{"id":15473,"date":"2016-12-21T13:42:02","date_gmt":"2016-12-21T06:42:02","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=15473"},"modified":"2019-04-09T14:46:01","modified_gmt":"2019-04-09T07:46:01","slug":"kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Kebijakan Komprehensif untuk Migrasi Buruh ke Malaysia"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15473\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><figure id=\"attachment_15478\" aria-describedby=\"caption-attachment-15478\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-15478 size-medium\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o-300x225.jpg\" alt=\"15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o-300x225.jpg 300w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o-768x576.jpg 768w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-15478\" class=\"wp-caption-text\">Konferensi Media dalam Hari Buruh Migran Sedunia oleh Koalisi Menuntut Keadilan (Rights to Redress Coalition) di North South Inisiative, Petaling Jaya, Malaysia<\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p>Kuala Lumpur&#8211;Migrasi buruh ke Malaysia merupakan satu fenomena yang cukup signifikan. Buruh migran berjumlah lebih dari 6 juta orang. Ini adalah 30% dari tenaga kerja kita, dan 20% dari jumlah penduduk negara.<br \/>\nNamun negara kita tidak ada satu kebijakan komprehensif nasional terhadap migrasi buruh, maka banyak keputusan dibuat secara <em>ad hoc<\/em>, menyebabkan keputusan yang gagal\u00a0dalam memperhitungkan kepentingan rakyat dan negara dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>Salah satunya adalah keputusan untuk merekrut 1.5 juta pekerja Bangladesh,<em>\u00a0<\/em>walaupun hal ini sebenarnya berbenturan \u00a0dengan kebijakan negara\u00a0untuk mengurangi ketergantungan\u00a0terhadap pekerja migran. Selain itu juga keputusan untuk mengenakan biaya penuh dalam perwatan\u00a0perawatan di\u00a0rumah sakit, walaupun langkah ini menyumbang kepada penyebaran penyakit menular di masyarakat. Keputusan tentang beberapa aspek migrasi buruh membawa implikasi besar dan dampak\u00a0jangka panjang terhadap rakyat (tempatan dan migran) dan negara, maka adalah amat penting untuk mendasain satu kebijakan komprehensif nasional yang menjadi panduan untuk semua keputusan berkaitan isu ini. Selain untuk tujuan menghasilkan ekonomi negara, rujukan dasar komprehensif kebijakan\u00a0harus merujuk kepada seluruh hak-hak pekerja migran mengikuti\u00a0kebijakan yang disetujui secara internasional dan tidak berbenturan\u00a0dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia sedunia.<\/p>\n<p>Berdasarkan pemahaman ini, <em>Migrant Workers Right to Redress Coalition<\/em> (Gabungan Untuk Pembelaan Hak Pekerja Migran) telah menyusun beberapa perundingan dengan semua pihak berkepentingan (<em>stakeholders<\/em>) atas aspek-aspek utama berkaitan dengan isu migrasi buruh. Antara Agustus 2016 sehingga Oktober 2016, <em>Right to Redress Coalition<\/em> telah mengadakan satu sesi konferensi\u00a0meja bundar atas 4 isu utama berkaitan dengan migrasi pekerja ke Malaysia.<\/p>\n<p>Setiap sesi meja bundar mendapat sambutan baik di antara 50 \u2013 60 hadirin. <em>Stakeholder<\/em> diwakili\u00a0oleh kerajaan (Kementerian Sumber Manusia, Jabatan Imigeresen,\u00a0Kementerian Kesihatan), kedutaan (Indonesia, Myanmar, Nepal, India, Sri Lanka), pihak majikan (MEF), pihak pekerja (wakil komuniti pekerja migran, MTUC, JERIT), pihak akademia (Universiti Malaya), Organisasi Sivil tempatan (Migrant Care, Yayasan Chow Kit), dan organisasi Internasional\u00a0(ILO, UNHCR).<\/p>\n<p>Delapan isu utama didiskusikan yaitu rekrutmen, hak-hak kerja, pekerja tidak berdokumen, penangkapan dan penahanan, sekuriti sosial, kesehatan, perumahan, hak-hak keluarga, anak-anak\u00a0dan hak sosio-budaya. Beberapa rekomendasi disarankan. Apa yang menarik dan signifikan adalah bahwa terdapat kata sepakat di kalangan pihak berkepentingan mengenai beberapa isu penting seperti dalam hal rekrutmen melalui mekanisme <em>Government to Government<\/em>\u00a0(G-G) dan penghapusan peranan agen swasta. Beberapa rekomendasi\u00a0penting berkaitan aspek-aspek tertentu migrasi buruh yang berhasil dari perundingan sesi meja bundar adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Hanya mekanisme (G-G) untuk rekrutmen dan pengurusan migrasi buruh dan penghapusan peranan agen swasta untuk mengendalikan motivasi mencari keuntungan dalam proses penngambilan dan pengelolaan pekerja migran.<\/li>\n<li>Hanya satu kementerian yaitu Kementerian Sumber Manusia yang harus bertanggungjawab penuh untuk semua urusan berkaitan dengan kerja dan kebajikan pekerja migran<\/li>\n<li>Penegakkan undang-undang yang \u00a0ada seperti Akta Imigresen, Akta Passpor, Akta Kerja, Akta Kesatuan Sekerja secara konsisten untuk menghalangi majikan atau agen pekerja hilangkan status berdokumen pekerja secara sewenang-wenangnya.<\/li>\n<li>Program legalisasi pekerja migran tanpa dokumen harus terus dan bebas dari motivasi keuntungan, dan direka supaya ia dapat menarik pekerja tanpa dokumen untuk mendaftar.<\/li>\n<li>Benarkan hak untuk pembelaan yang mengizinkan pekerja migran terlibat dalam sebarang pertikaian terus bekerja dengan majikan lain sekirannya perlu sehingga penyelesaian kasus.<\/li>\n<li>Status tidak berdokumen tidak harus dianggap sebagai kejahatan dan penalti alternatif harus menggantikan hukuman sebatan rotan dan penahanan di pusat tahanan.<\/li>\n<li>Penegakkan ketat untuk memastikan jumlah jam bekerja, lembur, gaji minima, slip gaji dan lain-lain mengikut undang-undang Akta Kerja.<\/li>\n<li>Pemeriksaan mencukupi untuk memastikan semua potongan bulanan dicatat dalam slip gaji, dan supaya majikan tidak mendapatkan balik secara tidak sah, biaya-biaya, termasuk biaya rekrutmen, levy dan lain-lain dari pekerja.<\/li>\n<li>Akta Pekerja Rumah Tangga yang berbeda dari Akta Kerja untuk meregulasi cakupan kerja, tanggungjawab pekerja dan majikan, masa kerja, kediaman dan lain-lain. Pekerja domestic harus diberi pilihan untuk tinggal di luar rumah majikan di kediaman sendiri .<\/li>\n<li>Rumah Sakit harus merawat pekerja migran yang sakit tanpa memperhitungkan statusnya sebagai berdokumen atau tidak; rumah sakit tidak harus ditugaskan dengan melaporkan pekerja tidak berdokumen kepada imigrasi atau polisi.<\/li>\n<li>Pekerja migran harus dikenakan tagihan biaya rumah sakit\u00a0yang sama dengan warganegara Malaysia. Kutipan levy daripada pekerja migran, yang melebihi RM2 bilion setahun, boleh digunakan untuk menampung biayakepada kerajaan.<\/li>\n<li>Persediaan perumahan untuk semua pekerja migran termasuk pekerja\u00a0konstruksi haruslah berasaskan standar\u00a0internasional dan ditegakkan oleh Kementerian Sumber Manusia.<\/li>\n<li>Skema Perkeso (Asuransi jiwa dan kerja) dengan sedikit modifikasi harus mengganti <em>Workman\u2019s Compensation\u00a0<\/em><em>Act<\/em> dalam memberi liputan yang lebih adil kepada pekerja migran.<\/li>\n<li>Satu skema pensiun\u00a0yang sama seperti KWSP, yang dipindah-pindahkan\u00a0(portable), dan disetujui secara multilateral antara negara-negara asal\u00a0(source countries) dan pemerintah Malaysia harus diwujudkan dan dikendalikan oleh kedutaan-kedutaan berkenaan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>R2R berharap untuk menyampaikan semua rekomendasi dari\u00a0sesi perundingan yang diadakan kepada kerajaan. Kami berharap rekomendasi-rekomendasi ini yang kebanyakannya adalah selaras dengan Rancangan Malaysia ke-11, akan dipertimbangkan dalam perumusan kebijakan\u00a0komprehensif nasional terhadap migrasi buruh.<\/p>\n<p>Pernyataan dikeluarkan oleh:<br \/>\n<em>Migrant Workers\u2019 Right to Redress Coalition<\/em><br \/>\n(PSM, Tenaganita, NSI, Jerit, Persatuan Sahabat Wanita, MTUC)<br \/>\nAdrian Pareira\u00a0+60 12-290 0756<br \/>\nFajar Santoadi\u00a0+60 13-681 2811<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15473\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Migrasi buruh ke Malaysia merupakan satu fenomena yang cukup signifikan. Buruh migran berjumlah lebih dari 6 juta orang. Ini adalah 30% dari tenaga kerja kita, dan 20% dari jumlah penduduk negara.<br \/>\nNamun negara kita tidak ada satu kebijakan komprehensif nasional terhadap migrasi buruh, maka banyak keputusan dibuat secara ad hoc, menyebabkan keputusan yang gagal dalam memperhitungkan kepentingan rakyat dan negara dalam jangka panjang.<\/p>\n","protected":false},"author":545,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[860],"tags":[4121,4651,4650],"class_list":["post-15473","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","tag-adaptasi-buruh-migran","tag-kebijakan-komrehensif-buruh-migran","tag-rights-to-redress-coalition"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Kebijakan Komprehensif untuk Migrasi Buruh ke Malaysia - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Kebijakan Komprehensif untuk Migrasi Buruh ke Malaysia - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Bahasa Indonesia) Migrasi buruh ke Malaysia merupakan satu fenomena yang cukup signifikan. Buruh migran berjumlah lebih dari 6 juta orang. Ini adalah 30% dari tenaga kerja kita, dan 20% dari jumlah penduduk negara. Namun negara kita tidak ada satu kebijakan komprehensif nasional terhadap migrasi buruh, maka banyak keputusan dibuat secara ad hoc, menyebabkan keputusan yang gagal dalam memperhitungkan kepentingan rakyat dan negara dalam jangka panjang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-12-21T06:42:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-09T07:46:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o-300x225.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ridwan Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ridwan Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ridwan Wahyudi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Kebijakan Komprehensif untuk Migrasi Buruh ke Malaysia\",\"datePublished\":\"2016-12-21T06:42:02+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-09T07:46:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/\"},\"wordCount\":821,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o-300x225.jpg\",\"keywords\":[\"adaptasi buruh migran\",\"kebijakan komrehensif buruh migran\",\"rights to redress coalition\"],\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/\",\"name\":\"[:id]Kebijakan Komprehensif untuk Migrasi Buruh ke Malaysia[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o-300x225.jpg\",\"datePublished\":\"2016-12-21T06:42:02+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-09T07:46:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o-300x225.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o-300x225.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"(Bahasa Indonesia) Kebijakan Komprehensif untuk Migrasi Buruh ke Malaysia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e\",\"name\":\"Ridwan Wahyudi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ridwan Wahyudi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/krt-ridwan-wahyudi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Kebijakan Komprehensif untuk Migrasi Buruh ke Malaysia - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Kebijakan Komprehensif untuk Migrasi Buruh ke Malaysia - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"(Bahasa Indonesia) Migrasi buruh ke Malaysia merupakan satu fenomena yang cukup signifikan. Buruh migran berjumlah lebih dari 6 juta orang. Ini adalah 30% dari tenaga kerja kita, dan 20% dari jumlah penduduk negara. Namun negara kita tidak ada satu kebijakan komprehensif nasional terhadap migrasi buruh, maka banyak keputusan dibuat secara ad hoc, menyebabkan keputusan yang gagal dalam memperhitungkan kepentingan rakyat dan negara dalam jangka panjang.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2016-12-21T06:42:02+00:00","article_modified_time":"2019-04-09T07:46:01+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o-300x225.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Ridwan Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ridwan Wahyudi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/"},"author":{"name":"Ridwan Wahyudi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Kebijakan Komprehensif untuk Migrasi Buruh ke Malaysia","datePublished":"2016-12-21T06:42:02+00:00","dateModified":"2019-04-09T07:46:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/"},"wordCount":821,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o-300x225.jpg","keywords":["adaptasi buruh migran","kebijakan komrehensif buruh migran","rights to redress coalition"],"articleSection":["News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/","name":"[:id]Kebijakan Komprehensif untuk Migrasi Buruh ke Malaysia[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o-300x225.jpg","datePublished":"2016-12-21T06:42:02+00:00","dateModified":"2019-04-09T07:46:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o-300x225.jpg","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/15585221_10157967189585224_2836480201554910943_o-300x225.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/12\/21\/kebijakan-komprehensif-untuk-migrasi-buruh-ke-malaysia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"(Bahasa Indonesia) Kebijakan Komprehensif untuk Migrasi Buruh ke Malaysia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e","name":"Ridwan Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ridwan Wahyudi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/krt-ridwan-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15473","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/545"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15473"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15473\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22211,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15473\/revisions\/22211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15473"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15473"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15473"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}