{"id":25885,"date":"2018-12-25T12:11:59","date_gmt":"2018-12-25T05:11:59","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=25885"},"modified":"2019-06-25T12:15:45","modified_gmt":"2019-06-25T05:15:45","slug":"dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Dari Pekerja Migran, Hingga Kepala Desa Dua Periode"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25885\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-25886 size-medium\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode-265x300.png\" alt=\"Suharto, mantan pekerja migran yang menjadi Kepala Desa Pondok, Babadan, Ponorogo. (Sumber Foto: Dokumen Pribadi Arif Yulianto). \" width=\"265\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode-265x300.png 265w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode.png 473w\" sizes=\"auto, (max-width: 265px) 100vw, 265px\" \/><\/a>Usianya menginjak kepala lima, namun penampilannya masih terlihat segar, penuh semangat dan bersahaja. Dialah Suharto, Kepala Desa Pondok, Babadan, Ponorogo yang lahir pada 15 September 1963 dari pasangan Karto Tunggak dan Murtini asal Desa Pondok. Seperti anak-anak desa lainnya, Suharto mengenyam pendidikan dasar di SDN 1 Pondok dan melanjutkan sekolah menengah di SMPN 4 Ponorogo. SMA Bhakti menjadi pilihan Suharto untuk menempuh pendidikan di jenjang menengah atas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah tamat dari bangku sekolah, laki-laki yang akrab dipanggil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mbah Lurah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini memilih untuk langsung mencari pekerjaan. Pekerjaan pertamanya menjadi seorang mandor bangunan di dekat Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada tahun 1996-1998. Satu tahun kemudian, Suharto memutuskan untuk bekerja ke luar negeri pada tahun 1998-1999. Setahun bekerja di Malaysia, Suharto mencoba peruntungan dengan bekerja ke negeri ginseng, tepatnya di Kota Busan, Korea Selatan. Ia bekerja di perusahaan pengepresan onderdil mobil, selain itu Suharto juga aktif di berbagai organisasi pekerja migran Indonesia yang ada di sana, salah satunya adalah Perkawi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBerbagai jenis pekerjaan saya coba tekuni sejak lulus sekolah, mulai dari jadi mandor bangunan hingga menjadi pekerja migran di Malaysia dan Korea,\u201d ujar Suharto.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suharto kerap didatangi teman-teman yang datang dengan berbagai masalah dan meminta bantuan. Banyak di antara teman-teman Suharto yang kemudian memanggilnya dengan sebutan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mbah Lurah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena ia dituakan di antara teman-temannya ketika di Korea. Suharto yang saat ini menjadi Kepala Desa Pondok kemudian menceritakan bagaimana ia bisa sampai menduduki kursi jabatan sebagai kepala desa. Sepulang dari Korea Selatan, banyak sahabat dan masyarakat di desa menyarankan Suharto untuk mencalonkan diri menjadi lurah yang awalnya ia tolak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya pernah hampir menolak karena bukan keturunan lurah atau perangkat desa,\u201d kata Suharto.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suharto kemudian mendapatkan cerita dari pamannya, bahwa kakek buyutnya dulu merupakan kepala desa di salah satu desa di Kecamatan Jenangan. Dari cerita itulah, Suharto yang sebelumnya ragu akhirnya tergerak untuk mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan membangun desa. Akhirnya ia pun berhasil dan dikehendaki oleh sebagian besar masyarakat Desa Pondok menjadi kepala desa pada periode pertama. Saat ini Suharto sudah memasuki periode kedua dalam masa jabatannya. Ia berusaha merangkul kembali warga yang dulu terpecah karena Pilkades agar bisa menyatu kembali sebagai warga desa Pondok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suharto berterimakasih dan memberikan apresiasi karena dari sekian ratus desa di Ponorogo, Desa Pondok memiliki Komunitas Pekerja Migran Indonesia (KOPI). Suharto yang pernah menjadi pekerja migran yakin bahwa organisasi ini sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat desa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSebagai mantan pekerja migran saya tahu bagaimana suka dukanya. Oleh karena itu, saya yakin KOPI Pondok akan sangat bermanfaat sebagai ruang belajar bagi anggota dan warga desa,\u201d ungkap Suharto.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia menambahkan bahwa pemerintah siap mendukung apapun yang sekiranya bisa dibantu oleh pemerintah desa asal tidak menyalahi aturan yang berlaku. Suharto juga merasakan langsung manfaat KOPI Pondok pada saat warga Desa Pondok yang bekerja di Malaysia meninggal karena kecelakaan. Jenazah warga Desa Pondok dapat dipulangkan dalam waktu tiga saja. Hal itu lebih cepat, padahal biasanya jenazah dari luar negeri bisa tiba dalam waktu seminggu di Ponorogo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia.Usianya menginjak kepala lima, namun penampilannya masih terlihat segar, penuh semangat dan bersahaja. Dialah Suharto, Kepala Desa Pondok, Babadan, Ponorogo yang lahir pada 15 September 1963 dari pasangan Karto Tunggak dan Murtini asal Desa Pondok. Seperti anak-anak desa lainnya, Suharto mengenyam pendidikan dasar di SDN 1 Pondok &hellip; <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/\">Continued<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25886,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4904],"tags":[4947,5071,1305,322,4772,4365],"class_list":["post-25885","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kiprah","tag-desa-pondok","tag-kepala-desa","tag-kisah-bmi","tag-kisah-buruh-migran","tag-kopi","tag-purna-bmi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Dari Pekerja Migran, Hingga Kepala Desa Dua Periode - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Dari Pekerja Migran, Hingga Kepala Desa Dua Periode - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia.Usianya menginjak kepala lima, namun penampilannya masih terlihat segar, penuh semangat dan bersahaja. Dialah Suharto, Kepala Desa Pondok, Babadan, Ponorogo yang lahir pada 15 September 1963 dari pasangan Karto Tunggak dan Murtini asal Desa Pondok. Seperti anak-anak desa lainnya, Suharto mengenyam pendidikan dasar di SDN 1 Pondok &hellip; Continued\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-12-25T05:11:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-06-25T05:15:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"473\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Dari Pekerja Migran, Hingga Kepala Desa Dua Periode\",\"datePublished\":\"2018-12-25T05:11:59+00:00\",\"dateModified\":\"2019-06-25T05:15:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/\"},\"wordCount\":496,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode.png\",\"keywords\":[\"desa pondok\",\"kepala desa\",\"kisah BMI\",\"kisah buruh migran\",\"kopi\",\"purna bmi\"],\"articleSection\":[\"Figures\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/\",\"name\":\"[:id]Dari Pekerja Migran, Hingga Kepala Desa Dua Periode[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode.png\",\"datePublished\":\"2018-12-25T05:11:59+00:00\",\"dateModified\":\"2019-06-25T05:15:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode.png\",\"width\":473,\"height\":536},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Pekerja Migran, Hingga Kepala Desa Dua Periode\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Dari Pekerja Migran, Hingga Kepala Desa Dua Periode - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Dari Pekerja Migran, Hingga Kepala Desa Dua Periode - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia.Usianya menginjak kepala lima, namun penampilannya masih terlihat segar, penuh semangat dan bersahaja. Dialah Suharto, Kepala Desa Pondok, Babadan, Ponorogo yang lahir pada 15 September 1963 dari pasangan Karto Tunggak dan Murtini asal Desa Pondok. Seperti anak-anak desa lainnya, Suharto mengenyam pendidikan dasar di SDN 1 Pondok &hellip; Continued","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2018-12-25T05:11:59+00:00","article_modified_time":"2019-06-25T05:15:45+00:00","og_image":[{"width":473,"height":536,"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Dari Pekerja Migran, Hingga Kepala Desa Dua Periode","datePublished":"2018-12-25T05:11:59+00:00","dateModified":"2019-06-25T05:15:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/"},"wordCount":496,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode.png","keywords":["desa pondok","kepala desa","kisah BMI","kisah buruh migran","kopi","purna bmi"],"articleSection":["Figures"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/","name":"[:id]Dari Pekerja Migran, Hingga Kepala Desa Dua Periode[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode.png","datePublished":"2018-12-25T05:11:59+00:00","dateModified":"2019-06-25T05:15:45+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode.png","width":473,"height":536},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/12\/25\/dari-pekerja-migran-hingga-kepala-desa-dua-periode\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Pekerja Migran, Hingga Kepala Desa Dua Periode"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25885"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25885\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25887,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25885\/revisions\/25887"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25886"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}