwa remaja. Anak mudah sekarang lebih menggemari media sosial (Medsos) yang dengan mudah diakses melalui gawai mereka dibandingkan mengenal seni dan budaya. Saat ini, harapan Mbah Petik adalah agar Desa Nongkodono semakin maju dan warganya semakin mencintai seni dan budaya. \u201dSeni dan budaya kita jangan sampai putus di tengah jalan,\u00a0 khususnya remaja,\u201d demikian pesan Mbah Petik untuk warga Nongkodono, khususnya anak mudanya.\u00a0<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia.Indonesia itu kaya akan seni dan budaya, termasuk di Kabupaten Ponorogo. Di Desa Nongkodono misalnya,\u00a0 masih banyak warga yang tertarik menggeluti seni tari reog. Seperti halnya reog, ketoprak juga termasuk seni yang cukup digemari masyarakat sejak dahulu kala.\u00a0 Di Nongkodono, sosok yang masih tekun memelihara seni tradisi &hellip; <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/\">Continued<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4904],"tags":[5051,5087,4766,587,5088,5052],"class_list":["post-25913","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kiprah","tag-kiprah","tag-maestro","tag-nongkodono","tag-ponorogo","tag-seni","tag-sosok"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Mbah Petik, Maestro Seni dan Budaya Ponorogo Asal Nongkodono - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Mbah Petik, Maestro Seni dan Budaya Ponorogo Asal Nongkodono - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia.Indonesia itu kaya akan seni dan budaya, termasuk di Kabupaten Ponorogo. Di Desa Nongkodono misalnya,\u00a0 masih banyak warga yang tertarik menggeluti seni tari reog. Seperti halnya reog, ketoprak juga termasuk seni yang cukup digemari masyarakat sejak dahulu kala.\u00a0 Di Nongkodono, sosok yang masih tekun memelihara seni tradisi &hellip; Continued\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-04-25T07:02:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-06-25T07:04:53+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Mbah Petik, Maestro Seni dan Budaya Ponorogo Asal Nongkodono\",\"datePublished\":\"2019-04-25T07:02:21+00:00\",\"dateModified\":\"2019-06-25T07:04:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/\"},\"wordCount\":409,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"keywords\":[\"kiprah\",\"maestro\",\"Nongkodono\",\"Ponorogo\",\"seni\",\"sosok\"],\"articleSection\":[\"Figures\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/\",\"name\":\"[:id]Mbah Petik, Maestro Seni dan Budaya Ponorogo Asal Nongkodono[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-04-25T07:02:21+00:00\",\"dateModified\":\"2019-06-25T07:04:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mbah Petik, Maestro Seni dan Budaya Ponorogo Asal Nongkodono\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Mbah Petik, Maestro Seni dan Budaya Ponorogo Asal Nongkodono - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Mbah Petik, Maestro Seni dan Budaya Ponorogo Asal Nongkodono - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia.Indonesia itu kaya akan seni dan budaya, termasuk di Kabupaten Ponorogo. Di Desa Nongkodono misalnya,\u00a0 masih banyak warga yang tertarik menggeluti seni tari reog. Seperti halnya reog, ketoprak juga termasuk seni yang cukup digemari masyarakat sejak dahulu kala.\u00a0 Di Nongkodono, sosok yang masih tekun memelihara seni tradisi &hellip; Continued","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2019-04-25T07:02:21+00:00","article_modified_time":"2019-06-25T07:04:53+00:00","author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Mbah Petik, Maestro Seni dan Budaya Ponorogo Asal Nongkodono","datePublished":"2019-04-25T07:02:21+00:00","dateModified":"2019-06-25T07:04:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/"},"wordCount":409,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"keywords":["kiprah","maestro","Nongkodono","Ponorogo","seni","sosok"],"articleSection":["Figures"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/","name":"[:id]Mbah Petik, Maestro Seni dan Budaya Ponorogo Asal Nongkodono[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"datePublished":"2019-04-25T07:02:21+00:00","dateModified":"2019-06-25T07:04:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/25\/mbah-petik-maestro-seni-dan-budaya-ponorogo-asal-nongkodono\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mbah Petik, Maestro Seni dan Budaya Ponorogo Asal Nongkodono"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25913"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25913\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25914,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25913\/revisions\/25914"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}