{"id":18782,"date":"2019-01-25T13:27:13","date_gmt":"2019-01-25T06:27:13","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=18782"},"modified":"2019-04-24T11:22:51","modified_gmt":"2019-04-24T04:22:51","slug":"desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Desi Lastati: Perbedaan Paham Apapun, Jangan Sampai Memutus Persaudaraan Sesama PMI"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18782\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Desi Lastati (28) adalah salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Temanggung Jawa Tengah (Jateng). Menjadi pekerja migran di sektor domestik sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia, tak lantas membuat Desi terasing dari beragam informasi yang terus berkembang. Termasuk tren perilaku beragama di kalangan pekerja migran, Desi yang hampir sepuluh tahun menjadi PMI memiliki pengalaman tersendiri bagaimana menyikapi perbedaan budaya dan agama. <\/span><\/p>\n<p><b>Kerja Serabutan Hingga Menjadi PMI Setelah Lulus SMA<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tenaga kerja Indonesia (TKI) atau yang kini disebut pekerja migran Indonesia (PMI), bukanlah istilah yang asing bagi Desi. Sebelum dia memutuskan untuk menjadi PMI, kakaknya sudah terlebih dahulu bekerja sebagai PMI di Malaysia. Tahun 2010, saat kakaknya pulang untuk libur hari raya Idhul Fitri, Desi pun diajak untuk bekerja di Malaysia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desi sendiri memiliki pengalaman bekerja di beragam tempat, mulai dari menjadi penjaga toko hingga PRT di Semarang. Meskipun tidak ada yang bertahan lama, namun pengalaman bekerja di luar daerah membuatnya semakin berpengalaman mengenal banyak hal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya tidak menyesal bekerja di beberapa tempat meskipun tidak bertahan lama. Saya jadi belajar banyak hal, termasuk ketika bekerja di Semarang, saya mulai belajar mengurus sendiri segala kebutuhan administrasi keimigrasian. Mulai dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tour agent<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, bikin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">paspor <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan sebagainya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tour agent<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itulah yang membantu saya bikin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">paspor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tanpa ribet di bagian imigrasi meski bayarnya lumayan mahal,\u201d papar Desi kepada kru Warta Buruh Migran (WBM), pada Jumat (4\/1\/2019). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kali pertama Desi pergi ke Malaysia dengan visa pelancong. Awalnya dia sempat tak mendapatkan restu dari bapaknya. Drama kekhawatiran antara bapak dan anak pun sempat terjadi. Kendati belum mendapat restu dari bapaknya, Desi tetap mengurus semua dokumen seperti passport dan tiket. Setelah semua kebutuhan dokumen sudah di tangan, Desi akhirnya berangkat ke Malaysia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSemua proses mulus meski harus &#8220;salam tempel&#8221; di Imigrasi karena dicurigai mau jadi TKI. Saat itu masih pakai visa melancong,\u201d ungkap Desi. <\/span><\/p>\n<p><b>Aktif Menulis tentang Pekerja Migran di Malaysia<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desi merupakan salah satu pekerja migran Indonesia (PMI) yang cukup produktif menulis beragam informasi, pengalaman dan pembelajaran PMI di Malaysia. Beragam artikelnya bukan sekadar memberikan informasi terkini kondisi PMI, namun juga berbagi tips dan panduan yang bermanfaat bagi PMI, calon PMI, maupun keluarga PMI. Sampai saat ini, Desi juga masih semangat meneruskan pendidikannya di Jurusan Sosiologi, Universitas Terbuka (UT) Pokjar Batam, di Kuala Lumpur. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan-tulisan Desi bisa kita baca di website resmi Pusat Sumber Daya Buruh Migran (PSDBM), yaitu www.buruhmigran.or.id. Dalam susunan redaksi buletin Serantau yang diterbitkan komunitas Serantau, posisi Desi sebagai Pemimpin Redaksi (Pemred). Buletin Serantau adalah media informasi yang terbit setiap bulan. Buletin ini dibuat oleh beberapa PMI di Malaysia sebagai ruang untuk saling belajar, serta berbagi informasi antar sesama PMI di Malaysia. Jadi, tidak heran jika Desi cukup mengikuti informasi tentang perkembangan PMI di Malaysia, termasuk tren \u201cHijrah\u201d di kalangan teman-temannya sesama PMI. \u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya memang aktif di komunitas, salah satunya Komunitas Serantau Malaysia. Ada juga komunitas kepenulisan Aurora. Kalau kegiatan keagamaan, saya hanya sesekali ikut kegiatan kajian, namun belum sampai menjadi anggota komunitas keagamaan,\u201d ungkap Desi yang mengaku lebih banyak mengikuti kegiatan sosial-kemanusiaan. \u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di beberapa kegiatan sosial, Desi lebih sering mengikuti kegiatan penggalangan dana untuk para korban bencana. Selain itu, kegiatan formal seperti seminar tentang wirausaha untuk kekuatan ekonomi umat, serta mengikuti kelas-kelas leadership dan sebagainya. <\/span><\/p>\n<p><b>Dimanapun Berada, Muslim Adalah Agen Perdamaian<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat masih di Indonesia, Desi terbiasa bekerja dengan orang lain, termasuk bekerja sebagai PRT di keluarga keturunan Tionghoa. Bagi Desi, tak masalah bekerja di keluarga yang memiliki perbedaan budaya dan agama. Menghadapi perbedaan budaya dan agama justru membuatnya semakin bijak. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAllah sendiri menciptakan begitu banyak perbedaan, sekalipun mengalir dalam darah yang sama. Perbedaan adat dan budaya menjadikan hidup kita lebih berwarna. Bisa dibayangkan, jika seluruh dunia ini, adat dan budayanya sama? Wah, bukan hanya hidup kita saja yang monoton, tapi dari segi ekonomi, sosial dan budaya akan sangat berpengaruh,\u201d jelas Desi. \u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama di Malaysia, Desi memang tidak begitu merasakan perbedaan budaya. Kendati demikian, di Malaysia sendiri begitu banyak warga negara selain Malaysia dengan ragam budaya dan keyakinannya. Sehingga, Desi banyak belajar bagaimana menghormati mereka yang berbeda budaya maupun agama. Baginya, menjadi seorang muslim berarti sebagai agen untuk menebarkan rahmat dan kasih sayang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya berpegang pada apa yang diungkapkan oleh Gus Mus. Bahwa setiap manusia yang ada di muka bumi ini menuju jalan yang lurus agar sampai ke Tuhan. Jalan lurus masing-masing orang berbeda sesuai dengan apa yang diyakininya. Tidak ada pemeluk agama yang menyatakan agama yang diyakininya tidak benar. Jadi cukup hormati keyakinan mereka yang berbeda,\u201d paparnya. \u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Sikapi Tren \u201cBerhijrah\u201d dengan Bijak<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak kecil, Desi memang hidup di lingkungan keluarga yang begitu kental dengan pendidikan agama. Sebelum merantau, Desi juga mengaku pernah belajar dalam pendidikan pesantren selama 3 tahun. Hal tersebut sedikit banyak memberikan bekal dalam perjalanan hidupnya. Desi juga pernah melalui fase di mana dia begitu fanatik dalam memandang Islam. Saat itu dia hanya menerima dari satu sumber rujukan agama, yaitu guru agamanya. Kini, Desi telah mengenal banyak teman dari beragam suku, budaya dan agama. Pemikirannya pun semakin bijak dalam menyikapi perbedaan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisi dan budaya di Malaysia memang tidak banyak perbedaan dengan Indonesia. Namun hal yang menarik bagi Desi adalah di Malaysia banyak sekali pelajar dari luar negara, khususnya dari Afrika maupun dari beberapa negara Timur Tengah. Mereka datang dengan budaya dan cara ibadah di tanah kelahiran mereka. Seperti, ketika sholat, mereka yang berpakaian sehari-hari memakai jubah, cukup memakai bajunya saja, tanpa perlu memakai mukena lagi. Kadang, ada juga yang tidak memakai penutup kaki. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAwal mulanya saya merasa heran ketika melihat cara mereka sholat, namun saya menyadari, mungkin memang begitu cara sholat mereka. Ini untuk kesadaran pribadi saya saja. Di luar sana begitu banyak orang membuat perpecahan hanya disebabkan perbedaan-perbedaan kecil, khususnya dalam tata cara kita beribadah kepada Tuhan. Namun dengan apa yang aku lihat saat ini, saya sadar, betapa Tuhan maha baik. Menerima suguhan kecil dari penyembahan makhlukNya,\u201d ungkap Desi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keterlibatan Desi di beragam kegiatan komunitas membuatnya cukup paham dengan perkembangan PMI di Malaysia. Termasuk tren \u201cberhijrah\u201d di kalangan PMI Malaysia baru-baru ini. Desi juga tak mampu menyembunyikan kegelisahannya tentang perubahan perilaku teman-teman yang menyebut dirinya telah berhijrah. Pada umumnya, mereka yang merasa telah berhijrah akan membatasi pergaulan dengan teman-teman PMI yang berlum berhijrah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Desi, hak setiap orang untuk \u201cberhijrah\u201d atau tidak, yang terpenting adalah tetap menjaga pertemanan tanpa membeda-bedakan. Jangan sampai, hanya karena seseorang merasa telah berhijrah, tak lantas membatasi pertemanan dengan mereka yang dianggap belum berhijrah. Makna \u201chijrah\u201d sendiri menurut Desi harus dipahami dengan benar. \u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDulu tren \u201cHijrah\u201d tak seheboh sekarang. Awalnya sekadar perubahan cara berbusana muslim, lalu mulai maraknya kajian agama di kalangan pekerja migran Indonesia (PMI). Di media sosial (Medsos), status teman-teman PMI pun rutin membagi jadual kajian agama. Sayangnya, tidak banyak mereka yang merasa sudah berhijrah kemudian menjadi menjadi asing, kebanyakan mulai mengurangi berbaur dengan teman-teman lamanya menurut mereka belum berhijrah,\u201d ungkapnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Desi, membatasi pertemanan hanya membuat mereka mendapat stigma negatif atas sikapnya. Sebaiknya mereka yang merasa sudah berhijrah tetap menjaga silaturahim dan berbaur dengan teman-teman PMI lain, meskipun mereka mungkin tidak begitu rajin mengikuti kajian agama. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBagaimana cara kita menyikapi sebuah kajian. Di era yang mana politik dan agama begitu kuat dibicarakan, sebaiknya kita memiliki filter pribadi. Ceramah-ceramah yang berbau ekstrimisme, kita coba elakkan. Saya senantiasa berpegang bahwa Islam begitu ramah, begitu lembut dan fleksibel,\u201d ungkap perempuan yang saat ini masih sering <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">traveling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">camping<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hiking <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan baca tulis puisi.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18782\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Desi Lastati (28) adalah salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Temanggung Jawa Tengah (Jateng). Menjadi pekerja migran di sektor domestik sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia, tak lantas membuat Desi terasing dari beragam informasi yang terus berkembang. Termasuk tren perilaku beragama di kalangan pekerja migran, Desi yang hampir sepuluh tahun menjadi PMI memiliki pengalaman tersendiri bagaimana menyikapi perbedaan budaya dan agama.<\/p>\n","protected":false},"author":697,"featured_media":18783,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4904],"tags":[4935,3308,4868,4636],"class_list":["post-18782","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kiprah","tag-desi-lastati","tag-pekerja-migran-indonesia","tag-pmi-malaysia","tag-universitas-terbuka"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Desi Lastati: Perbedaan Paham Apapun, Jangan Sampai Memutus Persaudaraan Sesama PMI - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Desi Lastati: Perbedaan Paham Apapun, Jangan Sampai Memutus Persaudaraan Sesama PMI - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Bahasa Indonesia) Desi Lastati (28) adalah salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Temanggung Jawa Tengah (Jateng). Menjadi pekerja migran di sektor domestik sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia, tak lantas membuat Desi terasing dari beragam informasi yang terus berkembang. Termasuk tren perilaku beragama di kalangan pekerja migran, Desi yang hampir sepuluh tahun menjadi PMI memiliki pengalaman tersendiri bagaimana menyikapi perbedaan budaya dan agama.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-01-25T06:27:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-24T04:22:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Desi.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"620\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"404\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Anny Hidayati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Anny Hidayati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Anny Hidayati\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/a4215dfeff9cfdb486d0d6dd86bad7a2\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Desi Lastati: Perbedaan Paham Apapun, Jangan Sampai Memutus Persaudaraan Sesama PMI\",\"datePublished\":\"2019-01-25T06:27:13+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-24T04:22:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/\"},\"wordCount\":1211,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Desi.png\",\"keywords\":[\"desi lastati\",\"Pekerja Migran Indonesia\",\"PMI Malaysia\",\"universitas terbuka\"],\"articleSection\":[\"Figures\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/\",\"name\":\"[:id]Desi Lastati: Perbedaan Paham Apapun, Jangan Sampai Memutus Persaudaraan Sesama PMI[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Desi.png\",\"datePublished\":\"2019-01-25T06:27:13+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-24T04:22:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Desi.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Desi.png\",\"width\":620,\"height\":404,\"caption\":\"Desi Lastati, Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor rumah tangga di Malaysia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"(Bahasa Indonesia) Desi Lastati: Perbedaan Paham Apapun, Jangan Sampai Memutus Persaudaraan Sesama PMI\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/a4215dfeff9cfdb486d0d6dd86bad7a2\",\"name\":\"Anny Hidayati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3cacf314ce13907e9cc57960eaa81f513043c6e39c2874a267212d7c0e8d7f4a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3cacf314ce13907e9cc57960eaa81f513043c6e39c2874a267212d7c0e8d7f4a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Anny Hidayati\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/anny-hidayati\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Desi Lastati: Perbedaan Paham Apapun, Jangan Sampai Memutus Persaudaraan Sesama PMI - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Desi Lastati: Perbedaan Paham Apapun, Jangan Sampai Memutus Persaudaraan Sesama PMI - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"(Bahasa Indonesia) Desi Lastati (28) adalah salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Temanggung Jawa Tengah (Jateng). Menjadi pekerja migran di sektor domestik sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia, tak lantas membuat Desi terasing dari beragam informasi yang terus berkembang. Termasuk tren perilaku beragama di kalangan pekerja migran, Desi yang hampir sepuluh tahun menjadi PMI memiliki pengalaman tersendiri bagaimana menyikapi perbedaan budaya dan agama.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2019-01-25T06:27:13+00:00","article_modified_time":"2019-04-24T04:22:51+00:00","og_image":[{"width":620,"height":404,"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Desi.png","type":"image\/png"}],"author":"Anny Hidayati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Anny Hidayati","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/"},"author":{"name":"Anny Hidayati","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/a4215dfeff9cfdb486d0d6dd86bad7a2"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Desi Lastati: Perbedaan Paham Apapun, Jangan Sampai Memutus Persaudaraan Sesama PMI","datePublished":"2019-01-25T06:27:13+00:00","dateModified":"2019-04-24T04:22:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/"},"wordCount":1211,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Desi.png","keywords":["desi lastati","Pekerja Migran Indonesia","PMI Malaysia","universitas terbuka"],"articleSection":["Figures"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/","name":"[:id]Desi Lastati: Perbedaan Paham Apapun, Jangan Sampai Memutus Persaudaraan Sesama PMI[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Desi.png","datePublished":"2019-01-25T06:27:13+00:00","dateModified":"2019-04-24T04:22:51+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Desi.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Desi.png","width":620,"height":404,"caption":"Desi Lastati, Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor rumah tangga di Malaysia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2019\/01\/25\/desi-lastati-perbedaan-paham-apapun-jangan-sampai-memutus-persaudaraan-sesama-pmi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"(Bahasa Indonesia) Desi Lastati: Perbedaan Paham Apapun, Jangan Sampai Memutus Persaudaraan Sesama PMI"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/a4215dfeff9cfdb486d0d6dd86bad7a2","name":"Anny Hidayati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3cacf314ce13907e9cc57960eaa81f513043c6e39c2874a267212d7c0e8d7f4a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3cacf314ce13907e9cc57960eaa81f513043c6e39c2874a267212d7c0e8d7f4a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Anny Hidayati"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/anny-hidayati\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/697"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18782"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18782\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18784,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18782\/revisions\/18784"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18783"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}