{"id":15509,"date":"2017-01-04T14:26:20","date_gmt":"2017-01-04T07:26:20","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=15509"},"modified":"2019-01-28T12:43:40","modified_gmt":"2019-01-28T05:43:40","slug":"menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/","title":{"rendered":"Menjadi Mantan BMI, Fera Memproduksi Makanan Tradisonal"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15509\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><figure id=\"attachment_15510\" aria-describedby=\"caption-attachment-15510\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/feratiwulinstan.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-15510\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/feratiwulinstan-300x222.png\" alt=\"Tiwul, Gatot dan Nasi Produksi Fera Nuraini, Mantan BMI Hong Kong\" width=\"300\" height=\"222\" srcset=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/feratiwulinstan-300x222.png 300w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/feratiwulinstan.png 597w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-15510\" class=\"wp-caption-text\">Tiwul, Gatot dan Nasi Produksi Fera Nuraini, Mantan BMI Hong Kong<\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p>Fera Nuraini berprofesi sebagai Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong sejak tahun 2005 hingga 2015. Buruh migran yang gemar menulis ini telah merasakan asam manis kehidupan menjadi buruh migran yang dijalaninya selama 10 tahun. Fera merasa Hong Kong merupakan tempat yang nyaman dan sempat merasa ketakutan ketika ia berpikir untuk penisun dari profesinya. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk pulang ke tanah air dan membangun usaha untuk bekalnya di hari tua.<\/p>\n<p>Pengalaman pernah jauh dari kampung halaman membuat Fera merindukan makanan-makanan tradisional seperti tiwul, gatot dan nasi jagung ketika berada di negeri beton. Belajar dari pengalaman rindu pada makanan tradisional, ia menggeluti produksi tiwul, gatot dan nasi jagung instan di rumahnya di Desa Kunti, Kecamatan Sampung, Ponorogo.<\/p>\n<p>Ia memilih usaha produksi makanan tradisional tersebut karena prosesnya tidak terlalu ribet. Selain itu, ia melihat potensi di desanya yang melimpah dengan bahan baku pembuatan tiwul, gatot dan nasi jagung. Fera mengamati, bahan baku ketela sering dibeli murah para tengkulak, ia kemudian berpikir mengolah ketelah agar bernilai jual lebih tinggi. Dalam proses produksi ia menemui kendala ketika kondisi cuaca tidak menentu sehingga makanan produksinya kerap telat dikirimkan.<\/p>\n<p>\u201cProduksi tiwul, gatot dan nasi jagung instan harus dikeringkan dengan maksimal agar awet selama enam bulan hingga setahun. Sementara saya masih mengandalkan panas matahari untuk proses pengeringannya,\u201d ucap Fera Nuraini.<\/p>\n<p>Dari produk tiwul, gatot dan nasi jagung instan, proses pembuatan paling lama adalah nasi jagung. Dari jagung kering, Fera harus menggiling kasar dan merendam jagung semalaman. Setelah tiris, ia harus menggiling jagung menjadi tepung halus. Tepung yang telah halus, dicampur air sedikit demi sedikit, lalu dikukus dan dikeringkan. Proses pembuatan gatot berbeda lagi, dengan bahan dasar gaplek, ia harus merendamnya selama dua malam untuk kemudian dipotong-potong, dikukus dan dikeringkan selama 3-4 hari.<\/p>\n<p>\u201cProses pembuatan tiwul lebih mudah lagi, dari gaplek yang telah <i>di<\/i><i>puyoni<\/i>, dikukus kurang lebih satu jam dan dikeringkan,\u201d ujar Fera.<\/p>\n<p>Awal memulai usaha, Fera menarget pasar bagi makanan yang diproduksinya adalah orang-orang yang jauh dari kampung halaman, khususnya para BMI di luar negeri. Ia aktif memasarkan produknya di media sosial Facebook dan Instagram untuk menjaring pembeli. Selain itu ia aktif berjualan di grup-grup WhatsApp buruh migran dan tak malu untuk memperkenalkan produknya pada teman-teman buruh migran. Fera bertekad untuk untuk membesarkan usahanya dengan mencari izin PIRT agar produknya bisa diterima pasar luas. Sebelum mencari PIRT ia akan berusaha untuk memperbanyak produksinya, karena selama ini permintaan pasar dengan stok yang dimiliki belumlah sebanding. Meski usaha yang digeluti Fera baru berjalan 6 bulan, tapi ia menikmati setiap proses yang dijalaninya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15509\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Fera Nuraini berprofesi sebagai Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong sejak tahun 2005 hingga 2015. Buruh migran yang gemar menulis ini telah merasakan asam manis kehidupan menjadi buruh migran yang dijalaninya selama 10 tahun. Fera merasa Hong Kong merupakan tempat yang nyaman dan sempat merasa ketakutan ketika ia berpikir untuk penisun dari profesinya. Namu, ia akhirnya memutuskan untuk pulang ke tanah air dan membangun usaha untuk bekalnya di hari tua. Meski usaha yang digeluti baru berjalan 6 bulan, Fera menikmati setiap proses yang dijalani dan bercita-cita membesarkan usahanya.<\/p>\n","protected":false},"author":539,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4911],"tags":[842,99,1469,2713,884,1033,875],"class_list":["post-15509","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ekonomi-wirausaha","tag-bmi-hong-kong","tag-buruh-migran","tag-buruh-migran-hong-kong","tag-buruh-migran-ponorogo","tag-fera-nuraini","tag-mantan-bmi","tag-tki-hong-kong"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Menjadi Mantan BMI, Fera Memproduksi Makanan Tradisonal - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menjadi Mantan BMI, Fera Memproduksi Makanan Tradisonal - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Bahasa Indonesia) Fera Nuraini berprofesi sebagai Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong sejak tahun 2005 hingga 2015. Buruh migran yang gemar menulis ini telah merasakan asam manis kehidupan menjadi buruh migran yang dijalaninya selama 10 tahun. Fera merasa Hong Kong merupakan tempat yang nyaman dan sempat merasa ketakutan ketika ia berpikir untuk penisun dari profesinya. Namu, ia akhirnya memutuskan untuk pulang ke tanah air dan membangun usaha untuk bekalnya di hari tua. Meski usaha yang digeluti baru berjalan 6 bulan, Fera menikmati setiap proses yang dijalani dan bercita-cita membesarkan usahanya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-01-04T07:26:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-01-28T05:43:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/feratiwulinstan-300x222.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nisrina Muthahari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nisrina Muthahari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/\"},\"author\":{\"name\":\"Nisrina Muthahari\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/6b7915c304660d06ff26e2d255f557f8\"},\"headline\":\"Menjadi Mantan BMI, Fera Memproduksi Makanan Tradisonal\",\"datePublished\":\"2017-01-04T07:26:20+00:00\",\"dateModified\":\"2019-01-28T05:43:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/\"},\"wordCount\":437,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/feratiwulinstan-300x222.png\",\"keywords\":[\"BMI Hong Kong\",\"buruh migran\",\"buruh migran hong kong\",\"buruh migran ponorogo\",\"Fera Nuraini\",\"mantan BMI\",\"TKI Hong Kong\"],\"articleSection\":[\"Economy and Entrepeneur\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/\",\"name\":\"Menjadi Mantan BMI, Fera Memproduksi Makanan Tradisonal - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/feratiwulinstan-300x222.png\",\"datePublished\":\"2017-01-04T07:26:20+00:00\",\"dateModified\":\"2019-01-28T05:43:40+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/feratiwulinstan-300x222.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/feratiwulinstan-300x222.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menjadi Mantan BMI, Fera Memproduksi Makanan Tradisonal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/6b7915c304660d06ff26e2d255f557f8\",\"name\":\"Nisrina Muthahari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/88058cd99c2dbb45fd6096f8e439f7cfc01c8c803f43036f8b51c3cb814734e4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/88058cd99c2dbb45fd6096f8e439f7cfc01c8c803f43036f8b51c3cb814734e4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nisrina Muthahari\"},\"description\":\"Pegiat Pusat Sumber Daya Buruh Migran (PSDBM)\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/nisrina-muthahari\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menjadi Mantan BMI, Fera Memproduksi Makanan Tradisonal - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menjadi Mantan BMI, Fera Memproduksi Makanan Tradisonal - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"(Bahasa Indonesia) Fera Nuraini berprofesi sebagai Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong sejak tahun 2005 hingga 2015. Buruh migran yang gemar menulis ini telah merasakan asam manis kehidupan menjadi buruh migran yang dijalaninya selama 10 tahun. Fera merasa Hong Kong merupakan tempat yang nyaman dan sempat merasa ketakutan ketika ia berpikir untuk penisun dari profesinya. Namu, ia akhirnya memutuskan untuk pulang ke tanah air dan membangun usaha untuk bekalnya di hari tua. Meski usaha yang digeluti baru berjalan 6 bulan, Fera menikmati setiap proses yang dijalani dan bercita-cita membesarkan usahanya.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2017-01-04T07:26:20+00:00","article_modified_time":"2019-01-28T05:43:40+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/feratiwulinstan-300x222.png","type":"","width":"","height":""}],"author":"Nisrina Muthahari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nisrina Muthahari","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/"},"author":{"name":"Nisrina Muthahari","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/6b7915c304660d06ff26e2d255f557f8"},"headline":"Menjadi Mantan BMI, Fera Memproduksi Makanan Tradisonal","datePublished":"2017-01-04T07:26:20+00:00","dateModified":"2019-01-28T05:43:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/"},"wordCount":437,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/feratiwulinstan-300x222.png","keywords":["BMI Hong Kong","buruh migran","buruh migran hong kong","buruh migran ponorogo","Fera Nuraini","mantan BMI","TKI Hong Kong"],"articleSection":["Economy and Entrepeneur"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/","name":"Menjadi Mantan BMI, Fera Memproduksi Makanan Tradisonal - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/feratiwulinstan-300x222.png","datePublished":"2017-01-04T07:26:20+00:00","dateModified":"2019-01-28T05:43:40+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/feratiwulinstan-300x222.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/feratiwulinstan-300x222.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2017\/01\/04\/menjadi-mantan-bmi-fera-memproduksi-makanan-tradisonal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menjadi Mantan BMI, Fera Memproduksi Makanan Tradisonal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/6b7915c304660d06ff26e2d255f557f8","name":"Nisrina Muthahari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/88058cd99c2dbb45fd6096f8e439f7cfc01c8c803f43036f8b51c3cb814734e4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/88058cd99c2dbb45fd6096f8e439f7cfc01c8c803f43036f8b51c3cb814734e4?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nisrina Muthahari"},"description":"Pegiat Pusat Sumber Daya Buruh Migran (PSDBM)","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/nisrina-muthahari\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/539"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15509"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15509\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18889,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15509\/revisions\/18889"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}