{"id":14989,"date":"2016-06-24T16:07:33","date_gmt":"2016-06-24T09:07:33","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=14989"},"modified":"2019-04-24T11:32:52","modified_gmt":"2019-04-24T04:32:52","slug":"pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/","title":{"rendered":"Pelanggaran Hak Kerja Buruh Migran Sektor Kelapa Sawit"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14989\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><figure id=\"attachment_14990\" aria-describedby=\"caption-attachment-14990\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/serantau.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-14990\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/serantau-300x168.png\" alt=\"Ridwan Wahyudi, Pegiat Serantau, Saat Menggunjungi Pekerja Sawit di Malaysia\" width=\"300\" height=\"168\" srcset=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/serantau-300x168.png 300w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/serantau.png 415w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-14990\" class=\"wp-caption-text\">Ridwan Wahyudi, Pegiat Serantau, Saat Menggunjungi Pekerja Sawit di Malaysia<\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p>Muar, Johor Bahru&#8211;OY (28) direkrut oleh sponsor\u00a0 bernama PB (45) dari kampungnya di Binangun, Cilacap, Jawa Tengah. PB menjanjikan OY untuk\u00a0 bekerja di perkebunan kelapa sawit. Kebetulan OY\u00a0 juga memiliki pengalaman kerja di perkebunan sawit\u00a0 selama 5 tahun di daerah Pahang. PB mengatakan,\u00a0 OY akan dipekerjakan sebagai pekerja dengan\u00a0 mekanisme upah borong. Dengan begitu, OY akan\u00a0 dibayar dengan upah RM 35 per ton dari buah sawit\u00a0 yang telah berhasil OY potong. OY yang tergiur\u00a0 dengan tawaran itu akhirnya menyetujuinya. Apalagi\u00a0 keinginan untuk bekal menikah dengan gadis\u00a0 idaman telah di depan mata. Peluang itu tidak akan\u00a0 disia-siakan oleh OY. Proses ini terjadi pada musim\u00a0 lebaran 2015. PB merupakan calo yang tidak memiliki ijin resmi sebagai petugas PPTKIS. Sehingga proses\u00a0 pengurusan dokumen dilakukan di Purwokerto, Jawa Tengah, bersama enam orang lainnya. Adapun biaya\u00a0 pengurusan dokumen seperti paspor, tes medis dan\u00a0 tiket perjalanan sebesar 3,5 juta rupiah yang\u00a0 dibayarkan oleh OY kepada PB. Proses ini terjadi pada 15 Agustus 2015.\u00a0 Kemudian pada 6 November 2015 OY bersama\u00a0 dengan enam orang lainnya diberangkatkan melalui\u00a0 pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Tanjung\u00a0 Pinang, Kepulauan Riau. Selama satu hari, OY dan\u00a0 6 orang lainnya ditampung pada rumah biasa.\u00a0 Mereka memasuki Malaysia melalui pelabuhan\u00a0 Tanjung Blungkor, Johor Bahru.<\/p>\n<p>Setelah keluar dari pelabahan, OY dijemput\u00a0 dengan taxi dan dipindahkan ke rumah kedai.\u00a0 Berselang beberapa jam OY menaiki van menuju\u00a0 Muar, Johor Bahru. Dari situlah OY berpisah dengan kawan-kawan lainnya. Hanya dua orang\u00a0 saat ini bekerja bersama OY.\u00a0 OY dipekerjakan oleh Ah Bok kepada petani\u00a0 sawit. Sehingga pekerjaan OY selalu berpindah- pindah dari tempat satu ke tempat lainnya.\u00a0 Tergantung Ah Bok memerintahkan mesti bekerja\u00a0 di mana dan melakukan apa. Rupanya,\u00a0 pekerjaan OY bermacam-macam. Tidak hanya memotong buah sawit saja, melainkan pekerjaan\u00a0 meracun, memupuk dan membersihkan pelepah.\u00a0 Semua pekerjaan itu diperintahkan oleh oleh Ah\u00a0 Bok.<\/p>\n<p>Kejanggalan mulai dirasakan oleh OY dan semua\u00a0 kawan sekerjanya. Sebelum OY dan dua orang lainnya dari CIlacap datang, Ah Bok memiliki\u00a0 pekerja sebanyak Sembilan orang. Semuanya merasakan hal yang janggal. OY dan kawan- kawan yang baru datang diharuskan membayar\u00a0 uang lagi kepada Ah Bok sebesar RM 2,500\u00a0 untuk biaya permit kerja.\u00a0 Biaya itu mesti dipotong oleh Ah Bok setiap bulan\u00a0 rata-rata RM 250-300. Tergantung pendapatan OY dan kawan-kawannya dalam satu bulan itu.\u00a0 Sementara upah hanya RM 23 per ton, bukan\u00a0 RM 35 per ton seperti yang dijanjikan oleh PB.<\/p>\n<p>Dokumen yang tertulis di permit kerja OY adalah\u00a0 Tan Poe Heng, bukanlah Ah Bok. Ini merupakan kejanggalan selanjutnya. Apalagi OY dan semua\u00a0 pekerja tidak pernah diberitahukan oleh Ah Bok berapa ton jumlah buah yang berhasil dipotong\u00a0 oleh OY dan kawan-kawannya.\u00a0 Pada awalnya OY diberikan salinan nota dari\u00a0 kilang di mana petani sawit itu menjual buahnya.\u00a0 Namun belakangan Ah Bok melarang semua\u00a0 petani untuk memberikan nota penjualan itu\u00a0 kepada semua pekerja. Padahal dengan adanya\u00a0 nota itu, semua pekerja menjadi mengetahui\u00a0 berapa ton buah yang berhasil mereka potong.\u00a0 Sementara penghasilan setiap bulan tidaklah\u00a0 menentu. Rata-rata OY memang mendapatkan upah RM 900. Nominal ini sesuai dengan standar\u00a0 gaji pekerja di Semenanjung Malaysia. Namun Ah\u00a0 Bok memotong biaya permit RM 250 per bulan.\u00a0 Selain itu, potongan untuk tempat tinggal dan kebutuhan makanan, air, listrik dan peralatan\u00a0 kerja; rata-rata RM 150 \u2013 RM 200. Sehingga\u00a0 dalam sebulan, OY hanya mendapatkan sekitar\u00a0 RM 500 saja.\u00a0 OY dan kawan-kawannya merasa keberatan atas\u00a0 kondisi pekerjaannya yang tidak sesuai dengan\u00a0 janji PB. Selain itu banyak sekali kebutuhan ketenagakerjaan yang semestinya dipenuhi oleh\u00a0 majikan, tapi majikan memotongnya dari gaji pekerja. Dari situasi ini, OY melaporkan situasi\u00a0 kerja yang Ia alami kepada Lakpesdam NU Cilacap dan selanjutnya merujuk kepada\u00a0 komunitas Serantau. Komunitas Serantau bekerja\u00a0 sama dengan Tenaganita mengurus kasus\u00a0 tersebut sejak pengaduan disampaikan pada\u00a0 Maret 2016 lalu.<\/p>\n<p>Adapun dugaan pelanggaran ketenagakerjaan\u00a0 yang dipersangkakan kepada majikan Ah Bok,<br \/>\nsebagai berikut:<br \/>\n1. Janji palsu<br \/>\n2. Gaji rendah di bawah standar<br \/>\n3. Pemotongan gaji tidak sah<br \/>\n4. Paspor asli dipegang oleh majikan<br \/>\n5. Nama majikan berbeda dengan yang\u00a0 tertuliskan pada permit kerja<br \/>\nAdapun tuntutan dari para pekerja adalah,\u00a0 meminta agar majikannya membayarkan gaji\u00a0 yang telah diperjanjikan, yaitu sebesar RM 35\u00a0 per ton dan diberikan kejelasan atas hitungan\u00a0 upah yang seharusnya diterima oleh pekerja.\u00a0 Jika tidak, maka OY dan kawan-kawannya lebih\u00a0 baik dipulangkan saja ke Indonesia.\u00a0 Seiring dengan berita ini diturunkan, kasus ini\u00a0 masih dalam proses penyelidikan oleh Pejabat\u00a0 Buruh darah Muar, Johor Bahru.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14989\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Direkrut oleh sponsor  bernama PB (45) dari kampungnya di Binangun, Cilacap, Jawa Tengah. PB menjanjikan OY untuk  bekerja di perkebunan kelapa sawit. Kebetulan OY  juga memiliki pengalaman kerja di perkebunan sawit  selama 5 tahun di daerah Pahang. PB mengatakan,  OY akan dipekerjakan sebagai pekerja dengan  mekanisme upah borong. Dengan begitu, OY akan  dibayar dengan upah RM 35 per ton dari buah sawit  yang telah berhasil OY potong. OY yang tergiur  dengan tawaran itu akhirnya menyetujuinya. Apalagi  keinginan untuk bekal menikah dengan gadis  idaman telah di depan mata. Peluang itu tidak akan  disia-siakan oleh OY. Proses ini terjadi pada musim  lebaran 2015. PB merupakan calo yang tidak memiliki ijin resmi sebagai petugas PPTKIS.<\/p>\n","protected":false},"author":545,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[870],"tags":[99,102,2864,4491,4107,4492],"class_list":["post-14989","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-jejak-kasus","tag-buruh-migran","tag-buruh-migran-indonesia","tag-buruh-migran-malaysia","tag-hak-kerja","tag-hak-kerja-buruh-migran","tag-pptkis-cilacap"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pelanggaran Hak Kerja Buruh Migran Sektor Kelapa Sawit - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pelanggaran Hak Kerja Buruh Migran Sektor Kelapa Sawit - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Bahasa Indonesia) Direkrut oleh sponsor bernama PB (45) dari kampungnya di Binangun, Cilacap, Jawa Tengah. PB menjanjikan OY untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit. Kebetulan OY juga memiliki pengalaman kerja di perkebunan sawit selama 5 tahun di daerah Pahang. PB mengatakan, OY akan dipekerjakan sebagai pekerja dengan mekanisme upah borong. Dengan begitu, OY akan dibayar dengan upah RM 35 per ton dari buah sawit yang telah berhasil OY potong. OY yang tergiur dengan tawaran itu akhirnya menyetujuinya. Apalagi keinginan untuk bekal menikah dengan gadis idaman telah di depan mata. Peluang itu tidak akan disia-siakan oleh OY. Proses ini terjadi pada musim lebaran 2015. PB merupakan calo yang tidak memiliki ijin resmi sebagai petugas PPTKIS.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-06-24T09:07:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-24T04:32:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/serantau-300x168.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ridwan Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ridwan Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ridwan Wahyudi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e\"},\"headline\":\"Pelanggaran Hak Kerja Buruh Migran Sektor Kelapa Sawit\",\"datePublished\":\"2016-06-24T09:07:33+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-24T04:32:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/\"},\"wordCount\":701,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/serantau-300x168.png\",\"keywords\":[\"buruh migran\",\"Buruh Migran Indonesia\",\"buruh migran malaysia\",\"hak kerja\",\"hak kerja buruh migran\",\"PPTKIS cilacap\"],\"articleSection\":[\"Case Records\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/\",\"name\":\"Pelanggaran Hak Kerja Buruh Migran Sektor Kelapa Sawit - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/serantau-300x168.png\",\"datePublished\":\"2016-06-24T09:07:33+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-24T04:32:52+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/serantau-300x168.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/serantau-300x168.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pelanggaran Hak Kerja Buruh Migran Sektor Kelapa Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e\",\"name\":\"Ridwan Wahyudi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ridwan Wahyudi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/krt-ridwan-wahyudi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pelanggaran Hak Kerja Buruh Migran Sektor Kelapa Sawit - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pelanggaran Hak Kerja Buruh Migran Sektor Kelapa Sawit - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"(Bahasa Indonesia) Direkrut oleh sponsor bernama PB (45) dari kampungnya di Binangun, Cilacap, Jawa Tengah. PB menjanjikan OY untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit. Kebetulan OY juga memiliki pengalaman kerja di perkebunan sawit selama 5 tahun di daerah Pahang. PB mengatakan, OY akan dipekerjakan sebagai pekerja dengan mekanisme upah borong. Dengan begitu, OY akan dibayar dengan upah RM 35 per ton dari buah sawit yang telah berhasil OY potong. OY yang tergiur dengan tawaran itu akhirnya menyetujuinya. Apalagi keinginan untuk bekal menikah dengan gadis idaman telah di depan mata. Peluang itu tidak akan disia-siakan oleh OY. Proses ini terjadi pada musim lebaran 2015. PB merupakan calo yang tidak memiliki ijin resmi sebagai petugas PPTKIS.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2016-06-24T09:07:33+00:00","article_modified_time":"2019-04-24T04:32:52+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/serantau-300x168.png","type":"","width":"","height":""}],"author":"Ridwan Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ridwan Wahyudi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/"},"author":{"name":"Ridwan Wahyudi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e"},"headline":"Pelanggaran Hak Kerja Buruh Migran Sektor Kelapa Sawit","datePublished":"2016-06-24T09:07:33+00:00","dateModified":"2019-04-24T04:32:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/"},"wordCount":701,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/serantau-300x168.png","keywords":["buruh migran","Buruh Migran Indonesia","buruh migran malaysia","hak kerja","hak kerja buruh migran","PPTKIS cilacap"],"articleSection":["Case Records"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/","name":"Pelanggaran Hak Kerja Buruh Migran Sektor Kelapa Sawit - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/serantau-300x168.png","datePublished":"2016-06-24T09:07:33+00:00","dateModified":"2019-04-24T04:32:52+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/serantau-300x168.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/serantau-300x168.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/06\/24\/pelanggaran-hak-kerja-buruh-migran-sektor-kelapa-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pelanggaran Hak Kerja Buruh Migran Sektor Kelapa Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e","name":"Ridwan Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ridwan Wahyudi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/krt-ridwan-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14989","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/545"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14989"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14989\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24222,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14989\/revisions\/24222"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}