{"id":15117,"date":"2016-08-19T13:57:06","date_gmt":"2016-08-19T06:57:06","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=15117"},"modified":"2019-04-25T11:14:20","modified_gmt":"2019-04-25T04:14:20","slug":"susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) KBRI Kuala Lumpur Menerapkan Prosedur yang Ketat untuk Pembuatan SPLP"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15117\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><figure id=\"attachment_15119\" aria-describedby=\"caption-attachment-15119\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-15119 size-medium\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000-300x169.jpg\" alt=\"IMG-20150921-WA0000\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000-300x169.jpg 300w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000-768x432.jpg 768w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-15119\" class=\"wp-caption-text\">Situasi Pelayanan di KBRI Kuala Lumpur<\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p>Kuala Lumpur\u2014SW (42 tahun) merupakan Buruh Migran Indonesia (BMI) tidak berdokumen di Malaysia asal Kediri, Jawa Timur. Bagi SW, perjalanan pulang ke Indonesia baginya tidak semudah membeli tiket pulang. Pelbagai persyaratan administrasi selalu menghadang penuh tantangan. Ketika mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) misalnya, SW bersama istrinya ditolak oleh petugas Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur. Padahal SW dan istrinya telah membawa salinan paspor dan juga KTP yang membuktikan bahwa benar mereka adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Selain mereka ada juga beberapa orang, yang terdiri dari ibu-ibu juga ditolak oleh petugas. Bahkan terlihat ada juga yang sampai menangis, begitu SW menceritakan kepada redaksi Serantau hari ini Jumat, (19\/08\/2016).<\/p>\n<p>\u201cSaya kasihan mas dengan Ibu-ibu kemarin, sampai menangis. Sudah tidak bisa menulis (untuk mengisi formulir), malah dibentak-bentak oleh petugas,\u201d urai SW.<\/p>\n<p>Sebelumnya SW dan istrinya memiliki dokumen selama 7 tahun di Malaysia, hanya pada tahun ini saja mereka tidak memiliki dokumen. Proses perpanjangan permitnya bermasalah pada Desember 2015. Padahal biaya yang dikeluarkan untuk perpanjangan permit lalu sebesar RM2750\/orang. Sehingga dia bersama istrinya (WK\/38 tahun) telah kehilangan RM5500, karena pihak agen tidak bersedia menerima pembayaran dengan mekanisme cicilan.<\/p>\n<p>\u201cSaya lebih baik pulang daripada di sini ditipu dan tidak punya duit,\u201d ungkap SW kepada Serantau.<br \/>\nBerkaitan dengan hal itu, Redaksi Serantau berusaha mencari tahu informasi dari KBRI Kuala Lumpur mengenai penerbitan SPLP. Sebenarnya persyaratan itu sangat mudah untuk penerbitan SPLP, apalagi jika BMI itu benar-benar ingin pulang.<\/p>\n<p>\u201cHanya dokumen yang menunjukkan bahwa seseorang tersebut adalah WNI. Tidak bertele-tele, mudah, murah dan cepat dalam pelayanan\u201d ujar staf Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur melalui Ikram Taha.<\/p>\n<p>Kasus SW dan istrinya, menurut Ikram, hanya bisa menduga-duga. Pihak Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur tidak ingin dokumen SPLP disalahgunakan oleh oknum. SPLP itu berlaku hanya 6 bulan saja dan memang diperuntukan untuk perjalanan pulang. Sederhananya, seseorang yang sudah memiliki SPLP berarti dapat diketahui bahwa yang bersangkutan sudah tidak lama lagi di Malaysia. Ini yang nanti bisa disalahgunakan oleh oknum, misalkan untuk bekerja lagi. Sehingga menjadikannya memiliki status &#8216;aman&#8217; karena telah memiliki SPLP. Padahal di dalam sistem keimigrasian tidak bisa dikelabuhi dengan mudah. Seseorang akan dengan mudah diketahui dari sidik jarinya atas kepemilikan paspor.<\/p>\n<p>\u201cAkhirnya kita menerapkan prosedur, selain dokumen yang menunjukkan bahwa betul yang bersangkutan adalah WNI, kita terapkan wawancara disertai dengan bukti-bukti,\u201d kata Ikram melalui sambungan telpon kepada Serantau.<\/p>\n<p>Proses wawancara dan pembuktian akan memastikan kepada petugas bahwa yang bersangkutan memang hendak pulang. Pembuktian yang dimaksud tiket perjalanan pulang dan bukti telah membayar denda kepada kerajaan Malaysia. Selain tidak ada identitas ganda pada BMI tersebut. Oleh sebab itu, KBRI Malaysia lebih yakin jika BMI meminta Iman Resources untuk menguruskannya. Perusahaan tersebut telah diketahui sebagai pelaksana program pemulangan sukarela yang ditunjuk oleh Kerajaan Malaysia.<\/p>\n<p>\u201cDengan catatan, tidak ada biaya tambahan yang dibebankan kepada BMI oleh Iman Resources yang memberikan jaminan untuk pengurusan SPLP,\u201d Judha dari konsuler KBRI Kuala Lumpur memperingatkan.<\/p>\n<p>Di tempat terpisah, Abdul Rahim Sitorus, dari Pusat Sumber Daya Buruh Migran (PSDBM) mengidentifikasi terdapat dua permasalahan terkait dengan kasus tersebut, yaitu informasi dan pelayanan.<\/p>\n<p>\u201cInformasi yang dikuasai oleh oknum dan pelayanan yang buruk membuat BMI merasa tidak seperti di rumah sendiri,\u201d kata Sitorus di Jakarta.<\/p>\n<p>Informasi mengenai persyaratan penerbitan SPLP berubah-ubah, tidak permanen, sehingga banyak BMI yang bingung. Di sisi lain pelayanan kepada BMI tidak dengan sepenuh hati. Sudah tahu banyak BMI kita yang tidak bisa baca tulis, seharusnya disediakan staf khusus yang membantunya.<\/p>\n<p>\u201cMemang permasalahan dari hulu [perekrutan], tapi itu permasalahan yang di sana sudah di depan mata, ya harus dilayani oleh KBRI,\u201d ketusnya.<\/p>\n<p>Mari bersama-sama kita jadikan setiap kasus itu sebagai pembelajaran untuk meningkatkan pelayanan kepada warga negara, tidak saling menyalahkan. Perkara yang sudah kelihatan solusinya, seharusnya kita segera ekskusi bersama-sama.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15117\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Kuala Lumpur\u2014SW (42 tahun) merupakan Buruh Migran Indonesia (BMI) tidak berdokumen di Malaysia asal Kediri, Jawa Timur. Bagi SW, perjalanan pulang ke Indonesia baginya tidak semudah membeli tiket pulang. Pelbagai persyaratan administrasi selalu menghadang penuh tantangan. Ketika mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) misalnya, SW bersama istrinya ditolak oleh petugas Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur. Padahal SW dan istrinya telah membawa salinan paspor dan juga KTP yang membuktikan bahwa benar mereka adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Selain mereka ada juga beberapa orang, yang terdiri dari ibu-ibu juga ditolak oleh petugas. Bahkan terlihat ada juga yang sampai menangis, begitu SW menceritakan kepada redaksi Serantau hari ini Jumat, 20 Agustus 2016.<\/p>\n","protected":false},"author":545,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[860],"tags":[3129,3437,4531,4530],"class_list":["post-15117","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","tag-kbri-kuala-lumpur","tag-pelayanan-kbri-kuala-lumpur","tag-penipuan-dokumen","tag-splp"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) KBRI Kuala Lumpur Menerapkan Prosedur yang Ketat untuk Pembuatan SPLP - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) KBRI Kuala Lumpur Menerapkan Prosedur yang Ketat untuk Pembuatan SPLP - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Bahasa Indonesia) Kuala Lumpur\u2014SW (42 tahun) merupakan Buruh Migran Indonesia (BMI) tidak berdokumen di Malaysia asal Kediri, Jawa Timur. Bagi SW, perjalanan pulang ke Indonesia baginya tidak semudah membeli tiket pulang. Pelbagai persyaratan administrasi selalu menghadang penuh tantangan. Ketika mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) misalnya, SW bersama istrinya ditolak oleh petugas Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur. Padahal SW dan istrinya telah membawa salinan paspor dan juga KTP yang membuktikan bahwa benar mereka adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Selain mereka ada juga beberapa orang, yang terdiri dari ibu-ibu juga ditolak oleh petugas. Bahkan terlihat ada juga yang sampai menangis, begitu SW menceritakan kepada redaksi Serantau hari ini Jumat, 20 Agustus 2016.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-08-19T06:57:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-25T04:14:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000-300x169.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ridwan Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ridwan Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ridwan Wahyudi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) KBRI Kuala Lumpur Menerapkan Prosedur yang Ketat untuk Pembuatan SPLP\",\"datePublished\":\"2016-08-19T06:57:06+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-25T04:14:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/\"},\"wordCount\":626,\"commentCount\":3,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000-300x169.jpg\",\"keywords\":[\"KBRI kuala lumpur\",\"pelayanan kbri kuala lumpur\",\"penipuan dokumen\",\"splp\"],\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/\",\"name\":\"[:id]KBRI Kuala Lumpur Menerapkan Prosedur yang Ketat untuk Pembuatan SPLP[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000-300x169.jpg\",\"datePublished\":\"2016-08-19T06:57:06+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-25T04:14:20+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000-300x169.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000-300x169.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"KBRI Kuala Lumpur Menerapkan Prosedur yang Ketat untuk Pembuatan SPLP\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e\",\"name\":\"Ridwan Wahyudi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ridwan Wahyudi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/krt-ridwan-wahyudi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) KBRI Kuala Lumpur Menerapkan Prosedur yang Ketat untuk Pembuatan SPLP - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) KBRI Kuala Lumpur Menerapkan Prosedur yang Ketat untuk Pembuatan SPLP - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"(Bahasa Indonesia) Kuala Lumpur\u2014SW (42 tahun) merupakan Buruh Migran Indonesia (BMI) tidak berdokumen di Malaysia asal Kediri, Jawa Timur. Bagi SW, perjalanan pulang ke Indonesia baginya tidak semudah membeli tiket pulang. Pelbagai persyaratan administrasi selalu menghadang penuh tantangan. Ketika mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) misalnya, SW bersama istrinya ditolak oleh petugas Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur. Padahal SW dan istrinya telah membawa salinan paspor dan juga KTP yang membuktikan bahwa benar mereka adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Selain mereka ada juga beberapa orang, yang terdiri dari ibu-ibu juga ditolak oleh petugas. Bahkan terlihat ada juga yang sampai menangis, begitu SW menceritakan kepada redaksi Serantau hari ini Jumat, 20 Agustus 2016.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2016-08-19T06:57:06+00:00","article_modified_time":"2019-04-25T04:14:20+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000-300x169.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Ridwan Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ridwan Wahyudi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/"},"author":{"name":"Ridwan Wahyudi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e"},"headline":"(Bahasa Indonesia) KBRI Kuala Lumpur Menerapkan Prosedur yang Ketat untuk Pembuatan SPLP","datePublished":"2016-08-19T06:57:06+00:00","dateModified":"2019-04-25T04:14:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/"},"wordCount":626,"commentCount":3,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000-300x169.jpg","keywords":["KBRI kuala lumpur","pelayanan kbri kuala lumpur","penipuan dokumen","splp"],"articleSection":["News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/","name":"[:id]KBRI Kuala Lumpur Menerapkan Prosedur yang Ketat untuk Pembuatan SPLP[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000-300x169.jpg","datePublished":"2016-08-19T06:57:06+00:00","dateModified":"2019-04-25T04:14:20+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000-300x169.jpg","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/IMG-20150921-WA0000-300x169.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/08\/19\/susahnya-memperoleh-splp-di-kbri-kuala-lumpur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KBRI Kuala Lumpur Menerapkan Prosedur yang Ketat untuk Pembuatan SPLP"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e","name":"Ridwan Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ridwan Wahyudi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/krt-ridwan-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15117","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/545"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15117"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15117\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19032,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15117\/revisions\/19032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15117"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15117"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15117"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}