{"id":22097,"date":"2019-04-08T15:26:37","date_gmt":"2019-04-08T08:26:37","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=22097"},"modified":"2019-04-08T15:26:37","modified_gmt":"2019-04-08T08:26:37","slug":"hoaks-dalam-pandangan-agama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) HOAKS DALAM PANDANGAN AGAMA"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22097\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir-akhir ini, hoaks sangat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngetren <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">populer. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional. Bukan hanya dalam konteks pergaulan sosial sehari-hari, tetapi juga dalam konteks kepentingan politik praktis. Hoaks tidak hanya berseliweran di dunia maya, terutama di media sosial (facebook, twitter, instagram, path, line, dan lain-lain), tetapi juga di dunia nyata. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sangking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> maraknya hoaks, sekarang ini kita kesulitan mengidentifikasi mana hoaks dan mana bukan hoaks.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dampak hoaks tidak hanya mengena warga Indonesia di dalam negeri, tetapi juga warga negara yang berada di luar negeri. Pekerja Migran Indonesia (PMI), di antaranya, adalah warga Indonesia yang berada di luar negeri yang potensial mengonsumsi hoaks. Posisinya lebih rentan, karena akses klarifikasi atas hoaks tidak seluas warga Indonesia yang berada di dalam negeri. PMI di luar negeri lebih banyak mengonsumsi dari pada memproduksi dan membuat narasi tandingan. Selain karena keterbatasan waktu yang dimiliki, juga kemampuan membuat narasi tandingan yang sangat terbatas. \u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan singkat ini bermaksud menjelaskan apa itu hoaks, hoaks dalam pandangan Islam, dan tips-tips bagaimana PMI dapat terhindar dari hoaks.<\/span><\/p>\n<p><b>Pengertian Hoaks<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hoaks adalah berita palsu atau berita bohong (bahasa Inggris: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hoax<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Yakni, suatu informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Hoaks tidak sama dengan rumor dan simbolik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hoaks mengandung makna berita bohong, berita tidak bersumber. Menurut Silverman (2015), hoaks merupakan sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, namun \u201cdijual\u201d sebagai kebenaran. Werme (2016) mendefiniskan hoaks sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fake news,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu berita palsu yang mengandung informasi yang sengaja menyesatkan orang dan memiliki agenda politik tertentu. Hoaks bukan sekadar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">misleading<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> alias menyesatkan, informasi dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fake news<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga tidak memiliki landasan faktual, namun disajikan seolah-olah sebagai serangkaian fakta.<\/span><\/p>\n<p><b>Pandangan Islam<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan pengertian tersebut di atas, jelaslah hoaks bertentangan dengan ajaran Islam. Islam melarang keras orang berbohong, menyampaikan (membagi) berita bohong, dan mengubah berita dengan maksud untuk menyesatkan atau kepentingan jahat. Dalam Islam, istilah ini disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">haditsul ifki<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (berita bohong) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cfahisyah\u201d (berita keji),\u00a0sesuatu yang teramat keji, bahkan, terbilang dosa besar.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Pernyataan ini terungkap dalam al-Qur\u2019an Surat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">an-Nur<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (24) Ayat 11-12 dan 19, yang terjemahannya: \u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong (ifki) itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Dan (mengapa tidak) berkata: \u201cIni adalah suatu berita bohong yang nyata\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(QS. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">an-Nur<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (24):11-12).<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">QS. an-Nur (24): 19).\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hoaks juga dalam al-Qur\u2019an disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">qaul az-zur\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(perkataan dusta). Perkataan dusta jelas dilarang dan diharamkan. Bahkan, dosa penyebar hoaks berada sedikit di bawah (atau sejajar) dosa\u00a0syirik. Allah SWT sangat murka terhadap penyebar berita hoaks,\u00a0baik di dunia maupun akhirat. Ini dinyatakan secara tegas dalam QS. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">al-Hajj<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (22) Ayat\u00a030 dan hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari,<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yang terjemahannya: <\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c\u2026..maka jauhilah olehmu (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan dusta\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (QS. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">al-Hajj<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (22):\u00a030).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Telah datang seorang Badui kepada Nabi SAW. Dia bertanya: \u201cWahai Rasulullah, apa yang dikategorikan\u00a0dosa besar? Nabi SAW menjawab, \u201cMempersekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan perkataan (persaksian) dusta (palsu)\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(HR. Imam Bukhari, Juz 21, hlm. 238).<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201cCukuplah seseorang dikatakan pendusta tatkala menceritakan semua yang ia dengarkan (tanpa klarifikasi)\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(HR. Imam Muslim, Juz 1, hlm. 15).<\/span><\/p>\n<p><b>Tips Menghindari Hoaks<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Qur\u2019an sudah mengingatkan: \u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(QS.<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> al-Hujurat <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(49):\u00a06).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada enam cara praktis untuk terhindar dan mencegah hoaks. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hati-hati dengan judul provokatif. Berita hoaks seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya bisa diambil dari berita media resmi, namun diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoaks.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila menjumpai berita denga judul provokatif, sebaiknya Anda mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan cara itu, setidaknya Anda sebagai pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, cermati alamat situs. Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi &#8211;misalnya menggunakan domain blogs, maka informasinya bisa dibilang meragukan. Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300 situs. Artinya, terdapat puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> periksa fakta. Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya. Apakah dari institusi resmi atau bukan. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh. Kita perlu ragu. <\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> cek keaslian foto. Di era teknologi digital saat ini, bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">drag-and-drop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ke kolom pencarian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Google Images<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kelima<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ikut serta grup diskusi anti-hoaks. Di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">facebook<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terdapat sejumlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fanpage<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan grup diskusi anti hoaks, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage &amp; Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Keenam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, segera adukan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika apabila menemukan berita hoaks. Setelah melakukan semua cara di atas dan terbukti suatu berita adalah hoaks, jangan ragu untuk melaporkannya ke Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui surel <\/span><a href=\"mailto:aduankonten@mail.kominfo.go.id\"><span style=\"font-weight: 400;\">aduankonten@mail.kominfo.go.id .<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian, semoga tulisan bermanfaat dan bisa menghindarkan kita dari hoaks. Hoaks bukan saja dilarang oleh agama, tetapi juga termasuk tindak kriminal. Pelakunya bisa dihukum penjara sesuai dengan perbuatan dan akibat yang ditimbulkannya.[]<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia.Akhir-akhir ini, hoaks sangat ngetren dan populer. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional. Bukan hanya dalam konteks pergaulan sosial sehari-hari, tetapi juga dalam konteks kepentingan politik praktis. Hoaks tidak hanya berseliweran di dunia maya, terutama di media sosial (facebook, twitter, instagram, path, line, dan &hellip; <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/\">Continued<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":706,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[869],"tags":[83,4839,3308,4820,4867],"class_list":["post-22097","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini","tag-bmi","tag-hoaks","tag-pekerja-migran-indonesia","tag-pmi","tag-tki-2"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) HOAKS DALAM PANDANGAN AGAMA - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) HOAKS DALAM PANDANGAN AGAMA - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia.Akhir-akhir ini, hoaks sangat ngetren dan populer. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional. Bukan hanya dalam konteks pergaulan sosial sehari-hari, tetapi juga dalam konteks kepentingan politik praktis. Hoaks tidak hanya berseliweran di dunia maya, terutama di media sosial (facebook, twitter, instagram, path, line, dan &hellip; Continued\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-04-08T08:26:37+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Marzuki Wahid\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Marzuki Wahid\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/\"},\"author\":{\"name\":\"Marzuki Wahid\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/73c3b3e894150065224b058680eebe6d\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) HOAKS DALAM PANDANGAN AGAMA\",\"datePublished\":\"2019-04-08T08:26:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/\"},\"wordCount\":964,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"keywords\":[\"BMI\",\"hoaks\",\"Pekerja Migran Indonesia\",\"PMI\",\"TKI\"],\"articleSection\":[\"Opinion\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/\",\"name\":\"[:id]HOAKS DALAM PANDANGAN AGAMA[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-04-08T08:26:37+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"HOAKS DALAM PANDANGAN AGAMA\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/73c3b3e894150065224b058680eebe6d\",\"name\":\"Marzuki Wahid\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcb6c92afc1d85ec5245d94a665203510c1c653d98793bc24e8b4491d2f34e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcb6c92afc1d85ec5245d94a665203510c1c653d98793bc24e8b4491d2f34e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Marzuki Wahid\"},\"description\":\"KH. Marzuki Wahid adalah seorang dosen, peneliti, aktivis, dan sekretaris Lakpesdam PBNU Jakarta.\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/marzuki\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) HOAKS DALAM PANDANGAN AGAMA - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) HOAKS DALAM PANDANGAN AGAMA - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia.Akhir-akhir ini, hoaks sangat ngetren dan populer. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional. Bukan hanya dalam konteks pergaulan sosial sehari-hari, tetapi juga dalam konteks kepentingan politik praktis. Hoaks tidak hanya berseliweran di dunia maya, terutama di media sosial (facebook, twitter, instagram, path, line, dan &hellip; Continued","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2019-04-08T08:26:37+00:00","author":"Marzuki Wahid","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Marzuki Wahid","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/"},"author":{"name":"Marzuki Wahid","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/73c3b3e894150065224b058680eebe6d"},"headline":"(Bahasa Indonesia) HOAKS DALAM PANDANGAN AGAMA","datePublished":"2019-04-08T08:26:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/"},"wordCount":964,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"keywords":["BMI","hoaks","Pekerja Migran Indonesia","PMI","TKI"],"articleSection":["Opinion"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/","name":"[:id]HOAKS DALAM PANDANGAN AGAMA[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"datePublished":"2019-04-08T08:26:37+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/04\/08\/hoaks-dalam-pandangan-agama\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"HOAKS DALAM PANDANGAN AGAMA"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/73c3b3e894150065224b058680eebe6d","name":"Marzuki Wahid","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcb6c92afc1d85ec5245d94a665203510c1c653d98793bc24e8b4491d2f34e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcb6c92afc1d85ec5245d94a665203510c1c653d98793bc24e8b4491d2f34e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"Marzuki Wahid"},"description":"KH. Marzuki Wahid adalah seorang dosen, peneliti, aktivis, dan sekretaris Lakpesdam PBNU Jakarta.","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/marzuki\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22097","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/706"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22097"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22097\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22100,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22097\/revisions\/22100"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22097"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22097"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22097"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}