{"id":15803,"date":"2018-03-01T10:00:46","date_gmt":"2018-03-01T03:00:46","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=15803"},"modified":"2019-04-04T10:02:20","modified_gmt":"2019-04-04T03:02:20","slug":"httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Hak Pendidikan Anak-Anak Buruh Migran di Malaysia Masih Sulit Dipenuhi oleh Negara"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15803\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><\/p>\n<figure id=\"attachment_15805\" aria-describedby=\"caption-attachment-15805\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-15805 size-medium\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM-300x169.jpeg\" alt=\"WhatsApp Image 2018-03-01 at 9.39.30 AM\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM-300x169.jpeg 300w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM-768x432.jpeg 768w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-15805\" class=\"wp-caption-text\">Komunitas Serantau sedang menggelar dialog bersama KBRI Kuala Lumpur di kantor Projek Dialog, Petaling Jaya, Malaysia<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kuala Lumpur&#8211;Kompleksitas permasalahan buruh migran Indonesia di Malaysia telah memunculkan pelbagai inisiatif yang didorong oleh komunitas buruh migran untuk menciptakan ruang perlindungan yang lebih baik. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Komunitas Serantau. Dalam memperingati 3 tahun berdirinya organisasi, Komunitas Serantau menggelar agenda bertajuk &#8220;Sehari Bersama Serantau&#8221; di kantor Projek Dialog pada Minggu, 25 Februari 2018.<\/p>\n<p>&#8220;Kami ingin berbagi tradisi dan budaya bersama warga tempatan dan sekaligus sosialisasi perlindungan kepada buruh migran di Malaysia,&#8221; pungkas Nasrikah, selaku koordinator Komunitas Serantau, pada acara tersebut.<\/p>\n<p>Rangkaian kegiatan ditampilkan seperti demo memasak kuliner khas nusantara seperti Bakso, Rujak dan Soto. Selain itu, pembacaan&nbsp;puisi dan tari Jaipong juga diperagakan di pembuka acara&nbsp;diskusi bersama KBRI Kuala Lumpur. Nasrikah menambahkan bahwa penampilan tersebut sengaja diperagakan&nbsp;untuk mengeratkan pertalian antara Indonesia dan Malaysia yang serumpun.<\/p>\n<p>Terdapat isu fundamental yang tak luput dari pembahasan pada kegiatan dialog bersama KBRI Lumpur. Hal ini terkait dengan hak pendidikan bagi anak-anak buruh migran di Malaysia yang tidak berdokumen. Hak fundamental itu rasanya masih sulit dipenuhi oleh negara karena kerajaan Malaysia masih melarangnya.<\/p>\n<p>&#8220;Khusus di Semananjung Malaysia, tidak boleh ada CLC (Community Learning Center.red),&#8221; ungkap Yusron Ambari, Koordinator Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur, pada acara tersebut.<\/p>\n<p>Yusron menambahkan bahwa CLC saat ini hanya diakui di negeri bagian Sabah saja, tapi tidak di Malaysia Semananjung. Sekitar 200 CLC tersebar di sana, termasuk di dalamnya sekolah perbatasan Sabah dengan model boarding school untuk tingkat SMA dan sederajat. Untuk itu, pihaknya akan bekerja sama dengan paroki atau pesantren di Indonesia untuk membuka cabang di sana.<\/p>\n<p>Komitmen Duta Besar Indonesia, Rusdi Kirana, melalui Yusron mengatakan bahwa kehadirannya untuk memenuhi&nbsp;hak pendidikan bagi anak-anak buruh migran memang masih mengalami kendala, khususnya mengahadirkan CLC di Semananjung Malaysia, tapi bukannya akan berhenti di situ. Upaya akan selalu dilakukan oleh pemerintah perwakilan untuk memenuhi hak warga negara, terutama hak pendidikan bagi anak-anak buruh migran.<\/p>\n<p>Terlebih lagi, katanya, dengan perkiraan lebih dari 4 juta WNI di Malaysia di mana setengahnya tidak berdokumen juga menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada seluruh WNI. Tiidaklah mungkin pemerintah perwakilan mampu menyelesaian seluruh permasalahan yang dihadapi oleh setiap WNI. &#8220;Setidaknya kita punya prioritas, seperti hak pendidikan dan WNI yang memiliki potensi risiko bahaya tertinggi memperoleh perlakuan khusus untuk&nbsp;ditangani,&#8221; tutupnya Yusron B. Ambary.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. Kuala Lumpur&#8211;Kompleksitas permasalahan buruh migran Indonesia di Malaysia telah memunculkan pelbagai inisiatif yang didorong oleh komunitas buruh migran untuk menciptakan ruang perlindungan yang lebih baik. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Komunitas Serantau. Dalam memperingati 3 tahun berdirinya organisasi, Komunitas Serantau menggelar agenda bertajuk &#8220;Sehari Bersama &hellip; <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/\">Continued<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":545,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[47,1319,4735,393],"class_list":["post-15803","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hukum","tag-anak-buruh-migran","tag-bmi-malaysia","tag-httpsburuhmigran-or-id20160207apakah-serantau","tag-malaysia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Hak Pendidikan Anak-Anak Buruh Migran di Malaysia Masih Sulit Dipenuhi oleh Negara - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Hak Pendidikan Anak-Anak Buruh Migran di Malaysia Masih Sulit Dipenuhi oleh Negara - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. Kuala Lumpur&#8211;Kompleksitas permasalahan buruh migran Indonesia di Malaysia telah memunculkan pelbagai inisiatif yang didorong oleh komunitas buruh migran untuk menciptakan ruang perlindungan yang lebih baik. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Komunitas Serantau. Dalam memperingati 3 tahun berdirinya organisasi, Komunitas Serantau menggelar agenda bertajuk &#8220;Sehari Bersama &hellip; Continued\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-03-01T03:00:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-04T03:02:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM-300x169.jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ridwan Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ridwan Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ridwan Wahyudi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Hak Pendidikan Anak-Anak Buruh Migran di Malaysia Masih Sulit Dipenuhi oleh Negara\",\"datePublished\":\"2018-03-01T03:00:46+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-04T03:02:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/\"},\"wordCount\":409,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM-300x169.jpeg\",\"keywords\":[\"anak buruh migran\",\"BMI Malaysia\",\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2016\/02\/07\/apakah-serantau\/\",\"Malaysia\"],\"articleSection\":[\"Legal\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/\",\"name\":\"[:id]Hak Pendidikan Anak-Anak Buruh Migran di Malaysia Masih Sulit Dipenuhi oleh Negara[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM-300x169.jpeg\",\"datePublished\":\"2018-03-01T03:00:46+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-04T03:02:20+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM-300x169.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM-300x169.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"(Bahasa Indonesia) Hak Pendidikan Anak-Anak Buruh Migran di Malaysia Masih Sulit Dipenuhi oleh Negara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e\",\"name\":\"Ridwan Wahyudi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ridwan Wahyudi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/krt-ridwan-wahyudi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Hak Pendidikan Anak-Anak Buruh Migran di Malaysia Masih Sulit Dipenuhi oleh Negara - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Hak Pendidikan Anak-Anak Buruh Migran di Malaysia Masih Sulit Dipenuhi oleh Negara - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. Kuala Lumpur&#8211;Kompleksitas permasalahan buruh migran Indonesia di Malaysia telah memunculkan pelbagai inisiatif yang didorong oleh komunitas buruh migran untuk menciptakan ruang perlindungan yang lebih baik. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Komunitas Serantau. Dalam memperingati 3 tahun berdirinya organisasi, Komunitas Serantau menggelar agenda bertajuk &#8220;Sehari Bersama &hellip; Continued","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2018-03-01T03:00:46+00:00","article_modified_time":"2019-04-04T03:02:20+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM-300x169.jpeg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Ridwan Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ridwan Wahyudi","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/"},"author":{"name":"Ridwan Wahyudi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Hak Pendidikan Anak-Anak Buruh Migran di Malaysia Masih Sulit Dipenuhi oleh Negara","datePublished":"2018-03-01T03:00:46+00:00","dateModified":"2019-04-04T03:02:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/"},"wordCount":409,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM-300x169.jpeg","keywords":["anak buruh migran","BMI Malaysia","https:\/\/buruhmigran.or.id\/2016\/02\/07\/apakah-serantau\/","Malaysia"],"articleSection":["Legal"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/","name":"[:id]Hak Pendidikan Anak-Anak Buruh Migran di Malaysia Masih Sulit Dipenuhi oleh Negara[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM-300x169.jpeg","datePublished":"2018-03-01T03:00:46+00:00","dateModified":"2019-04-04T03:02:20+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM-300x169.jpeg","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-01-at-9.39.30-AM-300x169.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2018\/03\/01\/httpsburuhmigran-or-id20180301hak-pendidikan-anak-anak-buruh-migran-di-malaysia-masih-sulit-dipenuhi-oleh-negara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"(Bahasa Indonesia) Hak Pendidikan Anak-Anak Buruh Migran di Malaysia Masih Sulit Dipenuhi oleh Negara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e","name":"Ridwan Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ridwan Wahyudi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/krt-ridwan-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15803","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/545"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15803"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15803\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21338,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15803\/revisions\/21338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15803"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15803"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15803"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}